Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 17


__ADS_3

_Sidang Kasus penganiayaan dan tindak kekerasan Vay di Gelar.


Semua orang yang bersangkutan sudah berada di Gedung pengadilan Negeri Jakarta.


Para saksi juga sudah berdatangan. Jesie dan Bi Ani akan berada di Pihak Agung dan Retno. Tentu saja Jesie sudah mengancam Bi Ani terlebih dahulu.


Bi Ani yang lemah tidak bisa berbuat lebih. Dia akan patuh pada majikannya. Bi Ani melihat Vay dari kejauhan. Dia tersenyum pada mantan majikannya itu. Vay pun membalas senyum Bi Ani dan melambaikan tangan pada wanita paruh baya itu.


Bi Ani merasa Lega, karena Vay terlihat semakin sehat dan berisi. Wajah nya juga nampak berbinar. Membuat Vay jadi terlihat semakin Cantik.


Excel dan Vay juga membawa saksi, Yaitu Dokter yang memeriksa Vay dan juga Supir Taxi yang di tumpangi oleh Vay kala itu.


Sidang Di Mulai, Excel terus mengenggam tangan Vay menyalurkan kekuatan. Meskipun wajah datar dan dingin itu masih melekat pada Excel, namun Vay bisa merasakan ketulusan Excel dalam membantu nya.


Vay tersenyum menatap Excel. Namun Excel tak memberi respon apa pun pada Vay. Bahkan menengok pada Vay pun tidak. Bagi Vay itu bukan suatu masalah karena memang itu adalah suatu karakter yang memang sulit untuk di rubah.


1 jam


2 Jam


3 Jam berlalu...


Hakim masih belum mendapatkan titik terang. Hingga akhirnya Bi Ani kembali menyuarakan Fakta yang sebenarnya terjadi.


Bi Ani tidak perduli jika dia harus kehilangan pekerjaannya. Yang penting Vay mendapatkan keadilan.


"Maaf Pak Hakim, minta waktunya sebentar. saya ingin mengatakan kejujuran yang selama ini saya ketahui dan saya di paksa untuk Bungkam." ucap Bi Ani meminta kesempatan untuk bicara jujur memberi kesaksian yang sebenarnya.


"Silahkan.." ucap Hakim ketua mempersilahkan.


"Selama ini, Tuan Agung, Nyonya Retno dan juga Non Jesie memang selalu melakukan tindak kekerasan pada Non Vay. Mereka memang mengasuh Non Vay dari Bayi, Namun saya lah yang merawat Non Vay sejak Non Vay di bawa kerumah. Non Vay selalu mendapat perlakuan kasar tanpa alasan. Bahkan mereka sudah tidak membiayai sekolah Non Vay sejak SMA dan kuliah. Non Vay bekerja paruh waktu untuk membiayai sekolahnya sendiri. Non Vay juga tidak pernah di berikan Fasilitas yang layak umumnya seorang anak. Gadis itu tidur di kamar pelayan seperti kamar saya. Bahkan mereka tega memberi makan Non Vay hanya dengan Nasi dan sisa Sayur bekas mereka makan. Saya juga membawa Bukti penganiayaanya Pak Hakim. Saya merekam perbuatan biadab itu secara Diam-Diam." jelas Bi Ani secara rinci dan Dia menyerahkan rekaman Video yang berada di ponsel butut milim Bi Ani pada Pak Hakim.


Hakim melihat beberapa Video kekerasan itu dan benar. Disitu terlihat jelas wajah-wajah iblis yang sangat kejam pada Vayola.


Dan Akhirnya, Hakim mengambil keputusan.


"Dengan Ini Tersangka kasus penganiayaan dan kekerasan pada Saudari Vayola akan dikenakan hukuman selama 8th penjara."

__ADS_1


Took Took Took!! 3 kali ketukan palu. Pertanda jika persidangan telah usai.


Vay tersenyum lega mendengar keputusan Hakim. Bahkan dia langsung memeluk Excel dengan erat.


"Terimakasih Tuan, terimakasih.." ucap Vay pada Excel saat memeluk pria itu.


Excel mengangkat tangannya membalas pelukan Vay. Dia juga merasa Lega karena kasus di menangkan oleh mereka.


Vay mengurai pelukannya. Lalu meminta ijin pada Excel untuk membawa Bi Ani ikut bersama mereka.


