Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 43


__ADS_3

_Di Resto tempat pertemuan Vay dan keluarga Bramasta.


Disana sudah ada Dad Rizal dan Mom Melinda duduk di meja yang sudah di pesan oleh Excel.


Excel dan Vay berjalan beriringan memasuki Resto. Betapa terkejutnya saat melihat Mom Melinda. Vay langsung mengingat pertemuannya dan mom Melinda.


Mom Melinda juga sama terkejutnya melihat Vay yang berjalan ke arahnya. Dia menyapa Vay setelah sampai di hadapannya.


"Vay..? Vay kan?" tanya Mom Melinda memastikan.


Vay menganggukan kepalanya.


"Nyonya, anda yang saya tabrak waktu itu di mall, Benar?" tanya balik Vay pada mom melinda.


Mom Melinda tersenyum menganggukan kepalanya.


Semetara itu Excel menyapa Dad Rizal.


"Anda Tuan Rizal, benar?" tanya Excel pada Dad Rizal dengan nada datar khas nya.


Dad Rizal mengangguk mengulurkan tangannya pada Excel.


"Tuan Excel? Senang bertemu dengan Anda." sapa Dad Rizal pada Excel.


Excel menyambut uluran tangan Dad Rizal.


Lalu mereka duduk di tempat masing-masing.


"Oh ya, perkenalkan Ini Vay, dan Vay ini Tuan Rizal Bramasta dan Nyonya Melinda Bramasta." ucap Excel memperkenalkan mereka.


Vay membelalakan matanya saat mendengar nama yang di sebut oleh Excel, Vay terkejut. Lalu menyalami Dad Rizal dan Mom Melinda. Vay mencium tangan mereka bergantian.


"Vay Tuan, Vay Nyonya." ucap Vay pada Dad Rizal dan Mom Melinda.


Saat Vay menyalami Mom Melinda, pandangan Wanita paruh baya itu tertuju pada Liontin yang di kenakan Oleh Vay. Vay mengenaka liontin itu lagi. Liontin yang sama dengan punya mom Melinda.


Dad Rizal pun sama seperti Mom Melinda. Mereka berdua saling pandang seolah memikirkan hal yang sama.


"Jadi, tujuan saya mengundang Tuan Dan Nyonya Bramasta adalah untuk mempertemukan kalian dengan Vay." Excel mengutarakan tujuannya.

__ADS_1


Dad Rizal, Mom Melinda serta Vay mencerna ucapan Excel.


"Jadi, Vay ini di Asuh oleh keluarga Agung Wijaya sejak Bayi, 24 Tahun silam. Dia sedang mencari orang tua kandung nya yang bernama Rizal dan Melinda. dan saya membantu Vay mencari keberadaan orang tua kandungnya. Setelah saya berhasil menemukan tuan Rizal dan Nyonya melinda. Sebuah kebetulan atau mungkin takdir, anda juga sedang mencari keberadaan Putri semata wayang kalian yang bernama Queen. Besar kemungkinan jika Vay ini adalah Putri yang kalian Cari." jelas Excel panjang Lebar.


Vay terdiam mendengar penjelasan Excel. Dia menatap sepasang suami istri itu dengan lekat. Vay memperhatikan mereka bergantian. Wajah Dad Rizal memang mirip dengannya, apa lagi senyum nya.


"Vay, kau mendapat liontin itu dari mana?" tanya Mom Melinda dengan lembut, membuyarkan lamunan Vay.


"Ah, Liontin ini. ini adalah benda yang aku kenakan saat aku di bawa pulang oleh Papa Agung wijaya. Bi Ani yang menyimpannya, bahkan ada Baju, dan selimut bayi juga yang di simpan menjadi satu dengan Liontin ini Nyonya." jelas Vay menjawab pertanyaan Mom Melinda.


"Bi Ani? Siapa wanita itu?" tanya Dad Rizal menyahut pembicaraan istrinya dan Vay.


"Bi Ani adalah Pelayan di rumah Papa Agung, Dia yang merawat ku sejak aku Bayi tuan. Dia menganggap ku seperti anak kandung nya sendiri. Bahkan Beliau yang memenuhi kebutuhan ku seperti Susu, popok dan juga pakaian ganti. Aku menyanyanginya dan menganggapnya seperti Ibu kandung. Karena hanya Dia yang memberikan kasih sayang tulus untuk Ku." Vay menangis menjawab pertanyaan Dad Rizal.


Mom Melinda menghampiri Vay dan memeluk Vay erat. Dia merasa kan apa yang di rasakan Oleh Vay. Bahkan Mom Melinda ikut menitikan air matanya.


"Vay Adalah Anak Yang di sia-sia kan oleh keluarga Wijaya. Mereka memperlakukan Vay tidak layakanya seperti manusia. Vay harus bekerja paruh waktu agar bisa tetap sekolah dan bisa membiayai sekolahnya sendiri. bahkan mereka tak segan menyiksa dan melakukan kekerasan pada Vay tanpa sebab dan alasan yang jelas." ucap Excel melanjukan cerita tentang Vay.


