
Vay dan Baby twins sudah di pindahkan ke ruang rawat.
Excel juga sudah mengadzani kedua putra nya.
Semua orang berkumpul di ruang rawat Vay dan Baby twins.
Mom Melinda dan Bi Ani menggendong Baby Twins.
"Ah, Akhirnya Mommy punya Cucu. Lihatlah, Mereka sangat tampan seperti Excel." ucap Mom Melinda menyanjung wajah tampan baby twins.
"Selamat ya Putri Daddy, Dan Menantu Daddy. Kalian sudah resmi menjadi orang tua. Jadilah orang tua yang bijaksana, bimbing mereka ke jalan yang benar, ajarkan mereka ilmu agama, kasihi dan sayangi mereka dengan adil, dan jaga mereka selalu." pesan Dad Rizal pada Putri dan menantu nya.
"Terimakasih Dad, Excel berjanji akan menjalankan pesan Daddy dengan baik." jawab Excel dengan mengulas senyum kecil di wajahnya.
"Dad, Vay ingin memeluk Daddy..." rengek Vay manja.
Dad Rizal pun memeluk Vay yang duduk bersandar di atas brankar.
"Vay sayang sama Daddy, Daddy Sehat-sehat ya? Vay ingin di temani Daddy terus." Vay menyampaikan isi hatinya dalam dekapan sang Daddy.
"Daddy tidak Janji akan selalu menemani mu, tapi Daddy janji rasa sayang Daddy pada Vay akan terus ada dan selamanya." Jawab Dad Rizal membuat Vay menangis terisak.
Tak ada yang lebih berharga dari keluarga. Vay yang baru saja menikmati hangatnya kebersamaan dengan orang tua nya, seolah tak rela jika kebersamaan itu berakhir dengan cepat.
Dad Rizal melerai pelukannya dan mengecup Dahi Vay lama.
"Sudah, jangan menangis. Nanti Baby Twins ikut sedih karena Bunda nya menangis." ucap Dad Rizal sambil mengusap air mata putrinya.
Vay tersenyum lembut menatap sang Daddy.
"Aduh, Mommy jadi ikutan Baper deh.." sahut mom melinda menitikan air matanya yang langsung di hapus.
"Iya, Bibi juga baper." seru Bi Ani yang ikut terharu menyaksikan Vay dan Dad Rizal.
Vay terkekeh pelan melihat tingkah Mommy dan Ibu Asuh nya.
__ADS_1
sedangkan Dad Rizal memutar bola matanya jengah melihat Istri dan ibu Asuh putrinya terlalu Lebay.
"Ah iya, Siapa Nama Baby Twins kalian?" tanya Dad Rizal pada Excel dan Vay.
Excel tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Dad Rizal.
"Dave Galaxy Prince Alexander & Daven Galasky Prince Alexander." jawab Excel menyebut nama Putra kembarnya.
"Waahh... Nama yang bagus untuk Cucu Opa, Oma dan Eyang putri yang Tampan." seru Dad Rizal memuji kedua cucu nya.
"Haii.. Baby Dave, jadi Anak Baik ya Ganteng, kesayang Oma." sapa Mom Melinda pada baby Dave yang ada di gendongannya.
"Hallo.. Daven, Cucu Eyang Putri yang Ganteng. nanti main sama Eyang Putri ya? Jadi anak pinter ya Sayang." sapa Bi Ani pada baby Daven yang ada di gendongannya.
Semua orang nampak Bahagia dengan kehadiran Dave dan Daven di tengah-tengah mereka.
Semoga Tuhan selalu memberi kebahagiaan serta nikmat dan keberkahan pada keluarga mereka.
Daniel datang menjenguk Vay bersama Sang istri. Setelah acara resepsi selesai, mereka langsung menuju Rumah Sakit. Meskipun ini sudah jam 21.00 malam.
Mereka mengetuk pintung ruang rawat istri Bos nya.
Pintu terbuka dan Dad Rizal yang ada di balik pintu.
"Daniel, Clari. Silahkan masuk." ucap Dad Rizal pada pengantin baru itu.
Mereka pun masuk sambil menenteng paper bag berisi Kue.
Daniel langsung memeluk Excel memberikan ucapan selamat.
"Kalian bisa datang besok pagi. Kenapa harus sekarang?" ucap Excel sambil mengurai pelukannya.
"Maaf Tuan, Istri saya sudah tak sabar ingin melihat Ponakan baru." jawab Daniel dengan senyum lebar.
Calri meletakan Paper Bag yang ia bawa di atas Meja Sofa sana. Lalu berjalan menuju Vay dan memeluk nya.
__ADS_1
"Selamat Nyonya." ucap Calri pada Vay.
"Terimakasih Clari. Kau juga harus berikan aku keponakan yang banyak nanti." gurau Vay sambil mengurai pelukannya.
Clari pun tersenyum kikuk mendengar ucapan Vay.
Sementara itu baby Daven menangis pelan karena merasa Haus.
Bi Ani pun menyerahkan Baby Daven pada sang Bunda.
"Sepertinya Baby Daven Haus Non," ucap Bi Ani seraya menyodorkan Daven pada Vay.
Vay menerima Baby Daven dari tangan Bi Ani. Vay melirik ke Arah Suaminya agar mengajak Daniel keluar dari ruang rawat karena Vay akan menyusui Putranya.
Excel yang paham langsung mengajak Daniel keluar Ruang rawat.
Setelah tak ada orang asing, Vay pun mengeluarkan Nutrisi Putranya dari dalam kemeja yang di kenakan Vay.
Dengan Cepat Baby Daven melahap Nutrisinya. Daven menghisap nutrisinya sangat Rakus karena lapar.
Vay meringis perih saat Lidah kasar Daven menghisap pucuk dadanya.
Ya, ini pertama Vay memberi Asi pada Baby Twins. Dan itu hal biasa karena lidah Bayi yang baru lahir sangat kasar.
Namun Clari menjelaskan kalau rasa sakit itu akan berangsur menghilang jika sudah terbiasa.
Vay pun hanya menikmati rasa perih itu karena tak ingin Putra nya kelaparan.
Ibu baru itu tersenyum melihat wajah tampan putra nya yang sangat mirip Pria Kulkas kesayangannya itu.
Dia membelai pipi gembul Daven dengan lembut. Setelah kenyang, Daven pun di pindahkan ke Box Bayi.
Giliran Dave yang menyusu. Vay masih meringis merasakan perih di pucuk dadanya. Namun Vay merasa bahagia saat melihat wajah damai Dave.
Setelah kenyang, Baby Dave di pindahkan juga ke Box Bayi.
__ADS_1
********
Ayo kasih dukungannya😘