
Excel dan Vay sudah berada di salah satu kamar mewah Hotel berbintang.
Kamar dengan ukuran yang luas, Di lengkapi fasilitas Satu Set Sofa beserta Tv, Kulkas Mini, kamar mandi mewah, serta tempat tidur berukuran King Size.
Ya, Excel memang memesan kamar mewah itu untuk Bulan madu.
Excel juga sudah mempersiapkan beberapa pakaian ganti untuk nya dan istrinya.
"Wuah.. Kamar nya luas sekali, seperti lapangan Futsal dear." celoteh Vay membuat Excel merasa Geli. Meskipun sudah menjadi orang kaya, tapi sifat katrok nya masih melekat di diri Vay.
"Kan kita memang mau bermain bola." goda Excel berbisik di telinga Istrinya.
Kata-kata Excel membuat Vay bergidik ngeri.
"Habislah Aku.." gumam Vay dalam hati.
"Dear, bisa bantu aku?" pinta Vay pada suaminya saat dia kesusahan membuka sanggul di rambutnya.
"Kemarilah.." Excel menepuk Sofa, menyuruh istri nya untuk duduk di sampingnya.
Vay pun menurut apa kata suaminya. Dia pun duduk membelakangi suaminya.
Excel mulai melepas satu persatu jepit rambut kecil yang menancap di rambut istrinya.
Kini Rambut Vay sudah tergerai indah sempuran setelah Excel berhasil melepas jepit rambut itu.
"Apa sudah selesai Dear?" tanya Vay saat pergerakan Suaminya terhenti.
"Belum, sebentar lagi." bohon Excel menjawab pertanyaan istriny.
__ADS_1
Excel pun menurunkan Resleting gaun yang di kenakan oleh istrinya, menyibak rambut panjang milik istrinya itu ke samping.
Terpampang sangat jelas punggung dan Bahu putih dan mulus milik istrinya itu. Excel menelan ludahnya kasar. Dia pun mencium lembut punggung istrinya dari bawah hingga ke atas Bahu istrinya.
Vay pun tersentak saat merasakan sentuhan lembut bibir suaminya di belakang sana. Tubuhnya tiba-tiba kaku. Jantung nya mulai berdetak tak terkendali. mulutnya pun terasa kelu untuk menolak atau menerima perlakuan suaminya.
Hingga Excel berbisik lirih di telinga Vay. "Mandilah, lalu istirahat.."
Ya, Excel menyuruh Vay untuk membersihkan diri dan beristirahat, Acara resepsi membuat tubuh keduanya lelah.
Tanpa menjawab ucapan Suaminya, Vay pun langsung beranjak dari sofa menuju kamar mandi.
Excel terkekeh pelan saat istrinya sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
Dia tahu jika Istrinya belum siap untuk menjalankan tugas nya malam ini.
Sementara di dalam kamar mandi, Vay memegangi jantung nya yang serasa ingin lepas dari tempatnya.
"Tenang Vay, jangan panik, kau tinggal menutup mata dan menikmatinya. Okey, ya benar begitu." Vay melanjutkan bicara dengan dirinya sendiri.
Kemudian Vay memutar kran Shower, mengguyur kepala nya agar otak nya tidak berfikir hal-hal buruk yang akan terjadi di atas ranjang nanti.
Satu Jam berlalu, Vay akhirnya keluar dari kamar mandi mengenakan Handuk kimono berwarna putih, serta rambut yang di bungkus dengan handuk.
Excel menatap Istrinya dengan satu alis yang terangkat, istrinya nampak kikuk saat menatap nya.
Excel pun mengahampiri Istrinya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Kenapa..?? Hmmm??" tanya Excel dengan bersedekap dada.
__ADS_1
"Ah, eumm.. Itu.. Anu..!" Vay jadi semakin di buat salah tingkah oleh Excel. di menggaruk pipi nya yang tidak gatal.
Excel mengulas senyum lalu memeluk istrinya. Seolah tahu apa yang sedang terjadi pada istrinya.
"jangan takut, aku tidak akan memintanya sebelum kau siap Lovely." ucap Excel di sela pelukannya.
"Kau tidak marah?" tanya Vay dalam dekapan Excel.
"Tentu saja tidak, aku sudah berjanji tidak akan menyakiti mu lovely." jawab Excel membuat hati Vay menjadi tenang.
"Terimakasih sudah mengerti Dear.." sahut Vay.
"Ini adalah pengalaman pertama untuk kita, aku ingin menjadikan moment berharga ini menjadi berkesan. Bukan paksaan." Ucap Excel memberi pengertian pada Istrinya.
Vay mengangguk menyetujui ucapan sang suami.
"Gantilah pakaian mu, lalu istirahat. Aku akan mandi." titah Excel pada istrinya.
Excel pun berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
***********
Sabar ygy!
Part Panas nya di Bab selanjutnya😁
Othor mau tapa dulu biar dpt petunjuk untuk nulis Part mantap-mantap😂
Jangan lupa kasih dukungannya😘
__ADS_1
.