Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 12


__ADS_3

_Kini Excel dan Vay tiba di kediaman mewah milik Excel pada pukul 19.00 malam


Mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam.


Vay menghentikan langkahnya saat akan menaiki tangga menuju kamar Excel.


Excel yang melihat langkah Vat terhenti langsung menegur nya.


"Kenapa?" tanya Excel singkat.


"A-Aah.. Itu, anu.." jawab Vay bingung.


"Jawab dengan benar!" sentak Excel meninggikan suaranya. Karena dia tidak suka jika ada orang berbicara bertele-tele.


"Saya tidak bisa tidur di kamar Tuan Excel lagi." jawab Vay dengan cepat.


"kau bisa pakai kamar tamu untuk tempat mu beristirahat." ucap Excel lalu berjalan terua menaiki tangga menuju kamarnya.


belum sempat Vay mengucapkan terimakasih, namun Excel sudah pergi dulu meninggalkannnya.


Vay akhirnya menemui Pelayan untuk menunjukan dimana letak Kamar Tamu.


Pelayan itu langsung menunjukan kamar tamu Pada Vay. Kamar tamu nya terletak di lantai dua Rumah mewah milik Excel. Satu lantai dengan kamar Excel.


Tak lupa mengucap terimakasih pada pelayan sebelum Vay masuk ke Kamar dan beristirahat.

__ADS_1


Pelayan itu pun tersenyum membalas ucapan Vay.


Sikap Vay yang ramah, sopan dan Santun membuat siapa saja yang bertemu dengannya langsung jatuh hati. Kecuali Keluarga Angkatnya.


Entah memiliki dendam apa mereka dengan Vay, hingga tega berbuat jahat pada Gadis malang itu.


Vay melongo saat masuk dan melihat kamar itu, Fasilitas kamar tamu itu sangat lengkap, ada Tv dan juga kamar mandi di dalam nya. Kasur berukuran besar dan juga mewah, lalu Ac. Berbeda jauh dengan kamarnya di rumah wijaya.


"Masyaallah... Alhamdulillah, Terimakasih Ya Tuhan, sudah mempertemukan ku dengan Tuan Excel. Dia sangat baik pada ku." gumam Vay tersenyum mengingat kebaikan Tuannya.


Vay yang lelah karena menjalani proses visum seharian ini, akhirnya tidur terlelap di kasur yang empuk dan juga lembut. Lagi Pula ini sudah jam 19.00 jadi tidak ada salahnya tidur lebih cepat agar tubuhnya cepat pulih kembali.


Di sisi lain, Excel tengah sibuk memeriksa pekerjaannya. seharian menemani Vay Visum membuat pekerjaannya menumpuk. Belum lagi dia harus mengurus kasus Vay.


Pukul 22.00 Excel baru menyelesaikan pekerjaanya. Namun dia tiba-tiba teringat akan Vay.


Akhirnya dia keluar dari kamar dan mencari keberadaan gadis itu. Dia langsung menuju kamar tamu mengingat perintah nya pada Vay untuk menggunakan kamar itu.


Tooookkk Tooookkkk...!!


Excel mengetuk pintu kamar tamu itu, namun tidak ada jawaban.


"Apa Gadis sudah tidur?" gumam Excel sendiri.


Di memutuskan untuk membuka pintunya dan tidak terkunci.

__ADS_1


CKKKLLEEEKK..!!! Excel membuka pintu itu perlahan takut membangunkan Vay. Pikir Excel.


Excel masih di ambang pintu, memastikan apakah gadis itu ada di dalam atau tidak. Dan Excel menemukan seseorang yang tengah dia cari sedari tadi.


Excel masuk lebih dalam ke kamar itu dengan pelan. Dia melihat Vay sudah tertidur pulas dengan posisi mengekrutkan tubuhnya. Mungkin dia kedinginan karena tidak terbiasa tidur menggunakan Ac.


Excel menarik selimut dan menutupi tubuh kurus itu. bibirnya mengukir senyuman manis yang tidak dapat di lihat oleh semua orang termasuk Vay.


Excel mengulurkan tangannya merapikan rambut Vay yang berantakan menutup sebagian wajahnya, menyelipkan rambut itu di telinga Vay.


"She looks So Prety.." lirih Excel berkata dan hanya dia yang bisa mendengarnya.


Entah dapat dorongan dari mana, Excel mendaratkan satu ciuman di dahi milik Vay. Dia melakukannya dengan lembut dan perlahan agar tak membangunkan gadis itu.


Aroma wangi dari tubuh Vay menyeruak masuk ke indra penciuman Excel, membuat Jantung Excel berdegup tak karuan saat mencium dahi Vay. Entahlah... Excel juga tak mampu mengartikan perasaan itu.


Sementara Vay menggeliat, namun dia tidak terbangun dari tidur lelapnya.


Puas melihat Vay, Excel memutuskan untuk segera keluar dari sana. dia tak ingin menganggu tidur gadis itu.


Excel berjalan kembali ke kamarnya. Dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia tersenyum saat mengingat wajah Vay.


"Sepertinya aku sudah gila.." gumam Excel sendiri.


"Oh God..." seru Excel lagi sambil menutup wajahnya dengan bantal.

__ADS_1


Dia salah tingkah. Sikapnya seperti seorang remaja yang baru kasmaran.


__ADS_2