
_Masih di kediaman Excel.
Bi Ani masih menunggu jawaban dari Excel dan Vay.
Hingga Excel mengeluarkan suara nya.
"Bi Ani, tolong bujuk Vay agar tidak pergi dari tempat Excel." pinta Excel pada Bi Ani.
"Non Vay mau kemana toh? Terus ini wajah Non Vay lebam loh, abis jatuh?" tanya Bi Ani setelah mendengar penuturan Excel dan menyentuh wajah Vay yang lebam dan memar.
"Bi... Vay tidak mau tinggal bersama orang yang tidak percaya dengan Vay. Dan Bi Ani tidak perlu khawatir, Vay memang habis jatuh di kamar mandi tadi, jadi lebam karena kepentok bathup." Jelas Vay tersenyum pada Bi Ani.
Excel tercengang mendengar penuturan Vay, Vay bahkan berbohong Bi Ani tentang kejadian yang sebenarnya.
"Kalau ada masalah di bicarakan baik-baik. Dan jika pergi adalah keputusan yang Non Vay pilih, Bi Ani akan ikut Non Vay kemana pun Non pergi." ucap Bi Ani sambil memeluk Vay.
Vay terharu dengan ucapan Bi Ani. Dia benar-benar beruntung memiliki Ibu Asuh yang baik seperti bi Ani.
"Lovely.. Maafkan aku, tetaplah disini bersama Bi Ani. Aku berjanji akan mengusut tuntas Hal ini, dan tidak akan melukai mu lagi. Dan aku percaya pada Mu bahwa kau tidak melakukan Hal keji itu." Pinta Excel dengan wajah memelas.
Ini pertama kalinya Excel menunjukan kelemahannya di hadapan Vay dan Bi Ani. Ya, Excel sudah bersalah karena buru-buru menyimpulkan apa yang dia lihat tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu. Dan itu membuat hubungannya dan Vay menjadi buruk.
__ADS_1
"Non, tuan Excel sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Tuhan saja maha pemaah loh Non, jadi Kita sebagai makhluk Nya, juga harus bisa memaafkan kesalahan orang lain." jelas Bi Ani menasehati Vay. Meskipun Bi Ani tidak tahu ada masalah apa antara Vay dan tuan Excel.
Vay pun menganggukan kepalanya pelan menyetujui perkataan bi Ani.
Ya, manusia berhak mendapatkan maaf dan kesempatan kedua. pikir Vay.
Vay menaruh tas nya dan berjalan ke arah Excel. lalu dengan cepat menubruk tubuh Excel memeluk Pria kekar, gagah, dan tampan tapi datar dan dingin seperti kulkas itu.
Excel membalas pelukan Vay tak kalah Erat. Menumpahkan segala perasaannya pada gadis yang ada dalam dekapannya.
"I Believe with you. I Love you so much, Never Leave Me Lovely! I Don't want to Live without you!" Ucap Excel di sela pelukannya.
"Promise, i Love you to much Dear.." balas Vay dengan tangis haru.
Hingga Daniel datang membawa berita baik.
"Ekheemm.." Daniel berdehem karena kedatangannya tak di anggap oleh Excel dan Vay yang masih Asik berpelukan.
Vay pun buru-buru melepas pelukannya setelah mendengar deheman Daniel.
Excel mencebik kesal karena Daniel sudah mengganggu kebersamaan nya dengan Vay.
__ADS_1
"Ck, kau sangat mengganggu Daniel!" gerutu Excel kembali dengan ekspresi datar dan dingin.
"Maaf tuan, saya membawa berita baik soal 2 pria itu. Saya sudah menangkap mereka tuan, apa tuan akan menemui mereka sekarang?" ucap Daniel menyampaikan informasi pada Excel.
Vay bingung mendengar pembicaraan Excel dan Daniel. Dia pun tak memberikan respon apa pun karena tidak mengetahui apa-apa soal 2 pria yang di katakan oleh Daniel.
"Oke, aku akan menemui mereka sekarang juga.!" jawab Excel kembali dengan wajah geram.
Saat Excel akan pergi bersama Daniel, langkahnya di hentikan oleh Vay. Vay meraih lengan Excel.
"Ada Apa Dear?" tanya Vay penasaran.
Excel mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Vay. Dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto yang di kirim oleh Mona.
Vay terkejut. Matanya membulat sempurna dengan mulut terbuka.
"kapan Foto ini di ambil? Aku tidak merasa berfoto dengan mereka dan bajuku? Ya Tuhan.. Apa yang sudah terjadi?" cecar Vay dengan banyak pertanyaan.
Melihat respon Vay, Excel semakin Yakin jika Vay tidak mengetahui akan Hal yang menimpanya saat itu. Excel yakin jika Vay sudah di jebak.
"Kita akan mendapat jawabannya. Ikut dengan ku.!" titah Excel seraya menarik tangan Vay.
__ADS_1
Vay pun hanya mengikuti langkah Excel. Dia juga tidak tau akan di bawa kemana oleh Excel.