Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 19


__ADS_3

30 Menit kemudian. Excel dan Vay tiba di tempat acara. Rumah Mettew itu juga sudah ramai orang.


"Ingat, Mainkan peran mu dengan Totalitas. Kita juga bisa melakukan kontak fisik jika memang di butuhkan. Hindari mengobrol dengan orang Asing. Dan jangan pernah menjauh dariku. Paham?" ucap Excel memberi Instruksi pada Vay sebelum turun dari Mobil.


"Baik.." jawab vay menganggukan kepala.


Excel turun lebih Dulu dan membukakan pintu untuk vay.


"Bismillahirrohmanirrohim.. Vay kau bisa! Ingat ini hanya bagian dari pekerjaan. Jangan kecewakan Tuan Excel." gumam Vay dalam Hati.


Excel dan Vay berjalan beriringan dengan Vay yang memeluk lengan milik Excel.


Semua orang menatap ke Arah Mereka. Siapa yang tidak kenal dengan Excel Juan Alexander di kalangan binis Haram itu. Pengusaha Muda, tampan dan juga kaya raya. Semua gadis meninginkan Pria itu untuk di jadikan seorang suami. Namun Vay lah yang beruntung mendapatkan Hati Excel.


Vay berjalan dengan mengembangkan senyumnya. Siapa pun yang melihat Gadis itu akan terpesona oleh kecantikannya.


tak berselang lama mereka sudah bertemu dengan tuan Mattew.


"Selamat Malam tuan Excel, terimakasih sudah datang memenuhi undang ku. Kau membawa siapa Tuan?" sapa Mattew dan langsung bertanya saat melihat gadis cantik yang di bawa oleh Excel.


"Ah, perkenalkan ini Vay tunangan ku. Honey, perkenalkan ini Tuan Mattew dan Tuan Mattew ini Vay." ucap Excel dengan penuh rasa bangga.


"Heii Nona, Aku Mattew. Senang bisa bertemu denngan Mu Nona Vay." ucap Mattew sambil mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan milik Vay.


"Vay Tuan." ucap Vay langsung menarik tangannya.


Excel geram dengan sikap Mattew pada Vay. dan tatapan Mattew pada Vay seolah ingin merebut Vay dari Excel.


"Gadis yang menarik, dan aku menginginkannya." gumam Mattew dalam hati.


"Silahkan Nikmati jamuan kami, aku harus menemui yang lain." ucap Mattew pada Excel dan Vay. Mattew mengerlingkan matanya mencoba menggoda Vay. Namun Vay pura-pura tak melihatnya.


Acara jamuan itu berjalan lancar. semua pebisnis yang ada disini adalah pebisnis haram. banyak musuh Excel yang berada pesta itu. Termasuk orang yang membunuh kedua orang tua nya.


Excel semakin geram melihat mereka. rasanya ingin mendekati mereka lalu melayangkan tinju pada para iblis itu.


Namun Excel sadar jika saat ini mereka ada di tempat umum. Dan terpaksa Excel meredam Emosinya untuk saat ini.


"Haii Excel, kau ada disini?" sapa seorang gadis cantik putri dari salah satu pebisnis haram.


"Heii Mona, apa kabar?" sapa Excel balik.


Mona dan Excel melakukan Cipika cipki. Bahkan Mona tak segan untuk memeluk Excel.

__ADS_1


Vay hanya diam saja melihat interaksi keduanya. Ya, dia sadar akan posisinya. Namun ada bagian hati kecil Vay yang tersentil melihat mereka yang nampak begitu akrab, seketika Excel melupakan keberadaan Vay saat ini.


"Aku merindukan mu Excel." ucap mona.


"Aku juga. Sejak kapan kau kembali ke Tanah Air?" tanya Excel menyambung obrolan.


"Baru satu minggu yang lalu, aku di beri tugas oleh papa untuk meneruskan bisnis ini. Ya mau tidak mau aku harus pulang dari amerika." jawab mona.


"Kau sendirian Mona?" tanya excel lagi.


"Aku dengan papa, beliau sedang bersama rekan yang lain. Kau datang dengan siapa Execl?" tanya balik Mona.


"Ah, aku bersama Tunangan ku. Kenalkan ini Vay. Dan Vay ini Mona, putri dari rekan bisnis ku. Kami sudah lama berteman. Karena orang tua ku dan orang tua mona dulu bersahabat." ucap Excel menjelaskan pada Vay.


