Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 28


__ADS_3

_Masih di Villa Terpencil Milik Mattew.


Mattew mendelik melihat banyaknya pasukan yang di Bawa oleh Daniel.


Dan saat itu juga, Mattew berniat untuk kabur dari Villa, namun Mattew tak kehabisan akal, dia menodongkan Senjata api miliknya di kepala Vay.


"STOP!!!" teriak Mattew menggelegar.


Semua orang yang ada disana seketika menghentikan aktivitas nya. Dan melihat ke arah Mattew, tak terkecuali Excel.


"Excel, kau sangat curang tenyata. Aku menyuruh mu untuk datang kesini sendiri, namun kau membawa banyak pasukan. Tapi tidak apa-apa, itu tidak penting untuk ku. yang ku inginkan sekarang hanya pengakuan kelemahan mu saja, makan Vay akan kembali pada mu, tapi jika kau tidak mau maka Nyawa Vay akan melayang ikut menyusul kedua orang tua mu. Sekarang pilih, Harga diri mu atau Gadis ini??" tanya mattew memberikan penawaran.


Mattew pikir, jika dia harus melepaskan Vay untuk saat ini, tak apa, yang penting mattew sudah menjatuhkan harga diri Excel. Namun jika dia memilih kehilangan Vay, ya sudah.. Mungkin Mattew belum beruntung mendapat wanita cantik seperti Vay.


Namun dalam Hati Mattew yakin, Jika Excel akan lebih memilih Harga dirinya di bandingkan Vay.


"Baiklah akau akan menentukan pilihan ku," ucap Excel seraya mendekati Mattew.


Dengan langkah gontai, tubuhnya yang remuk serta menahan rasa nyeri si sekujur tubuhnya, Excel terus melangkahkan kakinya.


Vay benar-benar ikhlas jika Excel memilih Harga dirinya. Dan itu tandanya, Vay akan mati di tangan Mattew.


Ya, mungkin ini salah satu pengorbanan Vay untuk Excel karena sudah menyelamatkan hidup nya dua kali. dan dengan Vay pergi, maka Hidup Excel akan berjalan normal seperti dulu lagi.


"Tuan, jangan jatuhkan harga diri yang selama ini kau bangun dengan susah payah, anggap saja kematian ku adalah satu pengorbanan ku untuk mu, karena kau sudah begitu baik pada Ku. Dan ini adalah bentuk pengabdian ku pada mu.Kembalilah Tuan jangan hiraukan ucapan tuan mattew. Dia hanya Gila Kekuasaan saja. Maafkan aku karena telah membuat hidup mu sulit seperti ini. Dan setelah kepergian ku, kau akan kembali hidup dengan damai." ucap Vay mencoba meyakinkan Tuannya, agar tak salah ambil keputusan.

__ADS_1


Excel membeku mendengar penuturan Vay, begitu tulus dan baiknya hati Vay. Excel pikir, kehilangan Harga diri itu bukan suatu hal yang buruk di banding dia harus kehilangan Vay untuk selamanya.


Excel mengumpulkan tenaga sebelum mengambil keputusan. Namun tiba-tiba ...


JLEEEBBBB..!! Pisau berukuran kecil mendarat di perut Mattew.


Mattew terjatuh saat merasakan tubuhnya lemas dan perutnya terasa sakit.


semua orang kembali baku hantam antara anak buah Mattew dan body guard Excel.


Excel membantu Vay melepas ikatan di kaki dan tangannya. Setelah terlepas Mereka segera meninggalkan Villa Itu, Excel yang sudah terluka parah membuatnya kesulitan untuk berjalan.


Hingga Mattew berhasil meraih senjata apinya yang terjatuh lalu menarik pelatuk itu ke arah Excel.


"Tuan Awass..!!!" teriak Vay mendorong tubuh Excel hingga terjungkal.


Tembakan Mattew berhasil mengenai Vay. Peluru itu menembus tubuh Vay di bagian dada. Gadis itu langsung ambruk dan dari tubuhnya mengeluarakan darah segar.


"Vaaaaayyyyyy...!!!" Teriak Excel memanggil nama Gadis itu.


Dia berdiri dari tempatnya terjatuh dan menghampiri Vay dengan langkah kaki pincang.


Daniel yang mengetahui itu langsung melesatkan tembakannya ke arah Mattew.


DUUAARR DUAARRR DUAARR..!!

__ADS_1


Mattew langsung terkapar dan tewas di tempat.


Setelah memastikan Mattew tewas, Daniel langsung berlari menghampiri Tuannya dan juga Vay.


"Tuan, biar aku bantu bawa Non Vay." tawar daniel yang ingin menggendong tubuh gadis itu.


"Tidak, jangan sentuh Vay Ku.! Biar aku saja yang membawa Vay. Siapkan mobil nya." titah Excel memberi perintah pada Daniel.


Dengan sisa tenaga yang Excel Punya, dia mengankat tubuh Vay dan menggendong nya menuju mobil.


"Bertahanlah Vay, kita akan segera tiba di rumah sakit." ucap Excel saat Vay sudah berada dalam gendongannya.


Daniel sudah siap mengantar Excel dan Vay ke rumah sakit terdekat. Saat Excel dan Vay sudah masuk mobil, Daniel langsung melajukan Mobilnya dengan kecepatan Tinggi menuju Rumah Sakit.


Excel berada di Jok belakang bersama vay. Dia mengusap kepala Gadis itu dengan sayang. Excel menangis melihat Gadis itu tak berdaya.


Sesekali Excel mencium tangan dan juga Dahi Vay, mencoba menyalurkan kekuatan pada Gadis itu.


"Kau tidak boleh pergi, Kau harus terus bersama ku Vay.." lirih Excel mengajak bicara gadis itu.


Daniel melihat Tuannya menangis dari kaca mobil. Ini kali kedua Excel menangisi seseorang. Yang pertama Kedua orang tuanya saat meninggal dan ini yang kedua. Menangisi Gadis yang baru saja di kenalnya 3 bulan lalu.


Feeling Daniel tentang Vay benar. Bahwa gadis itu telah berhasil meluluhkan Hati Tuannya.


setelah sekian lama, akhirnya Excel membuka hati untuk seorang Gadis. Dan ini adalah Cinta Pertama Excel. Begitu pula dengan Vay, Excel adalah Cinta pertama untuk nya.

__ADS_1


Meskipun mereka belum mengungkapkannya, namun tindakan mereka sama-sama membuktikan jika saat ini mereka saling mencintai dan tak ingin kehilangan satu sama lain.


__ADS_2