
Vay sudah selesai mandi dengan air hangat. Demam nya juga sudah turun. Dia turun ke lantai bawah untuk sarapan, namun dia mengurungkan niatnya karena meja makan sudah ada Excel. Dia masih malu dengan Excel dan juga Cemburu.
Gadis itu membalik badan dan akan menaiki tangga kembali, tapi langkahnya terhenti saat Excel memanggil nya.
"Vay..." Seru Excel datar dan dingin seperti biasanya.
Vay tidak menggubrisnya, dan terus menaiki tangga sampai ke kemar nya lagi.
Sementara Excel masih duduk di meja makan. Dia melanjutkan makannya hingga habis, lalu mengisi piring kosong dengan nasi dan lauk pauk.
Setelah piring itu terisi, Excel membawa nya ke kamar Vay dengan segelas Susu.
Sampai di kamar Vay, Excel langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu. Itu membuat Vay semakin kesal pada tuannya itu.
Vay membuang muka, dia berpura-pura bemain ponsel.
Excel menghampiri Vay yang tengah duduk di tepi ranjang. Lalu meletakan piring dan gelas susu di atas nakas dekat tempat tidur.
Excel berjongkok di tepi ranjang, menatap wajah Vay yang tertunduk melihat layar ponsel.
DEG! jantung Vay berhenti sejenak.
"Kenapa? Hmm?" tanya Excel dengan nada lebih rendah namun tetap datar dan dingin.
"Tidak!" Vay menjawab dengan singkat.
Excel menarik nafas nya dalam-dalam mencoba meredam amarahnya. kemudia Excel menjelaskan kejadian di kamar waktu itu.
"Aku dan Mona tidak melakukan Hal apa pun. saat itu aku sedang tertidur, aku juga tidak mengetahui kedatangan mona. dan ketika bangun, Mona sudah dalam kondisi hanya memakai tangtop saja. Namun Demi Tuhan, pakaian ku masih lengkap dan aku juga tidak menyentuh nya." terang Excel seraya menggenggam tangan Vay.
Vay mengulum menyum nya saat Excel menjelaskan kronologinya. Excel sangat mengerti dirinya. Namun Vay masih pura-pura ngambek pada Excel. Dan dia juga pura-pura tidak percaya dengan pria itu.
"Tetap saja, tuan sudah berciuman dengan Nona Mona. Dan sudah di sentuh oleh nya.!" jawab Vay kesal dengan bibir manyun.
Excel malah merasa geli mendengar ucapan Vay. Sekuat mungkin Excel menahan tawa nya agar tidak pecah. tanpa Vay sadari dia sudah menunjukan pada Excel jika dia Sedang Cemburu.
"My First Kiss with You. Apa kau lupa saat kau terkena pengaruh obat jahanam itu? Kau bahkan mencumbu ku seperti binatang Buas." tutur Excel mengingatkan kejadian beberapa waktu lalu.
mendengar itu, ingatan Vay langsung Flasback kebelakang. Dia pun merasa malu saat mengingat kejadian waktu itu. Namun dia juga senang saat Excel bilang, jika ciuman pertama Excel di lakukan dengan nya. Ini adalah pengalaman pertama bagi keduannya.
"Forgive me?" tanya Excel saat melihat Vay melamun.
__ADS_1
Vay mengangguk pelan tanpa melihat wajah Excel.
"Look at Me Vay!" titah Excel karena merasa gemas dengan Vay yang bicara namun tidak menatap Nya.
Mendengar perintah tuannya, Vay langsung mengangkat wajahnya menatap Excel.
"Maaf Tu.... Mmppthh.." Vay tidak melanjutkan ucapan permintaan maaf nya karena Excel langsung membungkam mulut Vay dengan Ciuman.
Jantung keduanya berdetak tak karuan, ini adalah ciuman kedua setelah kejadian waktu itu.
Kali ini ciuman itu di lakukan saat Vay dalam keadaan Normal tanpa pengaruh Obat jahanam.
