
Setelah Excel membuat istrinya mencapai puncak kenikmatan, kini giliran Vay yang beraksi. Dia tidak ingin pasif dan hanya menerima saja, dirinya juga harus aktif seperti suaminya.
Vay bangkit dari tidurnya, Lalu mendorong tubuh suaminya hingga terkulai di atas tempat tidur. Excel pun tersenyum mesum melihat istrinya yang ingin membalas aksinya.
Vay mulai menaiki tubuh suaminya, dia melahap bibir sexy pria kulkas nya dengan rakus. Lalu turun ke leher, hingga perut Sixpack suaminya, Dan berpindah ke benda pusaka suaminya yang sebesar Microphone itu.
Vay mulai bermain dengan benda itu. Mengurutnya secara perlahan dan mengulum nya.
Excel mendesis saat merasakan sensasi Geli juga nikmat di bawah sana.
"Ssssshhhh.... Terus Lovely... emmmhhh.." des*h Excel dengan mata terpejam menggigit bibir bawahnya.
Vay menjadi semangat saat mendengar kicauan suaminya. Suara Excel yang Sexy membuat gairah nya sampai ke ubun-ubun.
Kali ini Vay yang akan melakukan penyatuan. Dia kembali menindih tubuh suaminya dan mulai memasukan pusaka itu.
Vay kesulitan karena miliknya masih sempit. Meskipun suaminya sudah berhasil membobol nya, tapi nyatanya pusaka suaminya masih kesusahan saat masuk. Vay tak menyerah begitu saja. Dia ingin membuat suaminya kalah telak.
Vay terus mencobanya meskipun rasanya masih sedikit perih, hingga....
BLLEEEEESSSSS...!!!
"Aaaaarrgghhh..." sentak Excel memgerang saat istrinya berhasil memasukan pusaka miliknya.
__ADS_1
Vay mulai bergoyang perlahan di atas suaminya. Sesekali mencium bibir dan leher suaminya.
Excel meremat gemas lato-lato istrinya yang seperti buah mangga yanh menggantung. Dia memelintir ujung dada istrinya yang berwarna kecolkatan, membuat Vay semakin menggebu dan berhasrat.
Excel memjamkan matanya menikmati aksi istrinya yang seperti sedang berkuda di atas nya. dengan menggit bibir bawahnya saat miliknya terasa di cengkeram kuat dan di urut.
"Aaahh... Faster Lovely... Uuugghh....!!" racau Excel meminta istrinya untuk mempercepat pergerakannya.
"Kau sangat pintar Lovely... Terusss... Aaahh..." nafas Excel dan Vay memburu.
Tubuh Excel terus di dorong oleh Vay. Keringat membanjiri tubuh keduanya. Hingga keduanya menuju puncak bersama.
"Aaassshhh...." pekik Excel sambil mencengkeram kedua bokong istrinya, saat Bibit premium nya menyembur ke rahim istrinya.
"Uuuugghh....." desa*h Vay seraya mencengkeram dada bidang suaminya.
Vay ambruk menimpa tubuh suaminya tanpa melepas penyatuannya.
Nafas nya tersengal seperti kehabisan oksigen.
Excel mengusap dan mencium kepala istrinya dengan perasaan bahagia.
Dia berharap bibit yang dia sebar di rahim istrinya akan tumbuh menjadi biji kecambah.
__ADS_1
Di usia yang matang sperti mereka, yang di harapkan dari sebuah pernikahan adalah Seorang anak tentunya.
Mereka berkeinginan memiliki banyak anak agar mereka tidak kesepian. Lahir sebagai anak tunggal adalah sebuah beban. Ya, mereka tak punya tempat mengadu dan bersandar daat menghadapi masalah. Mereka memang memiliki orang tua, tapi mereka tak ingin jika orang tuanya mengetahui masalah mereka. Manusiawi bukan.
"Terimakasih Lovely..." Lirih Excel berkata pada istrinya. Namun tak ada jawaban dari sang istri.
Excel melihat istrinya yang berada di atas tubuhnya saat ini. Betapa lucu nya saat Excel menemukan istrinya sudah tertidur pulas di atas tubuhnya dengan mulut sedikit menganga.
"Astaga... Pantas saja Anteng, ternyata sudah K.O." gumam Excel sambil menahan tawa nya agar tidak pecah hingga membuat istrinya terbangun.
Excel membiarkan istrinya tetap tidur di atas tubuhnya. Excel meraih selimu dengan kakinya dan menutup tubuh keduanya. Dia akan menyusul istrinya ke alam mimpi.
"Happy Sleeping Lovely.." ucap Excel sambil melingkarkan tangannya memeluk sang istri agar tidak jatuh.
Tak butuh waktu lama, Excel sudah terlelap.
**********
Menuju Ending akan ada banyak part panas ygy😁
Jadi jangan bosen baca nya😄
Jangan lupa tinggalin jejak kalian.😍😘
__ADS_1