
Bi Ani sudah pulang dari Mengambil Barang-barang nya. Melihat Vay yang berlari menuruni tangga Bi Ani pun memanggil gadis itu.
"Non, kenapa lari-larian di dalam rumah?" teriak Bi Ani pada Vay.
Mendengar teriakan bi Ani, Vay pun menghentikan langkahnya.
"Ah, tidak Bi, bibi sudah pulang? Aku bantu beresin barang-barang nya ya?" ucap Vay mengalihkan perhatian Bi Ani.
"Boleh, Bibi juga ingin menunjukan sesuatu pada Non Vay." sahut Bi Ani sambil mengulurkan tangannya pada Vay.
Vay pun menerima uluran tangan Bi Ani dan membantu membawa Tas berukuran besar berisi pakaian bi Ani.
Setelah sampai kamat Bi Ani, Vay pun langsung membantu Bi Ani menata Barang nya.
"Selesai..! Oh ya, Bi Ani bilang ingin menunjukan sesuatu pada Vay? Apa itu?" tanya Vay saat sudah rampung membantu Bi Ani.
Bi Ani memberikan Kotak berisi pakaian Bayi, selimut dan liontin bernama seorang.
"Bi ini punya siapa?" tanya Vay saat membuka kotak itu.
"Itu punya Non Vay saat pertama kali di bawa oleh Tuan Agung dan Nyonya Retno. Bibi sengaja simpan barang itu, tapi Bibi lupa memberikannya pada Non Vay karena kotaknya juga terselip. Dan saat mengemas tadi pagi di rumah Tuan Agung, kotaknya ketemu. Yu sudah Bibi Bawa dan bibi kasih kan pada Non Vay sekarang juga keburu lupa. Hehe.." ucap Bi Ani menjelaskan panjang lebar.
Vay meraih Liontin itu dan ada nama seseorang yang tertera di sana.
__ADS_1
"Rizal, melinda. Apa Bi ani mengenal nama ini?" Vay bertanya dan menunjukan liontin itu pada Bi Ani.
"Tidak Non, Bibi tidak mengenal nya. Atau jangan-jangan itu nama orang tua kandung Non Vay?" ucap Bi Ani menebak-nebak.
"Bisa jadi Bi, terimakasih ya Bi, biar benda ini Vay simpan. Nanti biar Vay coba cari keberadaan mereka lewat jejaring media sosial. Semoga saja Ini langkah Awal untuk Vay menemukan Orang tua kandung Vay ya Bi?" seru Vay tersenyum pada bi Ani. Air mata nya jatuh tak terbendung.
Bi Ani meraih tubuh Vay dan memeluknya.
"Amiinn.. Semoga Non Vay segera bertemu dengan mereka." ucap Bi Ani yang ikut menangis.
Vay melerai pelukan itu dan meminta bi ani untuk memasangkan liontin itu.
"Bagus Non, Bibi rasa ini bukan benda murah, ini seperti perhiasan mahal yang di pesan khusus." ucap Bi Ani sambil mengamati.
"Iya Non, eh leher Non Vay kenapa merah-merah?" tanya Bi Ani spontan.
Deg! Vay tersentak mendengar pertanyaan dari Bi ani.
"Ah, ii-Ini... ii-itu.. Di gigit serangga kecil bi, tak perlu khawatir." jawab Vay gagap juga gugup.
"Ohh.. di gigit serangga toh.. Kok di rumah mewah Ada serangga ya? Kayak di kebon!" balas Bibi tanpa rasa curiga.
Vay tertawa kikuk mendengar penuturan Bi Ani. Dia benar-benar malu saat ini.
__ADS_1
.
.
_Di tempat Lain. Di Sebuah Apartemen mewah di jakarta.
Daddy Rizal dan Mommy Melinda sudah tiba di Indonesia hari ini. Mereka yang baru saja tiba di bandara langsung menuju Apartemen yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama di Indonesia.
Tak butuh waktu lama, Dad Rizal dan Mom Melinda sudah sampai si Apartemen mewah yang di Beli Oleh Dad Rizal beberapa waktu lalu, saat dia dan istrinya memutuskan untuk tinggal di indonesia.
"Akhirnya sampai juga di Apartemen, Aku sangat lelah sekali Dad." ucap mom Melinda seraya merebahkan tubuhnya di sofa.
"Bagaimana? Apa Mom nyaman tinggal di sini?" tanya Dad Rizal pada istrinya.
"Aku menyukai nya Dad, untuk tinggal berdua saja, ini terlalu besar." jawab Mom Melinda.
"Tak Apa, saat Queen ketemu, dia akan ikut tinggal disini bersama kita." seru Dad Rizal.
"Dad, sepertinya besok kita harus berbelanja untuk kebutuhan kita." Ucap Mom Melinda pada suaminya.
"Baiklah.. Besok kita akan pergi." jawab Dad Rizal sambil memeluk sang istri.
Rencana untuk mencari Vay adalah tujuan awal mereka pindah ke indonesia. Semoga Tuhan segera mempertemukan mereka dalam keadaan yang Baik.
__ADS_1