Dad Rizal dan Mom Melinda merasakan sesak pada hati mereka saat mendengar penuturan Excel.


Kini mereka yakin jika Vay adalah Queen. Putri yang mereka cari selama 24 tahun.


"memangnya, Tuan wijaya memiliki dendam apa pada Tuan Rizal?" tanya Excel pada Dad Rizal.


Dad Rizal pun menceritakan semuanya pada Excel dari awal hingga akhir. Vay juga ikut menyimak cerita Dad Rizal. Kini Vay paham jika Papa Agung adalah orang yang sangat Jahat. keputusan Vay untuk memenjarakan Mereka adalah keputusan yang tepat.


"Maafkan Dad karena sudah lalai menjaga mu Honey, Dad janji akan menjaga mu lebih ketat lagi mulai detik ini. Dad Akan mengganti kesakitan mu dulu dengan kasih sayang yang besar. I Love you Honey. Mau kan maafin Daddy?" Ucap Dad Rizal pada Vay dengan penuh rasa bersalah. Air mata Dad Rizal luruh. Dia menghampiri Vay dan memeluk putri yang selama ini di rindukannya. Dad Rizal juga berkali-kali mendaratkan ciuman di Dahi Vay.


Vay membalas pelukan Dad Rizal. Dan menganggukan kepalanya pertanda jika dia sudah memaafkan Dad Rizal.


Tak di pungkiri Vay sangat merindukan moment ini. mempunyai orang tua yang menyayangi nya dengan tulus.


Tuhan telah mengabulkan Doa nya. Keinginan untuk bertemu dengan orang tua kandung nya kini sudah terwujud. Tak henti-hentinya Vay mengucap Syukur.


Kini mereka bertiga berpelukan dengan posisi Vay berada di tengah Dad Rizal dan Mom Melinda.


Excel ikut terharu melihat kebersamaan Vay dan kedua orang tuanya. Dia mengulas senyum kecil di wajah datar nya.


Setelah melewati Obrolan panjang, kini Dad Rizal dan Mom Melinda mengutarakan keinginannya untuk melakukan Tes DNA agar lebih jelas.

__ADS_1


Meskipun mereka sudah sama-sama yakin karena memiliki kemistri yang sangat kuat, namun tidak ada salahnya jika melakukan tes DNA agar semua merasa Yakin.


Vay menyetujui hal itu. Bagitu juga dengan Excel. Akhirnya semua pihak sepakat.


"Vay, mulai sekarang panggil kami Daddy dan Mommy, Okey Honey?" ucap Mom Melinda seraya mengecup Dahi putrinya dan kembali memeluknya.


"Baik Mom, Dad..." seru Vay memanggil Dad Rizal dan Mom melinda. Dia membalas pelukan Mom Melinda dan mencium pipi wanita paruh baya itu.


Vay sangat bahagia mendapat kejutan ini. Dia menatap Excel dan memeluk pria itu di depan Dad Rizal dan Mom Melinda.


"Terimakasih Dear.. Aku menyukai kejutan dari mu." ucap Vay di sela pelukan itu.


Excel mencium Kening Gadis itu, sebagai tanda balasan ungkapan terimakasih Vay pada nya.


Dad Rizal dan Mom Melinda tersenyum melihat kebersamaan Vay dan Excel.


"Ekhemmm.. Apa kalian sudah...??" tanya Dad Rizal pada Excel dan Vay, namun dia tak melanjutkan pertanyaanya karena sudah di serobot oleh Excel.


"kami baru saja resmi menjalin Hubungan. Dan Saya berniat untuk melamar Vay secepatnya tuan, nyonya." jawab Excel menatap Dad Rizal dan Mom Melinda secara bergantian.


"Ah, Syukurlah.. Sepertinya Vay sangat beruntung mendapatkan Pria sebaik dirimu tuan." jawab Mom Melinda tersenyum pada Excel dan Vay.


"Panggil saja Excel nyonya. Dan aku juga sangat beruntung mendapatkan Gadis tangguh seperti nya." jawab Excel juga mengulas senyum kecil pada Mom Melinda.


"Baiklah Excel. Dad, kita akan memiliki menantu." ucap Mom melinda pada Excel, lalu beralih pada Dad Rizal, dia begitu terharu dan bahagia.


Dad Rizal menganggukan kepalanya ikut berbahagia.


********


Part kali ini panjang banget. Sampe kriting jarinya.


tadinya mau di buat 2 part, tapi gak jadi. Karena Authornya terlalu seneng nulis part ini.😁


akhirnya Vay dan orang tua kandung nya bertemu.


Nantikan kelanjutannya ygy!


Jangan lupa kasih dukungannya. Terimakasih😘

__ADS_1


__ADS_2