"Tuan.. Bolehkan Aku membawa Bi Ani bersama Kita? Dia sudah banyak membantu ku. Bahkan dia yang telah merawat ku selama ini. Apa Tuan bisa kabulkan permintaan ku? Aku janji akan bekerja untuk mu. Bahkan aku akan mengabdi selamanya pada Mu, asalkan Bi Ani ikut bersama kita. Aku Mohon.." Pinta Vay dengan menangkupkan kedua tangannya.


Excel mengangguk sebagai jawaban. Vay yang terlalu gembira dengan jawaban Excel, tanpa sadar telah mendaratkan Satu Ciuman Di Pipi Excel.


Deg! Jantung Excel berhenti berdetak sejenak saat Vay menciumnya.


Dia membeku tanpa pergerakan. Sedangkan Vay sudah berlari menghampiri Bi Ani.


"Bi Ani..." teriak Vay memanggil Bi Ani.


"Non Vay, bibi merindukan Non." sahut Bi Ani langsung memeluk Vay.


"Bi, ikutlah dengan ku. Kita akan sama-sama bekerja di tempat Tuan Excel. Dia pria baik yang telah menolong Vay. Bi Ani Mau kan?" ucap Vay pada Bi Ani.


"Mau Non, asal bersama Non Vay bibi Mau." balas bi Ani tersenyum pada Vay.


"Baiklah kita temui Tuan Excel ya." ajak Vay dan langsung menggandeng Bi Ani untuk menemui Excel.


Mereka sudah ada di hadapan Excel sekarang. Vay memperkenalkan Bi Ani pada Excel.


"Tuan, ini Bi Ani. Dan Bi Ani, ini Tuan Excel." ucap Vay memoerkenalkan mereka.


"Bi Ani Tuan," ucap Bi ani mengulurkan tangannya.


Excel menganggukan kepala nya sambil menerima uluran tangan Bi Ani.


"Baik, kita pulang sekarang dan Bi Ani langsung ikut bersama kita." titah Excel pada Vay dan Bi Ani dengan nada yang masih dan akan selalu datar.

__ADS_1


"Tapi, barang-barang saya belum di ambil Tuan," ucap Bi Ani pada Excel.


"Nanti Bibi akan di antar supir untuk mengambil barang-barang Bibi." Jawab Excel yang langsung di angguki Bi Ani.


Mereka berjalan menuju parkiran mobil dan meninggalkan Gedung pengadilan itu.


.


.


_Di Sisi Lain. Agung, dan Retno sudah kembali ke Rutan. sedangkan Jesie juga ikut mengantar orang tuanya. Mereka benar-benar marah pada Bi Ani.


Saat ini mereka masih berada di tempat Besuk Rutan. Mereka bertiga Duduk dan mengobrol disana.


"Dasar pembantu Gak Tau Diri." Umpat Agung dengan penuh emosi.


"Pembantu Sialan!" umpat Retno pula.


"Pa Ma, Sekarang Jesie harus apa?" ucap Jesie yang tidak tau harus bagaimana setelah orang tuanya ada di penjara.


"Kamu harus mandiri sayang. Dan sebisa mungkin kamu jalankan perusahaan Papa dengan benar agar kita tidak jatuh bangkrut. Semoga saja para investor tidak mencabut kerja sama nya. Agar bisnis tetap jalan. Yakinkan mereka jika kamu bisa jadi penerus yang baik." ucap Agung memberi pengertian pada Jesie.


"Baiklah Pa Ma, aku akan melakukannya. kalian baik-baik ya, papa dan mama harus jaga kesehatan. Jesie akan sering menjenguk papa dan mama." ucap jesie pada orang tuanya.


"Kamu juga ya sayang." ucap Retno dan Agung pada jesie.


Mereka berpelukan sebelum Jesie pulang. setelah itu mereka kembali ke sel masing-masing dan jesie pulang ke rumah mewah miliknya.


*******


Mode ngemis ini.!!


kasih dukungannya dong Guys.. lagi patah semangat nih soalnya. udah nulis 2 judul tapi like nya masih sedikit.😭 mengcapek debat terus sama hati. Fisik maunya stop nulis, tapi hati nyuruh lanjut nulis.


Okeylah.. Kita cuci mata dulu sama visual Excel dan Vayola. Cekidot!


__ADS_1



__ADS_2