
Excel tiba di indonesia pagi-pagi buta, dan Bi Ani yang membukakan pintu untuknya. Karena Bi Ani saat ini sedang memasak sarapan untuk orang rumah setelah sholat subuh.
"Bi, Apa kabar?" seru Excel ketika tahu orang yang ada di balik pintu adalah Bi Ani. Tak lupa Excel menyalami dan mencium tangan ibu Asuh istrinya itu.
"Baik Tuan, Tuan bagaimana? kabar baik juga kan?" tanya balik bi Ani seraya berjalan di sisi Excel yang berjalan memasuki rumahnya.
"Excel sangat pusing memikirkan Vay Bi. Apa ibu hamil memang begitu? Mood nya berubah-ubah?" jawab Excel dengan raut wajah lelah karena perjalanan panjang dan semalaman tak bisa tidur memikirkan istrinya yang merajuk pada Nya.
"Bibi juga tidak tahu tuan, Bibi kan belum pernah hamil dan punya anak." ucap bi Ani menjadi sedikit sedih saat mengingat akan garis takdirnya.
Excel menghentikan langkahnya dan memeluk ibu Asuh istrinya itu sambil meminta maaf.
"Maaf, Excel tidak bermaksud menyakiti Hati bi Ani." ucap Excel setelah melerai pelukannya.
"Tidak Apa-apa Tuan, bibi tidak sakit hati dengan ucapan tuan Excel." sahut bi Ani menjawab permintaan maaf Excel dengan senyum tipis.
Excel merasa lega mendengar jawaban bi Ani. Ia pun langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.
Excel membuka pintu saat sampai di depan kamar nya. Dia masuk mencari keberadaan istrinya.
Pria yang akan berstatus Ayah itu menemukan istrinya tengah muntah di depan Wastafel.
Ia pun melempar jas dan meletakan kopernya begitu saja dan langsung menemui sang istri.
"Lovely, maafkan aku telah meninggalkan mu." seru Excel sambil memijit pelan tengkuk leher belakang Vay.
Vay terkejut dengan kepulangan suaminya. Dia buru-buru membasuh mulutnya yang kotor karena muntahan.
"Dear... Kau pulang" ucap Vay sambil memeluk erat suaminy.
"Kan istri ku yang meminta ku untuk segera pulang." sahut Excel membalas pelukan istrinya.
__ADS_1
Vay mendongakan kepalanya menatap suaminya tajam.
"jadi kau tidak ikhlas menuruti permintaan?! Kau jahat Dear.!" ucap Vay dengan ketus.
Vay melepas pelukannya lalu meninggalkan suaminya dengan wajah sengit. Dia menghentakan kakinya berjalan menuju tempat tidur.
"Astaga, apa yang salah dari ucapan ku?" gumam Excel merasa bingung lalu menyusul sang istri.
Excel dudul di samping istrinya yang tengah duduk bersandar dengan tangan bersedekap dada.
"Lovely, maafkan aku. aku akan menuruti semua permintaan mu hari ini, tapi jangan marah lagi ya?" bujuk Excel sambil mengusap pipi istrinya yang sedikit gembul.
Vay mengembangkan senyum nya lebar mendengar ucapan suaminya. Dia menatap suaminya lalu menubruk tubuh Excel.
"Okey aku setuju." seru Vay di dalam dekapan Excel.
Excel merasa lega setelah berhasil membujuk Istrinya. Dia pun mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Mereka mandi bersam sambil melepas rindu. sehari semalam tak bertemu membuat keduanya saling merindu satu sama lain.
Setelah 2 jam mandi, kini mereka sudah rapi dan wangi.
Mereka keluar untuk sarapan bersama keluarga bramasta yang lain.
Setelah sampai meja makan, mereka menyapa semua orang yang ada disana.
Dad Rizal dan Mom melinda tak terkejut dengan kembalinya Excel, karena bi Ani sudah memeberi tahu mereka perihal itu.
Excel menarik kursi untuk istrinya duduk. lalu setelah nya Excel duduk di sebelah istrinya.
Vay ingin makan di suapi suaminya. pokoknya hari ini Vay akan bermanja ria dengan suami kulkas namun tampan gak ketulungan.
__ADS_1
Excel menyuapi istrinya dengan perasaan senang dan telaten.
Porsi makan Vay memang sangat banyak semenjak Hamil. Vay menghabiskan 2 piring nasi uduk buatan bi Ani.
Dad Rizal dan Mom Melinda geleng-geleng melihat putrinya yang makan dengan banyak itu.
"Sayang, pelan-pelan makannya." ucap Mom melinda menasehati putrinya.
"Mom bilang normal-normal saja jika aku banyak makan saat hamil dua janin?!" sungut Vay menyanggah ucapan sang Mommy dengan mulut penuh nasi.
"Hadeh, iya memang tidak apa-apa, yang jadi masalah itu cara makan kamu. Kamu seperti Ikan Hiu yang mencaplok manusia hidup-hidup." jawab mom melinda dengan nada lembut agar putrinya tak tersinggung.
Tapi Vay malah Menangis kencang saat di ingatkan oleh Mom Melinda.
"Huaaaa..... Mom jahat pada Vay. Padahal Vay makan demi cucu Mom.!" ucap Vay dengan bederai air mata namun masih menerima suapan suaminya.
"Aiiihhh... Merajuk sambil makan. Wkwkwk" Mom melinda malah tertawa terbahak dengan tingak Putrinya yang sedang mengalami Mood swing efek Hamil.
Tak hanya mom melinda, dad Rizal dan Bi Ani pun sama. Mereka menertawakan Vay bersama.
Excel juga ingin tertawa saat ini karena tingkah istrinya. Namun dia menahannya sekuat mungkin agar istrinya tidak semakin merajuk.
"Dear, kenapa tidak membela ku?" sentak Vay pada suaminya yang tidak memberikan respon apa pun saaat dirinya di olok oleh orang tua nya.
"Ah, iya kamu benar sayang, lanjutkan makannya. Ayo buka mulut nya. Aaaaa...." jawab Excel dengan jantung tak aman. Takut istrinya memgamok.
Vay mencaplok suapan suaminya dengan kasar dan sedikit emosi. Di menatap tajam suaminya dengan tatapan mematikan.
Excel menelan ludah nya kasar sambil mengulas senyum termanis nya.
Percaya lah, Excel saat ini tengah bergidik ngeri. Istrinya lebih menyeram kan di banding musuh nya yang seorang mafia.
__ADS_1
*********
Jangan lupa dukungannya Bestie😘