
_Pencarian Queen di mulai.
Kini Dad Rizal dan Mom Melinda siap menuju kediaman Wijaya. Mereka mendapat alamat rumah wijaya dari dektektif yang Dad Rizal sewa untuk mencari informasi dan data Vay dengan lengkap.
Satu jam menempuh perjalanan, dan akhirnya mereka tiba di Rumah mewah wijaya. Mereka turun dari mobil dan mencoba mengetuk pintu rumah itu.
tak lama kemudian pintu itu terbuka. Dan Jesie adalah orang yang ada di balik pintu utama itu.
"Selamat Siang Nona, apa benar ini kediaman tuan Agung Wijaya?" sapa Dad Rizal seraya menanyakan kebenaran rumah itu adalah milik Agung Wijaya.
"Iya Benar, anda siapa?" jawab Jesie sambil melempar pertanyaan.
"Ah, kami bukan siapa-siapa Nona, kami kesini hanya ingin mencari Vayola, apa gadis itu ada?" jawab Mom melinda dan menanyakan keberadaan Vay yang di yakini itu adalah Queen.
"Oh, kalian mencari Vay? Dia sudah tidak tinggal disini. Dia kabur saat acara perjodohan 3 bulan yang lalu, dan memenjarakan orang tua saya. saya tidak tau dia tinggal dimana saat ini dan saya tidak perduli dengan nya. sekarang kalian pergi dari rumah ini." jelas Vay seraya mengusir Dad Rizal dan Mom Melinda.
Jesie memang benar-benar jahat. Dia memiliki sifat yang menurun dari orang tuannya. Apa lagi menyangkut Kakak Angkatnya Vay, sudah dapat di pastikan dia akan marah pada siapa pun yang membahas soal Gadis itu.
"Dad, harapan kita untuk bertemu Queen hilang. Sekarang kita harus mencari Queen kemana?" ucap Mom melinda setelah berada di dalam mobil dengan Dad Rizal.
Dad Rizal tak memberikan jawaban apa pun atas pertanyaan istrinya. Dia juga bingung harus berbuat apa lagi untuk menemukan Queen.
__ADS_1
"Sabar Mom, Jika memang Tuhan mengembalikan Queen pada kita, kita pasti akan di pertemukan kembali dengan Queen." Ucap Dad Rizal seraya mengusap bahu istrinya.
.
.
_Sementara itu di kediaman Excel.
Daniel sudah mencari informasi tentang orang tua kandung Vay.
Excel menyuruh Daniel untuk mencari informasi tentang Pasangan suami Istri Yaitu Rizal dan Melinda. Sesuai dengan nama yang tertera di liontin Vay, yang di yakini oleh Vay bahwa itu nama orang tua kandung nya.
"Baiklah, kamu hubungi tuan Rizal. Kamu atur pertemuan dengan nya. Aku akan membawa Vay di pertemuan itu." titah Excel pada Daniel.
"Baik Tuan, saya akan mengatur pertemuan secapatnya." jawab Daniel patuh.
Daniel keluar dari ruang kerja Excel. Dan Daniel segera menghubungi tuan Rizal untuk mengajaknya bertemu dengan tuan Excel.
"Halo, dengan tuan Rizal Bramasta?" sapa Daniel dari sambungan telpon.
"Iya dengan saya sendiri. Ini siapa? Dan ada perlu apa?" sahut Dad Rizal dari sebrang sana.
__ADS_1
"Saya Daniel Asisten dari Tuan Excel Alexander. Saya di utus tuan Excel untuk mengajak tuan Rizal bertemu, karena ada Hal yang ingin di sampaikan oleh Tuan Excel mengenai keberadaan Putri anda yang hilang 24 tahun yang lalu." ucap Daniel menjelaskan tujuan nya.
"Ah, apa anda yang menemui Asisten Erdward beberapa waktu lalu?" tanya Dad Rizal dengan antusias.
Ya, Erdward memberitahukan tentang Daniel yang datang untuk mencari Dad Rizal beberapa waktu lalu.
Secercah harapan kini mulai terlihat. Kesempatan untuk bertemu kembali dengan Queen semakin dekat.
"Iya Tuan, apa anda bersedia bertemu dengan tuan Excel?" tanya Daniel lagi, masih di sambungan telpon.
"Tentu tuan, lebih cepat lebih baik." jawab Dad Rizal penuh semangat.
"Baik, saya akan mengatur waktu dan tempatnya. Nanti saya akan menghubungi Tuan Rizal lagi. Terimakasih selamat Siang." ucap Daniel seraya mematikan sambungan telpon nya.
Sementara itu, Dad Rizal segera memberitahukan kabar gembira itu pada istrinya.
Mom Melinda turut senang mendengar kabar gembira itu. Berulang kali Mom melinda mengucap syukur.
"Dad, semoga tuan Excel membawa kabar baik untuk kita." ucap mom melinda dengan tangan yang menangkup di depan dada.
Dad Rizal tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1