Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 4


__ADS_3

_Di Rumah Mewah Excel


Di Sebuah Ruang Kerja, Excel duduk dengan posisi menghadap belakang di kursi kebesarannya. Hingga hanya memperlihatkan punggung Lebar nan kekar Pria datar itu.


"Tuan, Tamu Anda Sudah Datang." Ucap penjaga datar tadi setelah dirinya dan Vay tiba di Ruangan Excel, Pria Datar dan Dingin itu.


Vay semakin bergidik ngeri dan takut. Rumah Mewah itu nampak Sepi sekali, hanya ada beberapa orang pelayan dan penjaga.


Rumah mewah dengan interior serba hitam terasa kental dengan aura mistik atau mungkin Horor.


"Pergilah.." titah Excel pada penjaga datar atau bisa di katakan Anak Buah nya.


Kini tinggal Vay dan Excel di ruangan itu.


"Tu-Tuan.." sapa Vay memecah keheningan di antar mereka.


Excel membalik tubuhnya dan berjalan mendekati Vay.


Vay menundukan kepalanya takut, tidak berani menatap Excel. Jantungnya berdetak lebih cepat dan tubuhnya gemetar.


"Seperti Perjanjian kita, kau akan bekerja dengan ku sebagai Asisten Pribadi Ku, Untuk mengganti uang Ganti Rugi yang kita sepakati kemarin." Ucap Excel tidak mau basa-basi.


"Tapi aku sudah bekerja Tuan, aku tidak bisa menjadi asisten pribadi mu." Tolak Vay karena memang itu kenyataanya.


"Berani kau membantah?" sentak Excel sambil mencengkram kedua pipi Vay.


Excel berbicara tepat di wajah Vay, bahkan nafas hangat Excel terasa menyapu wajahnya.


"Ti-tidak Tuan, tapi aku harus tetap bekerja agar aku bisa makan dan tetap Hidup." jelas Vay dengan terbata.


Excel melepas cengkraman nya dari pipi Vay.


"Kau tenang saja, kau bisa makan dan tinggal disini, lalu kau bisa pergi setelah Hutang Ganti Rugi mu Lunas!" ucap Excel lagi memberi penawaran.


Vay nampak berfikir sejenak. Dia merasa ini kesempatan untuknya pergi dari Rumah orang tua angkatnya yang jahat.


Tapi, apa dengan tinggal disini, hidup dia akan lebih baik? Pikirnya lagi.


Excel menunggu jawaban Gadis itu. Dia sedikit geram akan hal itu.

__ADS_1


"Maaf Tuan aku tidak bisa tinggal disini. Aku memiliki keluarga. Bagaimana jika orang tua ku mencari ku?" jawab Vay dengan keputusannya.


Ya, Vay tidak berani mengambil resiko dengan tinggal di Rumah Excel.


"Baiklah kalau begitu, kau bisa datang saat Pagi Pukul 06.00 dan pulang pukul 20.00 malam Setiap hari dan tidak ada hari libur untuk mu." jelas Excel memberi perintah.


"What? Yang benar saja Tuan? Bisa remuk Badan ku jika bekerja 14 jam dan tanpa Libur.!" pekik Vay dengan nada tinggi.


"Jangan membantah atau aku akan berbuat jahat pada mu." sanggah Excel tak mau kalah.


Vay akhrinya menyetujui perjanjian itu. Dia menandatangini surat perjanjian dengan Excel bahwa dia akan mengabdi padanya sampai hutangnya lunas.


Dan isi surat perjanjian itu sewaktu-waktu bisa direvisi.


Dan hari ini Vay Resmi menjadi Asisten Pribadi Excel.


Excel tersenyum smrik melihat wajah polos Vay, dia merasa mempunyai mainan Baru. Tentu saja senyum nya itu tidak di tampakan pada Vay.


Excel akan tetap terlihat Datar dan dingin di hadapan semua orang termasuk Vay.


_Tugas pertama Vay.


Saat ini Excel dan Vay sedang menuju gudang tersebut. Excel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Vay takut.


Vay memejamkan matanya dan mulutnya komat kamit menyebut nama Tuhan.


"Astaghfirullahaladzim... Ya Tuhan, selamatkan aku..Aku masih ingin hidup.." gumam Vay sendiri.


Excel tersenyum melihat tingkah Vay, dan melakukan Rem mendadak setelah sampai tujuan.


Cciiiiittttt....! Suara ban mobil berdecit.


GUBBRAAKK!! Kepala Vay kepentok Dasbor mobil milik Excel.


"Tuan, Kau sengaja melakukannya?" bentak Vay sambil memegangi Dahinya yang berdenyut.


"Iya! Cepat turun dan masuk ke dalam. Berikan Barang ini pada orang yang ada disana!" Titah Excel sambil memberikan Sebuah Koper yang entah apa isi koper itu.


"Bawell!" Gumam Vay sambil menerima Koper itu.

__ADS_1


"Apa Kau bilang?" bentak Excel dengan wajah memgerikan.


"Eh iya iya, Ampun!" seru Vay dengan menunjukan jari V pertanda damai.


Tak ingin Tuan nya marah, Vay bergegas turun dari mobil dan melakukan perintah Tuannya.


Vay masuk ke dalam gudang yang terbengkalai itu dengan langkah kaki pelan mencari seseorang.


Dia menemukan Beberapa Pria bertubuh kekar dengan menggunakan Masker dan Topi hingga wajah mereka tak terlihat.


"Kau suruhan Excel?" tanya salah satu Pria itu.


Vay mengangguk.


"Tak di sangka Excel punya anak buah seorang Wanita. hahaha.." sahut pria lainnya.


"Letakan Koper itu lalu pergi." titah pria pertama yang berbicara dengan Vay.


Vay menurut, dan setelah itu dia pergi dari gudang itu.


"Masuk!" titah Excel saat Vay sudah berada di luar gudang itu.


Excel lamgsung menarik pedal gas nya dan pergi meninggalkan tempat transaksi jual beli benda ilegal dan barang haram itu.


Vay yang tidak menaruh curiga sedikitpun karena rasa ketakutan yang lebih besar pun hanya menjalankan tugas nya sebaik mungkin.


Padahal tanpa Vay sadari. Dia telah masuk menjadi anggota Excel dalam Bisnis jual beli benda ilegal dan barang haram tersebut.


Setelah melakukan transaksi singkat, Excel dan Vay kembali ke rumah mewah Excel. Dan Excel sengaja mengerjai Vay dengan menyuruhnya membersihkan seluruh Rumah itu sendirian.


"Bersihkan Seluruh Ruangan yang ada di rumah ini. Dan kau tidak boleh pulang sebelum selesai." titah Excel pada Vay dengan wajah datar dan langsung pergi menuju kamarnya.


"Heiii Tuan, apa kau sudah gila menyuruh ku membersihkan rumah mu yang besar ini sendirian? Tuaaannn... kau benar-benar kejam!" teriak Vay dari lantai bawah dengan nada kesal.


Excel yang berjalan menaiki tangga mengulum senyumnya mendengar Vay berteriak kesal.


"Ya Tuhan, aku harus memulai membersihkan yang mana dulu?" gumam Vay pusing. Rumah miliknya yang cuma 2 lantai saja butuh waktu lama untuk membersihkannya, apa lagi rumah 3 lantai milik Excel.


"Di memang ingin aku cepat mati." gumam Vay lagi tanpa henti.

__ADS_1


meskipun dalam hatinya sudah mengumpat Pria datar dan dingin itu, namun pekerjaannya tetap di lakukan sebaik mungkin.


__ADS_2