
3 Bulan berlalu dengan Cepat, Kini Cafe milik Excel sudah siap Beroperasi. Cafe itu di beri nama 'Cafe EXVAY' Singkatan dari nama Excel dan Vayola.
Cafe kekinian yang mengusung konsep Ala Eropa, membuat semua orang tertarik dan ingin datang ke Cafe itu.
Tak Hanya tempat yang bagus dan Keren, Semua Menu yang ada di sana juga Enak, dari makanan hingga minuman. Yang pastinya banyak Varian dari menu khas Indonesia hingga Menu Khas Eropa. Soal Harga, mereka memberikan Harga yang Normal saja, pokoknya gak bikin kantong jebol.
Bahkan mereka menawarkan Diskon hingga 50% bagi Food Vloger yang promosikan Cafe EXVAY.
Satu minggu beroperasi, Cafe Exvay semakin ramai pengunjung. Bahkan orang-orang rela mengantri agar bisa mencoba menu dan berfoto di sana.
Bahkan Excel ikut turun tangan langsung membantu para pegawai nya. Vay membantu Excel mengenakan Celemek, agar baju nya tidak kotor.
"Kau semakin Tampan memakai celemek ini Dear." sanjung Vay dengan tersenyum manis pada Excel.
Excel memutar bola matanya malas. baginya mengenakan celemek seperti itu membuat harga dirinya jatuh.
"Eih, senyum dong..! Masa Mau layani pengunjung pasang wajah datar dan dingin begitu? Yang ada pengunjung pada kabur Dear..! Senyum hiii.." Ucap Vay seraya mengajari Excel untuk tersenyum menampakan gigi putihnya.
"Tidak, aku tidak bisa tersenyum pada semua orang.!" tolak Excel seraya meninggalkan Vay yang masih berdiri di ruang kantor Excel.
Excel membantu di bagian kasir saja. Dan menyuruh penjaga kasir itu untuk melayani pengunjung.
Sedangkan Vay ikut melayani dan mengantar makanan seperti pekerjaan nya dulu.
"Selamat datang di Cafe Exvay kaka, mau pesan apa?" sambut Vay tersenyum ramah seraya menyodorkan buku menu pada 4 pria bujang yang masih muda dan ganteng.
"Kaka nya cantik banget ya? Boleh kenalan gak ka? Nama ku Edrik Ka," Puji salah satu bujang itu sambil mengulurkan tangannya mengajak Vay berkenalan.
__ADS_1
Vay merasa kikuk akan hal itu. Dia pun hanya tersenyum kaku pada para bujuan itu dan menyambut uluran tangan anak muda itu.
"Vay.." jawab Vay singkat. Lalu segera menarik tangannya kembali.
"Oh, kak Vay. Boleh minta nomor WA nya kak?" timpal anak muda yang bernama Edrik tadi.
"Maaf, saya sudah menikah. Itu suami saya." bohong Vay seraya menunjuk Excel yang sedari tadi menatap mereka dari kejauhan.
4 bujang tadi menoleh ke Arah yang di tunjuk Vay. wajah mereka langsung pucat pasi saat melihat Ekspresi mematikan dari Wajah Excel.
"Oh, maaf ya Ka, kirain belum menikah. Hehe!" Ucap bujang bernama Edrik itu tersenyum garing.
Setelah Vay mencatatat pesanan, dia menuju ke dapur untuk meletakan Note pesanan pada Chef di dapur.
Dia melintasi Excel. lalu Excel menarik tangan Vay hingga menubruk tubuh Excel yang tengah duduk di meja kasir.
"Tapi Dear..." sahut Vay namun tidak melanjutkan ucapannya karena langsung di potong oleh Excel.
"Aku tidak suka kau di lihat pria lain dengan tatapan Mesum!" serobot Excel memotong pembicaraan Vay.
"kau cemburu Dear?!" goda Vay sambil menaik turunkan alisnya.
"Tidak!" jawab Excel dengan cepat.
"Iya!"
"Tidak!"
__ADS_1
"Iya!"
Vay memicingkan matanya seraya bersedekap dada menatap Excel tajam.
"Dasar Kang Gensi. Mengaku cemburu saja tidak mau!" ketus Vay seraya membuang muka tidak mau menatap Excel.
Excel pun mencubit pipi Vay Gemas.
"Dasar Ganit! Iya aku cemburu! Puas?!" sahut Excel masih mencubit gemas pipi Vay.
Vay mengembangkan senyum nya saat Excel mengakui jika dirinya Cemburu.
"Pesanan meja nomor 12 Siap!" ucap Chef seraya menekan bel lonceng.
Vay pun beranjak dari duduknya mengambil nampan berisi banyak menu dari meja dapur yang terhubung langsung dengan meja kasir.
"jangan Genit!" ucap Excel memberi peringatan pada Vay.
"Baik Pria kulkas ku! Aku hanya akan mengantar makanan saja lalu kembali kesini. Jangan khawatir, Hati ku sudah penuh dengan nama mu." Patuh Vay seraya memberikan gombalan pada Excel. Dan mengerlingkan matanya pada pria kulkas nya.
Excel menggeleng pelan mendengar gombalan Vay yang terasa Geli di telinganya.
**********
Jangan lupa kasih dukungannya ygy😎
Terimakasih😘😘
__ADS_1