Ciuman itu semakin dalam dan semakin menuntut. Mereka menikmati ciuman panas pagi ini. Decapan keduannya memenuhi kamar Vay.
Hingga Mulut mereka terasa kebas, dan kehabisan nafas.
Excel melepas Ciumannya dan membantu Vay membersihkan bekas ciuamnnya di sudut bibir Gadis itu.
setelah itu, Excel memeluk Vay dengan erat. Dan membisikan kata Cinta di telinga Vay.
"I... Love... You..." bisik Excel lirih sedikit mendesah.
Vay langsung mengurai pelukannya dan menatap Excel tak percaya.
"Aku tidak akan mengulangi perkataan ku." jawab Excel langsung bangkit dari jongkok nya.
Vay mencebik kesal mendengar penuturan Excel.
"Ck, Tuan kau sangat menyebalkan." ucap Vay dengan bibir manyun sambil bersedekap dada.
Excel terkekeh melihat tingkah Vay yang menurutnya lucu.
Ini pertama kalinya Excel menunjukan tawanya di hadapan Vay. Vay mengembangkan senyum nya saat melihat Excel tertawa lepas.
"Tuan, kau tertawa?" tanya Vay sambil berdiri dari duduk nya dan memeluk Excel.
"Hei! Aku ini manusia!" jawab Excel kesal.
"Oh, Aku Kira KULKAS!" sahut Vay ikut menertawakan Excel.
"Apa? Kulkas?" pekik Excel dengan alis berkerut.
__ADS_1
"Iya, Karena Tuan Datar dan Dingin, seperti kulkas." jelas Vay dengan detil.
Excel mengulas senyum dengar penjelasan Vay. Seolah Kulkas adalah julukan Special untuknya.
Excel kembali memeluk Vay dan menyatakan Cintanya lagi.
"Aku mencintai mu Vay." ucap Excel dengan tegas dan jelas.
Vay kembali tersenyum saat Excel mengungkapkan perasaannya.
"I Love You Most tuan Kulkas." balas Vay dengan jelas dan lantang. Hingga terdengar menggema di dalam kamar.
Excel melerai pelukannya, dan mecium Dahi Vay dengan lembut dan lama.
"Jangan panggil tuan, panggil saja Excel. Umur kita berbeda Satu minggu saja." ucap Excel masih memeluk pinggang Vay.
"Benar kah?" tanya Vay terkejut.
"hmm.. Aku lahir tanggal 7 Februari 1999, dan kau 14 Februari 1999." jelas Excel.
"Baiklah, Tu.. Ah, maksud nya Excel. Huft, lidah ku terasa kelu mengucapkan nama mu. Aku panggil Dear saja ya?" ucap Vay dengan semangat.
Excel menganggukan kepalanya pertanda setuju.
"Baiklah Dear.. Aku mencintai mu." ucap Vay seraya kembali merekatkan pelukannya.
"Aku juga sangat mencintai mu Lovely." balas Excel seraya mencium tengkuk leher Vay yang harum.
Mereka sedang bebahagia saat ini. Meskipun dalam Hati Excel masih Gundah akan ketakutannya, jika Vay mengetahui siapa diri Excel sebenarnya.
Excel sudah tidak tahan memendam perasaannya pada Vay. Dia akan mencoba memberi tahu Vay tentang dirinya nanti saja, saat menemukan waktu yang tepat. Pikir Excel.
Semoga saja, Vay mau menerima kondisi Excel dan memahami nya.
*********
Ciiieeee Ciiiieeeee Udah Resmi Jadian nih. Pajak jadiannya jangan lupa Ygy!!!😎
Jadilah Readers yang Baik, tinggalkan Jempol nya, komen, vote dan beri hadiahnya untuk Author.
Jangan lupa Follow dan Subscribe biar gak ketinggalan Judul baru dan part Baru dari kisah Excel dan Vay.
__ADS_1
Terimakasih... I lov yu Reders yang cakep dan baik hati.😘😍