Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 15


__ADS_3

Kini Excel dan Vay sudah berada di meja makan. Mereka makan bersama seperti biasa dengan Vay yang melayani Excel.


Excel menerima piring yang di berikan oleh Vay, lalu segera menyantap hidangan makan malam itu.


"Rasanya kenapa berbeda?" gumam Excel dalam Hati.


"Bi.." panggil Excel pada bibi pelayan.


"Ya Tuan," jawab bibi mendekati Tuannya.


"Ini masakan siapa?" tanya Excel tetap datar.


"Aku Tuan, maaf jika rasanya tidak cocok dengan lidah Tuan." sahut Vay menundukan pandangannya takut.


Excel terkejut mendengar ucapan Vay. Pria itu semakin mengagumi Vay dari segi mana pun. Cantik, pintar, sopan, lucu, strong dan kini bertambah jago masak. benar-benar sempurna di mata Excel.


"Ekhhemm.. Rasanya tidak buruk, hanya sedikit terlalu asin." bohong Excel tak mau mengakui jika masakan Vay sungguh nikmat dan terasa pas di lidahnya.


"Maaf Tuan," jawab Vay dengan perasaan kecewa.


Excel melihat raut wajah Vay yang sedih, namun dia malah tersenyum kecil. Pria itu suka sekali mengerjai Vay.


Makan malam selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Namun Vay tidak bisa tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar kamar dan duduk di ayunan yang ada di Garden.

__ADS_1


Vay mendongakan kepalanya menatap bintang-bintang dan berbicara sendiri.


"Tuhan, jika memang ini adalah Takdir ku, Aku akan menjalaninya dengan rasa Ikhlas. Maafkan aku jika keputusan ku untuk memenjarakan orang tua angkat ku adalah sebuah kesalahan dan dosa. Dan satu Hal lagi Tuhan, aku ingin mengetahui siapa Orang tua kandung ku, Bisakah aku menemui mereka Tuhan? Aku sangat merindukan sosok mereka. Jika mereka masih Hidup dan sudah memiliki keluarga yang baru, aku tak apa. Aku berjanji tidak akan marah kepada mereka karena sudah membuang ku. Namun jika mereka sudah tiada, tunjukan pada ku dimana Pusara mereka." Ucap Vay dengan tangis pilu.


"Ayah, Ibu... Apa saat ini, kalian juga merasakan rindu sama seperti ku?" imbuh Vay lagi.


Gadis itu menangis terisak menyembunyikan wajahnya dengan memeluk lutut kakinya.


Excel menyaksikan Tangisan Vay dari balkon kamarnya, bahkan dia mendengar semua ucapan Gadis itu.


Jujur saja, Excel merasa sakit melihat Vay yang seperti ini. Dia bejanji akan segera menuntaskan kasus ini dan cepat menemukan keberadaan Orang tua Kandung Gadis itu.


.


.


Polisi Sudah tiba di kediaman Wijaya, dan membawa surat penangkapan untuk Agung Wijaya dan istrinya Retno.


Tooookk!!! Toookkk!!! Polisi mengetuk pintu utama Rumah itu.


Bi Ani yang membukakan pintu terkejut melihat ada beberapa polisi di depan pintu itu.


"Selamat malam, Apa benar ini Rumah Tuan Agung Wijaya?" tanya polisi pada Bi Ani.


"Benar Pak, ada perlu apa ya?" tanya bi Ani balik.

__ADS_1


"Kami harus membawa Tuan Agung dan Ibu Retno ke kantor polisi untuk di mintai keterangan tentang kasus penganiayaan dan kekerasan yang di duga di lakukan oleh Tuan Agung wijaya Dan Ibu Retno pada Saudari Vayola Jasmine Wijaya selaku Korban." jelas komandan polisi pada Bi Ani.


Bi Ani semakin terkejut dengan penuturan Polisi itu. Di berfikir jika Vay telah berada di tempat yang tepat saat ini.


Di Sisi lain, mendengar suara ribut di luar, Tuan Agung wijaya dan Retno langsung keluar untuk mencari tahu siapa tamu yang datang dan membuat keributan di rumahnya.


"Ada Apa ini?" Tanya Agung pada semua orang yang ada disana.


"Tuan Agung, dan Ibu Retno silahkan ikut kami ke kantor polisi untuk di mintai ke terangan tentang kasus penganiayaan dan tindak kekerasan yang Anda lakukan terhadap Saudari Vayola Jasmine Wijaya 3 hari yang lalu." ucap komandan polisi itu pada Agung dan Retno.


"Anda salah Pak, bagaimana bisa kami menganiaya putri kami sendiri, itu laporan palsu pak. Bahkan Vay sedang tidak berada di rumah pak, siapa yang melapor?" jelas ibu Retno dengan nada tinggi penuh Emosi.


"Silahkan Jelaskan di Kantor Tuan, Nyony. jika memang kalian tidak bersalah, kalian akan kembali di bebaskan." ucap komandan polisi itu lagi.


"Ajudan, bawa Tuan Agung dan Ibu Retno." titah komandan polisi itu pada semua ajudannya.


"Baik komandan!" jawab semua ajudan.


Mereka langsung membawa Agung Wijaya dan Retno masuk ke dalam mobil Polisi. mereka sempat berontak, namun tenaga mereka tak cukup kuat untuk mengalahkan tenaga para polisi itu.


Jesie saat ini sedang tidak ada di rumah, gadis itu sedang liburan dan belum mengetahui hal yang menimpa Orang tuanya.


Di Dalm mobil, Emosi Agung dan Retno membuncah, darahnya mendidih, tidak terima di perlakukan seperti ini.


Dalam benak mereka bertanya-tanya. Siapa orang yang telah menolong gadis Sialan itu?!!

__ADS_1


__ADS_2