Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 69


__ADS_3

_Keberangkatan Vay dan keluarga ke London.


Weekend cepat sekali datang, hari ini Excel mengantar keberangkatan keluarga Bramasta sampai bandara internasional jakarta.


Betapa beratnya hati Vay harus menjalani Long Distance Relationsip dengan kekasihnya. Sedari tadi Vay tak melepas genggaman tangan Excel, seolah gadis itu takut jika Excel pergi darinya.


10 menit sebelum pesawat Take Off.


Excel masih membujuk Vay agar tidak perlu mengkhawatirkan hal apa pun yang akan terjadi di masa yang akan datang.


"Lovely, kita hanya terpisah jarak saja, bukan terpisah Alam. Jadi jangan risau kan apa pun. Lakukan tugas mu dengan baik, lalu segeralah kembali bersama ku. Jarak akan mengajarkan kita tentang kesetiaan dan rasa percaya, itu akan semakin membuat hubungan kita menjadi lebih kuat jika kita berhasil melaluinya dengan baik." jelas Excel memberi pengertian pada Vay.


"Lalu bagaimana jika aku merindukan mu Dear?!" jawab Vay dengan air mata yang sudah mulai jatuh membasahi pipi nya.


Excel tersenyum tipis sambil menghapus air mata kekasihnya.


"Kita bisa melakukan Panggilan Video, tenang saja." Excel tak hentinya membujuk kekasihnya yang merajuk.


"Sudah sayang, jangan menangis. Setelah kau bisa memimpin Bramasta Group dengan Baik, kita bisa pulang ke Indonesia dan memantau perusahaan dari sini." jelas Dad Rizal pada Putri semata wayang nya, seraya mengusap puncak kepala putrinya sayang.


Excel mengangguki ucapan Dad Rizal. Ya setidaknya, Excel bisa fokus dan menjadi lebih semangat untuk meraih semua mimpinya dengan cepat.

__ADS_1


Setelah kekasihnya kembali, maka dia akan menikahi Vay.


"Apa yang di katakan Daddy benar, kamu harus semangat, disini aku juga berjuang demi masa depan kita, jadi Ayo kita kewati masa ini bersama. Okey Lovely?" jelas Excel sambil mengelus pipi kekasihnya lembut.


Vay pun tersenyum dan mengangguk sekali dengan mantap!


Mereka berdua kembali berpelukan sebelum masuk ke pesawat.


"Kabari aku setelah sampai London ya?" ucap Excel masih memeluk kekasihnya.


"hmm.." jawab Vay dengan lemas.


Excel terus tersenyum mengiringi langkah kepergian Vay hingga senyum itu perlahan memudar saat langkah Vay semakin jauh dan tak terlihat.


Excel menghela nafas panjang, ada rasa sesak di dalam hatinya. Ini pertama kalinya Excel terpisah jarak yang sangat jauh dengan kekasihnya.


Meskipun dia yang paling tegar, namun tak dapat di pungkiri, hatinya pun berat harus menjalani LDR dengan Kekasihnya.


Ya, Excel menganggap ini bagian dari ujian cinta mereka. dan mereka harus bisa melewatinya.


Excel kembali ke Cafe miliknya karena hari masih siang.

__ADS_1


Sementar Vay sudah duduk di kabin pesawat. dia merasa separuh jiwanya hilang.


Selama di perjalanan Vay hanya duduk diam melihat ke luar jendela pesawat. Disana hanya terlihat awan putih yang sangat tebal.


Ingatan tentang Excel memenuhi isi otaknya. Sepertk kaset yang rusak, kenangan indah itu seperti berputar putar di pikirannya.


"Non, makan dulu. ini sudah waktu jam makan siang." ucap Bi Ani membuyarkan lamunan Vay.


Bi Ani menyodorkan nampan berisi makanan dan minuman pada Vay. Gadis itu pun menerima nampan nya dari tangan Bi Ani .


"Ah, iya Bi terimakasih." ucap Vay masih dengan wajah yang lesu.


Bi Ani hanya menggeleng saja melihat gingkah Non Vay nya. Wanita paruh baya tersebut mengulas senyuman kecil, Solah tau apa yang tengah dirasakan oleh Putri Asuh nya itu.



Excel mode kalem😎


************


Jangan lupa kasih dukungannya ygy😘

__ADS_1


__ADS_2