Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 71


__ADS_3

_Masih di London.


Mom melinda dan Bi Ani berlari menyusuri RS. Setelah mendapat kabar dari Vay, 2 wanita patuh baya itu langsung menuju RS untuk memastikan kondisi Dad Rizal.


Mereka langsung menuju ruang Operasai. Disana sudah ada Vay tengah duduk di kursi tunggu.


"Mom.." seru Vay langsung memeluk sang mommy.


Mom melinda menangis di pelukan putrinya. Vay mengusap punggung Mommynya lembut.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Dad harus nya pergi ke kantor, kenapa jadi ke rumah sakit?!" tanya mom melinda masih dalam dekapan Vay.


"Mom yang sabar ya," sahut Vay memberikan semangat untuk mommy nya.


Vay melerai pelukannya dan mengajak Mommy dan Bi Ani duduk agar lebih tenang.


Vay mulai menceritakan kronologi kejadiannya. Dan mengatakan kondisi Dad Rizal saat ini.


Mom Melinda malah semakin histeris mendengar penjelasan Vay. Suami yang begitu di cintai nya tengah berjuang di meja operasi sana.


"Mom, ini semua sudah menjadi Takdir dari Tuhan, Kita akan merawat Daddy sama-sama, Okey?" Vay mencoba memberi pengertian untuk Sang Mommy.

__ADS_1


Gadis itu mengusap air mata yang tak henti-hentinya jatuh membasahi wajah cantik Mom Melinda.


Mom Melinda mengangguk pelan menanggapi ucapan Putrinya.


"Non Vay sama Nyonya Melinda yang kuat ya. Pasti Tuan Rizal akan sembuh." Bi Ani memberikan semangat pada 2 wanita beda generasi itu.


"Makasih Bi," jawab Vay mewakili sang mommy.


Bi Ani menggenngam salah satu tangan Vay. Mencoba menyalurkan kekuatan pada Anak Asuhnya itu.


2 jam berlalu, Proses operasi Dad Rizal sudah selesai.


Dokter keluar dari ruangan tersebut menghamipri 2 Wanita yang tengah duduk di kursi tunggu.


"Bagaimana Dok?!" tanya mom melinda dengan jantung berdebar.


Vay selalu megenggam tangan Mommy nya saling memguatkan.


"Operasi berjalan Lancar, Tuan Bramasta akan di pindahkan ke ruang rawat. anda bisa menjenguk setelah pasien di pindahkan. Permisi." jelas Dokter memberitahukan informasi pada mereka bertiga seraya pamit meninggalkan ruang operasi itu.


Vay, Mom Melinda dan Bi Anu bernafas lega setelah mendengar jawaban dokter. Mereka mengikuti dua orang perawat yang keluar dari ruang operasi mendorong brankar Dad Rizal.

__ADS_1


Mereka menempatkan Dad Rizal di ruang VVIP. perawat itu meninggalkan ruang rawat setelah mengantarkan Dad Rizal.


Mom Melinda duduk di sampin brankar Suaminya. Dia mengenggam tangan suaminya yang sudah mulai keriput. Dan mencium telapak tangan suaminya lalu menempelkannya di Pipi.


"Dad, harusnya tadi jangan pergi ke Kantor. Mom sudah bilang untuk tetap di rumah saja, karena Putri kita sudah bisa menghandle perusahaan sendiri. Tapi kau keras kepala sekali. Tidak menghiraukan ucapan ku." Ucap mom melinda dengan nada kesal namun air mata kesedihannya tetap jatuh.


Dad Rizal tak menggubris istrinya karena saat ini masih belum sadar karena efek obat bius.


Vay juga berdiri di samping tempat Daddynya terbaring.


"Dad, Cepat sembuh ya? Vay janji akan merawat Daddy hingga Daddy sembuh. I Love you Dad." Vay mengungkapkan isi hatinya pada Sang Daddy. Dia mencium Dahi Daddynya lembut dan lama. kemudian kembali berjalan ke arah sofa bersama dengan Bi Ani.


Bi Ani mengusap punggung Vay sayang. Dia tahu betul kondisi Vay saat ini. Vay sangat terpukul dengan apa yang menimpa Daddy nya.


Vay mengulas senyum tipis pada Bi Ani. Ibu Asuhnya itu selalu mengerti suasana hatinya.


Hingga akhirnya mereka beristirahat sambil menunggu Dad Rizal sadar.


**********


Jangan lupa kasih dukungannya😘

__ADS_1


Terimakasih😘😍


__ADS_2