"Aku Mona," ucap mona mengulurkan tangannya pada Vay.


"Vay, senang bertemu dengan anda Nona Mona." balas Vay Ramah.


Akhirnya mereka bertiga duduk satu meja dan mengobrol. Bukan mereka sih, lebih tepatnya hanya Mona Dan Excel saja. Sedangkan Vay hanya duduk bosan disana.


"Aku bosan sekali, aku tunggu di luar saja deh." gumam Vay dalam Hati.


Vay beranjak dari duduk nya dan meminta ijin pada Excel.


"Baiklah, jangan lama." balas Excel tanpa melihat ke arah Vay.


Vay pun berjalan keluar Rumah mewah milik Mattew. Dan duduk di Ayunan yang ada di taman samping rumah itu.


"Huufftt... Apa gunannya mengajak ku kesini jika aku tak di anggap?" gerutu Vay dengan bibi manyun.


"Heii Vay," Sapa Mattew pada Vay.


"Tu-Tuan Mattew?" jawab Vay gagap.


"Kenapa tidak masuk ke dalam?" tanya Mattew sambil menyodorkan minuman Orange jus pada Vay.


"Ah, tidak aku sedang ingin melihat taman ini sebentar." balas Vay tersenyum kikuk pada Mattew dan menerima gelas berisi orange jus itu.


Mattew tersenyum miring saat Vay menerima minuman darinya.


"Minumlah Vay, aku membawakannya khusus untuk mu." titah Mattew pada Vay.


"Ah, tentu tuan." jawab Vay seraya meneguk orange jus itu.

__ADS_1


"Kau sudah lama kenal dengan Excel?" tanya Mattew basa-basi sambil menunggu reaksi Vay setelah minum orange jus darinya.


"baru sekitar satu bulan, awh.. Kepala ku pusing." ucap Vay tertahan saat kepalanya merasa pusing.


setelah itu pandangan Vay jadi kabur dan..


Bruukk..!! tubuh Vay ambruk menimpa mattew.


Taman itu tidak terlalu ramai orang, dan itu kesempatan untuk mattew membawa Vay masuk ke kamarnya sekarang.


Mattew sengaja memberikan Obat terkutuk pada Vay saat melihat gadis itu berada di taman sendirian.


Setelah membawa Vay, Mattew menunggu reaksi obat terkutuk itu.


Sementara itu, Excel tengah mencari keberadaan Vay. Dia geram karena tak kunjung menemukan Vay. Hingga Excel bertanya pada salah satu pelayan disana.


"Apa kau lihat gadis cantik dengan gaun berwarna hitam di sekitar taman?" tanya Excel pada pelayan itu.


"Iya saya melihatnya Tuan. Dan sepertinya tadi gadis itu sedang pingsan karena tadi tuan Mattew membawa gadis itu masuk ke dalam kamarnya." jawab pelayan itu dengan pasti.


"Apa kau yakin?" tanya Excel memastikan.


"Iya Tuan." jawab pelayan itu menganggukan kepalanya.


"Shiitt!! Mattew bedebah!" umpat Excel berlari menuju ke dalam Rumah mewah itu.


Sedangkan di Kamar Mattew, Vay sudah sadar dari pingsannya. Dan dia merasakan panas di sekujur tubuhnya. Sepertinya obat itu sudah mulai bereaksi.


"Ya Tuhan kenapa rasanya panas sekali." ucap Vay sambil mengipaskan tangannya.


"Heiii Cantik.. Apa kau sudah merasa ingin bercinta sekarang sayang?" ucap Mattew menyentuh lembut lengan Vay.


"Jangan sentuh!" pekik Vay melempar Mattew dengan bantal.


"Jangan panik sayang, aku akan membantu mu melepas hasrat." Ucap Mattew semakin mendekati Vay.


"Toloong.." teriak Vay, namun rasa panas itu sudah tak bisa di kendalikan.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi pada Ku." gumam Vay dalam hati. Dia menangis saat ini.


Mattew semakin berhasrat saat melihat Vay menangis. Itu tandanya tubuh Vay sangat menginginkan untuk di cumbu.


Mattew merengkuh tubuh Vay, dia mencumbui gadis itu. Tanganya mencoba membuka gaun yang di kenakan oleh Vay. Vay menerima sentuhan itu namun batinnya menjerit menolak perlakuan Mattew.

__ADS_1


Vay menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2