
_Pagi Hari Di kediaman Bramasta.
"Mom, Bi, Vay mengirim pesan. Katanya saat ini dia sedang menemani Excel di RS. Excel mengalami insiden buruk, dan Dia harua di rawat." ucap Dad Rizal pada Mom melinda dan bi Ani, seraya memperlihatkan pesan yang di kirim Vay ke ponselnya pada mereka.
Mom Melinda dan Bi Ani jadi khawatir dengan Excel.
"Dad, apa tidak sebaiknya kita menjenguk Excel?" usul Mom melinda.
Bi Ani menganggukan kepalanya pertanda setuju.
"Iya Tuan, sebaiknya kita menjenguk tuan Excel dan memastikan kondisi Non Vay." imbuh Bi Ani melengkapi usulan mom Melinda.
"Baiklah, setelah sarapan kita akan ke RS.!" jawab Dad Rizal menyetujui usulan Mom Melinda dan Bi Ani.
Mereka pun melanjutkan sarapan Pagi terlebih dahulu sebelum jalan ke RS.
.
.
_Di Rumah Sakit.
Excel sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP pagi ini. Vay dan Daniel masih setia menunggu Excel.
__ADS_1
Vay duduk di samping brankar Excel. Dia meraih tangan kekasihnya dan mengecup nya lembut.
"Daniel, sebaiknya kamu pulang terlebih dahulu dan bersihkan dirimu. Baju mu yang penuh darah itu akan menjadi masalah jika di lihat banyak orang. Dan obati juga luka mu lalu beristirahatlah. Biar aku yang menjaga Excel disini. Lagi pula, Excel belum sadar dari obat bius nya, jadi tidak terlalu merepotkan. Aku akan beristirahat dan tidur di sofa saja." ucap Vay memberi perintah pada Daniel.
Daniel menganggukan kepalanya patuh dengan perintah Gadis itu.
"Nona Vay butuh sesuatu?" tanya Daniel pada Vay.
Vay menggeleng pelan menjawab pertanyaan Daniel.
"Baiklah, saya permisi." ucap Daniel seraya pergi dari ruang rawat Excel.
Kini tinggal Vay dan Excel disana. Gadis itu tak melepaskan genggaman tangannya, dan tangan yang satunya menyentuh pipi Excel dengan lembut.
Beberapa kali dia menguap, semalaman tidak tidur karena insiden pertempuran itu. Gadis itu pun beranjak dari duduk nya, mencium dahi Excel dengan lembut dan lama. Seolah menyalurkan energi pada kekasihnya itu. Lalu duduk kembali dan mencoba untuk tidur.
Tak butuh lama, Vay sudah tertidur pulas. Suara dengkuran halus nya menandakan jika saat ini dia benar-benar lelah.
Saat Vay tertidur, Excel malah tersadar dari obat bius nya.
Dia mengerjabkan matanya beberapa kali, mencari kesadarannya yang sempat hilang.
Excel meringis saat seluruh tubuhnya terasa nyeri dan sangat sakit. "Awh..." pekik Excel saat lukanya terusik sedikit.
__ADS_1
Dia mengedarkan pandangannya dan menemukan Vay sedang tertidur dengan posisi tangan yang di lipat sebagai bantalan.
Excel tersenyum melihat kekasihnya itu. Seketika rasa sakit yang dia rasakan tadi menghilang entah kemana.
Dia mengulurkan tangannya mengusap puncak kepala kekasihnya.
"terimakasih telah menjaga ku Lovely." gumam Excel dalam hati.
Di sisi lain, Dokter masuk dengan seorang perawat. Excel langsung mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Milik Excel sendiri, memberi kode pada Dokter dan perawat itu agar tidak berisik, Dan membuat Vay terbangun.
Dokter dan perawat itu pun hanya menurut saja pada Excel Seolah mereka paham apa yang di maksud Excel. Mereka berjalan pelan tanpa suara.
Dokter langsung memeriksa kondisi Excel. Pasiennya itu sudah membaik, semua nya normal dari denyut nadi, detak jantung dan tensi nya.
"Sepertinya anda sudah memiliki obat mujarab." ucap Dokter seraya tersenyum menatap Excel dan melirik Vay yang tengah tertidur.
Excel hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Dokter.
Dokter dan Perawat itu pun keluar dari Ruangan Excel setelah selesai memeriksa.
**********
Jangan lupa kasih dukungannya ygy!😘
__ADS_1
Terimakasih readers yang baek dan cakep🤗