
_Di Indonesia.
Kabar Dad Rizal sudah sampai di terlinga Excel. Ya, Vay memberitahukan hal ini pada Excel selaku kekasihnya.
Dengan adanya insiden ini, kepulangan Vay ke Indonesia jadi di undur hingga kondisi Dad Rizal benar-benar pulih.
Vay juga tidak tahu akan berapa lama di berada di London. Dan itu membuat dirinya dan Excel semakin lama akan bertemu.
Ya, mau bagaimana lagi. Excel pun tidak bisa menyusul ke London karena Cafe semakin ramai dan dalam waktu dekat ini, Excel akan membuka cabang ke 2 Cafe EXVAY.
Mau tidak mau, mereka harus menjalani LDR kembali hingga waktu yang tidak dapat di prediksi.
Saat ini Vay tengah berada di Kantor. Sudah satu minggu Vay Absen dari kantor. Pekerjaannya jadi menumpuk, dan dia juga harus meninjau proyek pembuatan iklan. Itu membuat jadwal nya menjadi sangat padat.
Edward selalu menemani Vay, sebagai asisten dia harus selalu berada di dekat sang Presdir.
"Edward bantu aku mengoreksi berkas ini, agar kita bisa langsung meninjau lokasi proses pembuatan iklan." titah Vay seraya memberikan beberapa map pada Edward.
"Baik Nona" jawab Edward seraya mengambil map map itu dari tangan Vay.
Edward langsung kembali ke ruangannya yang berada di samping ruangan Presdir. Dia memeriksa satu persatu berkas itu.
__ADS_1
Sementara Vay, dia menyandarkan tubuhnya di kursi. Matanya terpejam mengarah ke atas langit-langit kantor.
Bayangan wajah Excel melintas di benak gadis Cantik itu.
"Aku merindukan mu Dear.." gumam Vay di sela lamunannya.
Gadis itu mengambil ponselnya dari dalam tas. Dia membuka galeri dan melihat gambar dirinya dengan kekasihnya.
Ya, hanya itu yang bisa Vay lakukan Saat ini. Dia mencium wajah Excel yang terpampang di layar ponselnya, seperti orang yang tidak waras.
Menahan Rindu memang sangat berat. Jika London dan Indonesia adalah tempat yang sangat dekat, maka Vay tidak akan gila karena menahan Rindu yang hebat saat ini.
Excel tiba-tiba menelpon Vay saat itu juga. Dengan semangat Gadis itu mengangkat sambunga telpon dari pujaan hatinya itu.
Vay : "Dear.. Aku merindukan mu!"
Excel : "I miss you too Lovely.. bagaimana kabar kamu disana?"
Vay : "i'm good, daddy juga sudah pulang dari rumah sakit. Mommy dan bi Ani juga sehat. Kau apa kabar Dear? Bagaimana proses pembukaan Cabang Cafe kamu yang ke 2?"
Excel : " Iya, besok opening nya. Andai saja kamu disini. Ah iya, apakah pria bule disana masih saja menggoda calon istriku?"
__ADS_1
Vay : "Aku juga sangat ingin menemani mu dear. Pria bule itu sudah menyerah untuk mengajak ku menikah, mereka takut dengan mantan mafia seperti mu. Hehehe"
Excel : " Ah, Syukurlah jika mereka takut pada ku. Hahaha!! Ya sudah, aku tutup dulu telponnya ya Lovely, doakan usaha ku semakin lancar. Dan semoga Daddy lekas pulih dan kita bisa berkumpul bersama lagi. Amiinn.."
Vay :" Amiinn.. Kamu baik-baik ya Dear. Jangan nakal, okey?"
Excel :" siap Nyonya Alexander, kau juga baik-baik disana ya Lovely. I Love You So much."
Vay : " I Love You most Dear, Bye.."
Vay menjadi semangat kembali setelah mendapat penawar Rindunya. Dia langsung menyelesaikan pekerjaannya dan pergi meninjau proyek.
Excel pun sama. Dia merasa lega setelah menghubungi kekasihnya. Excel juga lebih fokus dalam bekerja.
**********
Jangan lupa kasih dukungannya ygy😎
Like komen vote dan kasih hadiahnya😍
Terimakasih😘
__ADS_1