
_Di kediaman Excel.
Mona datang kembali ke rumah Excel untuk meminta maaf pada Pria itu. Namun saat sampai di sana, Mona tak mendapati Excel.
Saat ini Excel sedang Keluar bersama Daniel untuk mengurus pekerjaan. Sedangkan Vay tidak ikut bersama mereka.
"Nona Mona?" seru Vay menyapa.
"Haii, kau Vay tunangan Excel, apa Benar?" Mona menyapa balik Vay.
Vay menganggukan kepalanya dan menyuruh Mona untuk duduk.
"Excel sedang keluar, apa ada pesan untuk nya? Nanti biar aku sampaikan." ucap Vay mengajak Mona berbincang.
"Ah, aku hanya ingin meminta maaf pada Excel dan kau, atas kejadian beberapa waktu yang lalu. aku sedang khilaf saat itu." jelas Mona dengan wajah sendu.
"Ah, itu. Tidak apa-apa. Hanya insiden saja, dan kami sudah melupakannya." jawab Vay mencoba tersenyum meski hatinya terkoyak kembali mengingat kejadian itu.
"Terimakasih, kalau tidak keberatan aku ingin mengajak mu makan siang sekarang, apa kau mau?" ajak Mona.
"Ah, tentu saja, aku akan meminta ijin pada Excel terlebih dahulu." jawab Vay menerima ajakan Mona.
"Tidak usah, ini hanya makan siang saja sebentar, dan aku yang akan meminta ijin pada Excel, kau tenang saja. Ayo kita berangkat sekarang." Ucap Mona seraya beranjak dari duduknya dan menarik tangan Vay.
Vay merasa tak enak hati jika menolak ajakan Mona. Hingga akhirnya, dia menyetujui ajakan Mona.
Mereka pun menuju salah satu resto di Hotel bintang lima. Hotel itu sangatlah mewah, namun hanya orang-orang berduit saja yang bisa masuk tempat itu. Jadi suasana disana tidak terlalu ramai.
Mona dan Vay masuk ke dalam menuju Resto. Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan dan memesan menu untuk makan siang mereka.
Setelah memesan, Mona meminta ijin ke Toilet pada Vay. Vay hanya mengangguk sebagai jawaban.
Tak butuh waktu lama, Mona sudah kembali ke meja nya bersama dengan Vay.
Makanan juga sudah datang. Mona dan Vay langsung menyantap makan siang mereka.
Sesaat kemudian, Vay merasakan Pusing yang sangat hebat dan juga mengantuk. Vay pun tertidur dengan posisi kepala yang di taruh di atas meja.
Mona tersenyum miring melihat Vay sudah tepar. Dia segera menghubungi seseorang untuk membantunya melancarkan Aksinya.
__ADS_1
Mona sengaja memberikan obat tidur di makanan Vay, dia memiliki niat jahat yang tak di ketahui oleh Vay yang polos.
Dua orang pria datang menghampiri meja Mona dan Vay. Mereka menggendong Vay menuju salah satu kamar Hotel.
Mona memiliki sebuah Rencana Jahat untuk Vay.
Setelah sampai kamar, Mona langsung mengunci kamar itu rapat-rapat.
Mona membuka kemeja yang di kenakan Oleh Vay, menyisakan Tangtop saja. Lalu Mona menyuruh 2 Pria tadi membuka Kaos dan berpose seolah mereka sedang bersenang-senang dengan Vay.
Mona mengambil Foto Vay dan 2 pria itu dengan kamera ponselnya. Setelah mendapat Foto yang Bagus, Mona menyuruh 2 pria tadi membawa Vay ke mobil miliknya sebelum Vay kembali sadar.
Mona kembali memakaikan kemeja Vay sebelum keluar dari kamar Hotel.
Setelah semua beres, Mona membawa Vay pulang ke rumah Excel. Di perjalanan Pulang, Vay sudah kembali sadar.
"Nona Mona, Apa aku tertidur tadi?" tanya Vay seraya mengerjabkan matanya beberapa kali.
"Kau tadi Pingsan Vay, apa kau sakit?" tanya Mona berbohong.
Vay menggeleng cepat sebagai jawaban.
"Aku tadi meminta bantuan petugas Resto untuk membawa mu ke mobil dan mengajak mu segera pulang." jawab Mona berbohong lagi.
"Terimakasih Nona Mona." Ucap Vay tersenyum ramah pada Mona.
Mona menjawabnya dengan anggukan kepala. Bibinya menyunggingkan Senyum Devil.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit, kini Mona dan Vay sudah tiba di kediaman Excel. Vay langsung turun dari mobil Mona.
Sedangkan Mona langsung pamit pada Vay untuk langsung pulang.
Di sisi lain, Excel dan Daniel belum pulang, mereka masih mengurus pekerjaan di luar.
Vay masuk dan langsung menuju kamar melanjutkan tidurnya. Matanya masih sangat berat dan mengantuk. Vay juga heran kenapa rasa mengantuknya tidak sperti biasanya.
Sementara itu, Mona yang masih dalam perjalanan mengambil ponselnya dan mengirim beberapa foto panas Vay dengan 2 pria sekaligus.
Setelah memastikan tanda pesan Centang dua, Mona kembali menyimpan ponselnya.
__ADS_1
.
.
_Di Tempat terpencil di kota jakarta.
Excel dan Daniel tengah melakukan transaksi barang haram. mereka memang selalu bertransaksi di tempat-tempat sepi dan terpencil.
TIING..! Bunyi pesan masuk dari ponsel Excel.
Excel pun membuka pesan tersebut, dan betapa Terkejutnya saat melihat isi pesan dari Mona itu.
Seketika amarah Excel membuncah, rahangnya mengeras dan tatapannya mematikan.
Excel yang tengah emosi, menyuruh Daniel melajukan mobil kembali pulang ke rumah. Daniel pun menurut saja tanpa bantahan.
Daniel mengendarai mobil itu dengan kecepata tinggi atas perintah Tuannya.
Daniel melirik wajah tuannya dari kaca mobil. Ekspresi mengerikan itu membuat Daniel mengingat kejadian 3 tahun lalu.
"Tatapan itu, kenapa Tuan memiliki ekspresi mengerikan sama seperti saat melihat pembunuhan orang tuanya 3th silam." gumam Daniel dalam Hati.
"Oh ya Tuhan, semoga Tuan Excel tak berbuat hal yang mengerikan seperti dulu." imbuh Daniel berucap dalam Hati.
Ya, saat Excel melihat langsung saat orang tua nya di bunuh. seketika Emosi Excel meluap dan Pria itu menghukum para eksekutor suruhan musuh besar orang tuanya itu dengan hukuman yang tak main-main.
Excel tega memutilasi para eksekutor itu membuat mereka mati secara perlahan. Dengan menyiksa mereka terlebih dahulu dengan tangannya sendiri.
Daniel bergidik Ngeri membayangkan kejadian itu. Dia menelan ludahnya dengan susah payah. Tenggorokan Daniel tiba-tiba kering.
*******
Kira-kira Excel bakal hukum Vay tidak ya??
Penasaran?? Yuk subscribe biar gak ketinggalan.
Jangan Lupa Tinggalin Jempolnya, komen, Vote dan beri hadiah yang banyak untuk Author.
Peyuk Cium untuk Readers😍😘
__ADS_1