Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 62


__ADS_3

_Pagi menyapa kembali.


Kini Vay sudah berada di Rumah Mewah Excel yang kini sudah menjadi milik Tuan Steve.


Vay akan membantu Excel berkemas hari ini. Vay sudah datang pagi-pagi sekali.


"Dear..." teriak Vay seraya membuka kamar Excel.


Vay melangkah masuk ke kamar Excel, dan membangunkan kekasihnya itu.


"Wake up Dear... Kenapa belum bangun si?!" ucap Vay seraya menggoyangkan tubuh Excel.


"Hemmm..." Sahut Excel masih menggeliat di atas tempat tidur, dan menarik selimutnya kembali.


Vay menarik tubuh kekar Excel agar pria itu cepat bangun, Tapi Excel malah menarik tubuh Vay membawanyak kedalam pelukannya.


BUGH...!!


Vay terjatuh menimpa Tubuh Excel.


"Dear, kau jahil sekali. Lepaskan aku!" ucap Vay seraya melepas pelukan Excel.


"Tidak, aku tidak mau. Diam lah Lovely, aku sedang mengecharge energi ku." Excel semakin memeluk erat Vay, dia membenamkan wajahnya di leher jenjang Vay.

__ADS_1


Aroma tubuh Vay yang wangi membuat Excel menjadi Relax.


Vay pun hanya diam saja menuruti perintah Excel. Tak di pungkiri, Vay juga merasa nyaman saat bersama kekasihnya itu.


Puas bermanja, Excel melepas pelukannya. Tak lupa dia mencium dahi kekasihnya sebelum beranjak dari tempat tidur.


"Cepat Mandi, biar aku yang siapkan pakaian untuk mu Dear, dan mengemas barang-barang mu." titah Vay seraya berjalan menuju lemari pakaian milik Excel.


"Baik Nyonya Alexander." sahut Excel seraya berjalan menuju kamar mandi.


Vay menggelengkan kepalanya pelan, dia merasa lucu dan gemas saat Excel menyebutnya Nyonya Alexander.


30 menit kemudian, Excel sudah selesai mandi dan kini pria kulkas itu sudah rapi, wangi dan tampan, namun tetap datar dan dingin.


"Sepertinya sudah semua Lovely." jawab Excel seraya mengecek kembali barang-barang nya.


"Baiklah, Ayo kita pergi. Nanti mampir sarapan bubur ayam ya? Aku lapar karena tadi buru-buru datang kesini." Ajak Vay seraya meminta pada Excel.


"Okey! Sini biar aku bawa koper yang besar," sahut Excel seraya menyeret 2 koper berukuran besar.


Sedangkan Vay membawa satu koper kecil dan beberapa Paper Back.


Excel memasukan semua koper ke dalam bagasi mobil, lalu menutup nya.

__ADS_1


Sebelum pergi meninggalkan rumah mewah yang sejak dulu ia tempati bersama kedua orang tuanya, Excel melihat Rumah itu dengan mata berkaca-kaca.


Vay yang peka terhadap perasaan Excel, langsung memeluk tubuh Excel.


"Kelak kau akan membangun istana mu sendiri dengan hasil kerja keras mu Dear, dan tentunya dengan uang yang halal." ucap Vay saat memeluk Excel, memberi semangat untuk kekasihnya.


"Iya, kau benar Lovely.." sahut Excel dengan air mata yang sedikit tumpah, namun Excel langsung menyeka air mata itu.


Vay melerai pelukannya dan tersenyum pada Excel.


"Ayo kita pergi, nanti kita mampir ke makam Papa dan Mama Alexander!" ajak Vay sambil menarik tangan Excel.


Excel mengangguk, lalu membukakan pintu mobil untuk Vay. Setelah Vay masuk, dia pun berlari kecil memutari bagian depan mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.


Excel menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, Kini mereka tak perlu mengenakan Masker dan topi lagi saat berada di luar.


Mereka juga bebas pergi kemana saja dan kapan saja sekarang.


*********


Ayo kasih dukungannya😘


Tinggalin jempolnya, komen, vote dan kasih hadiahnya.😍

__ADS_1


Terimakasih😎


__ADS_2