Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 26


__ADS_3

_Di Tempat terpencil di sebuah Villa milik Mattew.


Vay terbangun dari tidur nya. dan sudah mendapati dirinya di sebuah kamar dengan tangan dan kaki terikat.


"Dimana ini? Seseorang, tolong aku..." Vay berteriak sekuat mungkin, berharap ada seseorang yang mendengar teriakannya.


CKLLEEEEEKKK..! Pintu kamar itu terbuka.


Betapa terkejutnya Vay saat melihat seseorang yang ada di balik pintu itu.


"Tuan Mattew?" seru Vay memanggil nama pria itu.


"Heii Baby, kita bertemu lagi.." sahut Mattew dengan senyum devil.


"Tuan kenapa kau membawa ku kesini?" tanya Vay dengan terisak.


"Urusan kita belum selesai Vay, gara-gara Excel kita harus menunda nya beberapa hari." jawab Mattew sambil menyentuh halus tubuh Vay.


"Ampuni aku Tuan, jangan lakukan hal itu lagi terhadap ku, aku mohon.." pinta Vay pada Mattew.


"Kamu tenang saja, jika Tuan mu Excel mau barter dengan ku, aku akan melepaskan mu. Jadilah anak baik, maka aku tidak akan menyakiti mu." ucap Mattew memberi intruksi pada Vay.


Puas berbincang dengan Vay, Mattew melakukan sambungan telpon pada Excel.


Mattew :"Apa kau merindukan suara ini Excel?"

__ADS_1


Vay :"Aaaaakkhh.... Sakit Tuan." pekik Vay saat rambutnya di tarik oleh Mattew.


Excel :"Jangan sentuh Vay, atau kau akan membayar setiap Luka pada Gadis itu Mat!" ucap Excel mengepalkan tangannya kuat.


Mattew :"Hahaha, jangan banyak Cakap Excel, datang lah kesini jika kau ingin Vay selamat. Jangan bawa pihak berwajib, datang sendiri kita selesaikan ini secara jantan. Jika kau menang melawan Ku, maka Vay akan ku kembalikan pada Mu. Namun Jika Aku pemenang nya, bersiaplah untuk kehilangan gadis itu." Ancam Mattew pada Excel.


Excel :"Katakan kau berada dimana! Aku akan kesana dan membawa uang sebanyak yang kau inginkan."


Vay :"Kau tak perlu datang Tuan, aku baik-baik saja!" teriak Vay berharap Excel mendengarnya. Namun Mattew menutup mulut Vay sengan salah satu tangannya.


Mattew:"Kau terlalu sombong Excel, apa kau pikir aku butuh uang mu? Tidak! Aku hanya ingin kau bersimpuh di kaki ku Excel. Itu saja, mudah bukan? Hahaha!"


Excel :"Cih! Sampai kapan pun aku tidak akan sudi berlutut di kaki mu! Bedebah!"


"Kau salah jika meminta Tuan Excel untuk datang kemari, karena dia tidak akan pernah menemui mu Tuan! Aku bukan lah Tunangan Tuan Excel, aku hanya salah satu dari pekerja Tuan Excel.!" Cecar Vay berbicara pada Mattew.


"kita lihat saja, jika Excel tidak datang, berarti Kau akan Resmi menjadi milik ku. Hahaha! Dan kita akan bermain menghabisakan waktu bersama Baby.


Kau pikir aku melakukan ini hanya demi mendapatkan kau saja? Tentu saja tidak baby! Aku tidak Suka jika Excel memiliki apa yang tidak ku miliki. Dan aku hanya ingin sebuah pengakuan, jika aku lebih unggul di banding dia.! Dan kau adalah pancingan agar Excel mau tunduk pada ku.! Hahaha!" jelas Mattew dengan tawa menggelegar.


Ambisi Mattew untuk mengalahkan seorang Excel adalah hal mutlak. Dia tak ingin jika Excel lebih unggul segalanya di banding dirinya.


.


.

__ADS_1


Sementara di kediaman Excel,


Bi Ani yang panik karena Vay di culik pun jadi lemas. Dia memohon pada Excel untuk menyelamatkan Vay.


Saat ini Excel dan Daniel sedang menyusun rencana untuk menghadapi Mattew. Jujur saja Excel tidak mengetahui rencana apa yang akan dia tempuh untuk menghadapi Mattew, Namun sebisa mungkin dia meminimalisir hal-hal buruk yang akan terjadi.


"Apa Tuan yakin akau menemui mattew seorang diri? Itu terlalu berbahay tuan. Mattew adalah manusia licik." tanya Daniel pada Excel.


"Dia hanya menginginkan ku untuk membuat pengakuan saja,!" jawab Excel dengan perasaan gusar.


"Tuan, jika anda melakukan Hal itu, itu sama saja dengan merendahkan harga diri tuan Excel." terang Daniel.


"Aku tidak perduli Daniel, keselamatan Vay lebih penting.! Aku tidak ingin kehilangan gadis itu. Dia yang membuat hidup ku menjadi lebih bermakna." Jelas Excel dengan nada lebih rendah. Membuat Daniel tak percaya akan penuturan tuan Excel.


"Baiklah, Pakailah ini Tuan, ini adalah Gelang yang di lengkapi dengan GPS. Dan tombol ini adalah sebuah panggilan. Jika tuan Excel dalam bahaya, tekan saja dan nanti akan langsung terkoneksi ke Laptop saya. secepatnya saya akan mengirim bantuan.!" ucap Daniel sambil menyodorkan gelang canggih itu.


Excel mengambil gelang itu dan mengangguk paham dengan penjelasan Daniel.


"Malam ini juga aku akan pergi menemui mattew, Daniel, siapkan beberapa Body guard di perbatasan kota A. Kau juga ikut dengan mereka. Standby selalu dan jangan lengah." titah Excel memberi perintah.


Daniel mengangguk patuh, lalu menghubungi beberapa Bodyguard anak buah Excel.


Excel segera bersiap untuk ke kota A. tak lupa dia membawa senjata Api yang di selipkan dibalik Jaket anti peluru itu. Dia keluar dari kamar nya lalu menuju mobil dan segera melajukan mobil itu ke kota A.


"Aku akan membawa mu pulang Vay, kau milik ku. Dan hanya aku yang bisa menyentuh mu!" gumam Excel saat mengemudi dengan kecepatan Tinggi.

__ADS_1


__ADS_2