Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 42


__ADS_3

_Kabar baik untuk Vay


Saat ini Vay tengah berdiri di depan Lemari, dia sedang memilih baju untuk acara Dinner nanti malam.


Ya, Excel mengajaknya untuk bertemu dengan seseorang dan ini adalah acara penting. Vay harus terlihat Perfect agar Excel tidak merasa malu karena telah mengajak dirinya.


Saat Vay tengah sibuk menjajal baju-bajunya, Excel mengetuk pintu kamar Vay yang terbuka.


Toookk Tookk..!! "Lovely kau sedang apa?" tanya Excel yang masih di ambang pintu.


Vay menatap ke arah sumber suara. "Dear, bantu aku memilih baju." jawab Vay yang sedang frustasi saat ini.


Excel pun menghampiri kekasihnya itu.


"Pakai yang ini saja." ucap Excel menunjuk setelan rok sepan warna hitam dan atasan berwarna putih.


Vay mengambil stelan itu. "Ini? Apa ini tidak terlalu simple? kamu bilang, ini pertemuan penting. Apa tidak apa-apa memakai pakaian ini? ini kurang gelamour Dear.." Cecar Vay seraya menempelkan setelan itu ke tubuhnya menghadap cermin.


"Pakai saja, itu tidak berlebihan. Dan kau terlihat seperti remaja jika memakai style itu." jawab Excel seraya meraih pinggang Vay yang ramping.


Vay mengulas senyum, dan langsung mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya yang datar dan dingin namun tampan maksimal itu.


Excel juga tersenyum mendapat satu ciuman dari Vay.


"Ini.." ucap Excel menunjuk bibirnya agar Vay mencium bibir miliknya itu.


"Dasarr Genit." Vay mencubit dada Excel gemas.


Excel pun tertawa. Dia paling suka jika menggoda kekasihnya itu.


"Sudah Sore, cepatlah mandi dan bersiap." titah Excel seraya melepas tangannya dari pinggang Vay.


Tak lupa dia mencium Dahi kekasihnya itu, tanda jika dia sangat menyayangi Vay.


Vay juga sangat menyukai hal itu. Bahkan dia merasa ada yang kurang jika Excel lupa atau belum mencium Dahinya.

__ADS_1


"Baiklah.. Aku akan mandi dan sholat terlebih dahulu setelah itu aku akan bersiap." jawab Vay setelah Excel mencium Dahinya.


Excel pun mengangguk. Dia benar-benar Bangga pada kekasihnya itu. Selalu mengutamakan ibadah sebelum melakukan apa pun.


Excel keluar dari kamar Vay, dia juga akan bersiap. Setelah sampai kamar, Dia menyuruh Daniel untuk menghubungi Tuan Rizal dan Nyonya Melinda.


Ya, Excel akan mempertemukan Vay dengan mereka.


.


.


_Di tempat lain di sebuah Apartemen milik keluarga Bramasta.


Dad Rizal memberitahu kabar gembira ini pada Mom Melinda. Setelah lama menanti kabar dari Daniel untuk pertemuan mereka dengan Excel. Kini Akhirnya Daniel menghubungi mereka lagi dan mengajak mereka untuk bertemu di sebuah Resto di pusat Kota jakarta.


"Baik, saya akan sampai tepat waktu tuan Daniel, terimakasih selamat Sore." ucap Dad Rizal dari sambungan telpon.


"Bagaimana Dad?" tanya Mom Melinda dengan raut wajah tegang karena menunggu jawaban Dad Rizal.


"Tuan Daniel mengajak kita bertemu malam ini. Dan Tuan Excel akan membawa gadis yang kemungkinan itu adalah Queen Putri kita." jawab Dad Rizal dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.


Tak di pungkiri, mereka benar-benar bahagia saat ini. Semoga saja, Mereka benar-benar bertemu dengan Queen, Putri semata wayang mereka.


.


.


_Pukul 19.00


Excel dan Vay sudah siap untuk berangkat makan malam.


Vay terlihat Cantik dengan baju pilihan Excel.


__ADS_1


Rambut Vay memang jarang sekali di ikat, Vay menyukai rambut yang tergerai begitu saja. Dan itu membuatnya terlihat anggun seperti remaja 17 tahun.


Sedangkan Excel masih setia dengan Tuxedo warna Hitam nya.


Kesan datar dan dingin selalu jadi ciri khas Pria itu, di tambah dengan pakaian serba hitam, membuat siapa pun yang melihatnya akan takut pada Pria Kulkas itu.



Ini Versi Pria Kulkas pas mode senyum ygy!😎


Excel melingkarkan tangannya di pinggang Vay, berjalan menuju mobil. Tak lupa Vay berpamitan pada Bi Ani. Ibu Asuh kesayangannya.


Setelah berpamitan dan masuk mobil, Excel duduk di kursi penumpang bersama Vay, dan Daniel yang akan mengantar mereka.


Daniel jadi Obat nyamuk di antara Excel dan Vay. Pasangan muda yang tengah Bucin-Bucin nya itu selalu bermesraan dimanapun mereka berada.


"Dasar Bucin akut." gumam Daniel dalam hati melihat kemesraan Vay dan tuanny dari kaca mobil.


Excel mengetahui jika Daniel sedang menggerutu membicarakannya dalam hati.


"Makanya jangan jomblo, jadi iri kan?" celetuk Excel dari kursi belakang.


"Pacaran Cuma bikin pusing tuan, apa lagi kalau cemburu buta." jawab Daniel menyindir Balik Excel.


"Kau sudah bosan hidup Daniel?" ancam Excel pada Daniel.


"Ah, tidak tuan, aku hanya bercanda. Hehehe." jawab Daniel Dengan Panik dan tersenyum kaku.


"Dear, jangan begitu. Kau tampak menyeramkan dan membuat ku takut." sahut Vay dengan raut wajah sendu.


"Baiklah.." Excel menjawab singkat lalu mengecup tangan Vay.


"hmmm... Sepertinya, tuan Excel sudah ketemu dengan pawang nya. Xixixixi.." gumam Daniel dalam Hati meledek Sang Big Boss.


*********

__ADS_1


Tinggalin Jempolnya ya guys...janga lupa komen, Vote dan Kasi Hadiah untu Author.


Follow dan Subscribe agar tak ketinggalan kisah Excel dan Vay. Terimakasiih😘😘


__ADS_2