Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 81


__ADS_3

2 minggu berlalu, Vay, Baby Raquel dan keluarga bramasta sudah menempati Rumah baru mereka.


Excel juga ikut membantu proses pindahan tersebut.


Dan rencana pernikahan Excel dan Vay akan segera di gelar 2 bulan mendatang.


Persiapan pernikahan sudah mencapai 50%. Tinggal menyebar undangan dan Foto Prewedding saja.


Mereka mencetak dua ribu undangan untuk teman, keluarga, rekan bisnis dan para karyawan perusahaan bramasta dan Cafe Exvay.


Bisa di bayangkan seperti apa meriahnya pesta pernikahan yang akan mereka gelar nanti.


Sedangkan Gedung, catering dan baju pengantin sudah di booking.


Ya, mereka di bantu oleh Mom Melinda dan Dad Rizal dan juga Daniel.


Daniel kini sudah mulai bekerja dengan Excel lagi. Karena bisnis tuan Steve yang mandek dan Daniel kehilangan pekerjaanya.


akhirnya Excel menawarkan pekerjaan pada Daniel sebagai manager di cabang 2 Cafe Exvay.


Dengan senang hati Daniel menerima pekerjaan tersebut. Bisa bekerja dengan Tuannya Excel adalah kebahagiaan untuk Daniel.


Sementara itu, kini seluruh keluarga bramasta tengah berada di ruang tamu.


"Gimana rumahnya Vay, Mom?" tanya Dad Rizal pada dua wanita kesayangannya.

__ADS_1


"Vay suka Dad, sangat nyaman. Tidak terlalu besar cocok untuk kita yang hanya tinggal berempat, eh berlima dengan Baby Raquel." jawab Vay dengan wajah berbinar.


"Syukurlah.." sahut Dad Rizal.


"Ah ya, Dad, sebentar lagi Vay dan Excel akan menikah. Lalu bagaimana dengan perusahaan Daddy di London? Tidak mungkin Vay bisa terbang setiap bulan untuk meninjau perusahaan. belum lagi nanti saat aku hamil dan punya Baby," Vay mengutarakan isi hatinya pada Daddy nya, dan meminta solusi dari semua orang.


"Sayang, Kan ada Excel. Biar Excel yang ambil alih tugas kamu. Tidak perlu khawatir." sahut Mom Melinda memberikan solusi.


"iya, Mommy kamu benar. Biar Excel yang bantu Handle perusahaan yang ada di London. Kamu bersedia kan Excel?" tanya Dad Rizal pada calon mantunya.


Semua orang menatap ke arah Excel menanti sebuah jawaban dari pria itu.


Excel pun mengangguk sebagai jawaban.


"Baik Dad, Excel bersedia. lagi pula, Cafe sudah di Handle oleh Daniel, jadi tidak masalah jika Excel membantu pekerjaan Vay." Jawab Excel pada Dad Rizal.


Excel mengulurkan tangannya mengusap puncak kepala Vay sayang.


Owwweeeee... Ooweeee..... Tangis Baby Raquel.


mendengar Baby Raquel menangis, Vay bergegas menghampiri Bay berusia 5 bulan itu.


"Cup cup sayang, putri Bunda... Baby haus? Mau mimi susu iya?" Vay mencoba menenangak baby Raquel yang berada di gendongan Bi Ani.


Baby Raquel tidak mau minum susu nya, dan masih saja menangis kencang.

__ADS_1


Vay pun mengambil alih Raquel dari Gendongan Bi Ani, bukanya diam malah Baby Raquel semakin kencang menangis.


Semua orang bergantian menggendong Baby Raquel. Mom melinda dan Dad Rizal mencoba menenangkan Cucu perdana mereka.


Namun tetap saja Baby Raquel masih menangis kencang.


Hingga Excel merasa tak tega mendengar tangis bayi itu. Dia pun mengambila alih Baby Raquel dari gendongan Vay.


"Sini Biar aku coba gendong," Excel mengankat tubuh bayi mungil itu lalu menggendong nya dengan posisi mendekap di dada Excel.


"Jangan nangis ya Cantik.. Shhhutt... Shhuutt..." Excel menimang baby Raquel sambil mengusap punggung kecil Bayi itu.


Dan berhasil..!!


Baby Raquel langsung diam dan tenang berada di dekapan Excel. Bahkan Baby Raquel langsung tertidur pulas di gendongan Excel.


"Ternyata pengen di gendong sama Ayah nya.." lirih Vay bicara di hadapan Excel agar Baby Raquel tidak terbangun dari tidur nya.


Excel mengulas senyum di wajah tampan nya. Dia merasa bahagia saat Vay menyeru dengan panggilan 'ayah'.


**********


Ayo kasih dukungannya.😘


ada yang merasa terganggu gak dengan kehadiran Baby Raquel di tengah-tengah Excel dan Vay??😁

__ADS_1


Ayok kasih sarannya dengan komen di bawah!😎


Terimakasih🤗


__ADS_2