Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 74


__ADS_3

_Di Indonesia.


Excel tengah melihat proses pembangunan Rumah nya. sudah 2 bulan Istana nya di bangun, dan prosesnya sudah mencapai 50%.


Dan jika tidak ada kendala, Rumah itu akan rampung dalam waktu 3 bulan lagi.


Tak hentinya Excel mengucap Syukur, kerja keras nya selama 6 bulan ini tidak sia-sia.


Dia bekerja siang malam demi masa depannya. Dan semoga Tuhan terus mempermudah jalannya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.


"Pak, ini ada makanan untuk makan siang semua pekerja. Saya membawakannya dari Cafe. Nanti tolong di bagikan ya." Excel menyodorkan beberapa kantong plastik makanan berukuran besar pada Pak Mandor.


"Terimakasih Tuan Excel." jawab pak mandor seraya mengambil kantong plastik itu dari tangan Excel.


Setelah memberikan makanan, Excel pun langsung pamit, dia akan kembali ke Cafe lagi.


Saat di perjalanan Pulang, Excel melihat ada sosok wanita tengah duduk di pinggir jalan memangku anaknya yang masih Balita.


Wanita itu sedang mengemis di lampu merah. Hati Excel merasa iba, dia pun turun dari dalam mobil menghampiri Wanita itu.

__ADS_1


Saat berjalan mendekat, Excel seperti mengenal sosok wanita pengemis itu. Meskipun wajahnya kotor dan bajunya lusuh, Excel yakin jika Wanita itu adalah Mantan Adik tiri Vay.


"Kau Anak dari Wijaya?" tanya Excel saat sudah berada di hadapan Wanita pengemis itu.


Pengemis itu mendongakan kepalanya dan betapa terkejutnya dia saat mendapati wajah Excel.


"Tuan, kau yang menolong Vay waktu itu kan? Saat ini Vay pasti sudah jadi budak mu iya kan?" cecar Pengemis itu membrondong Excel dengan banyak pertanyaan.


Excel tidak menggubris ucapan pengemis itu.


"Siapa nama mu?" tanya Excel balik.


"Je-jesie tuan." jawab pengemis itu.


Excel mengajak Jesie untuk berteduh di sebuah warung pinggir jalan. Dia ingin mengetahui kehidupan teebaru Adik tiri kekasihnya itu.


Setelah orang tuannya di penjara, jesie hidup seorang diri. Perusahaannya bangkrut dan dia hamil di luar nikah.


Kini Jesie sudah melahirkan anak nya. Bayi itu berusia 5 bulan dan berjenis kelamin perempuan.

__ADS_1


Setelah menceritakan sedikit kisah hidup nya, Jesie pun tak malu untuk meminta uang pada Excel.


"Tuan, perutku lapar dan anak ku butuh susu. Apa aku boleh meminta uang?" ucap Jesie memasang wajah melasnya.


Wajah cantik yang dulu banyak memikat hati pria, kini mulai luntur karena dia harus bertatap dengan terik sinar matahari setiap hari untuk mengemis.


Excel mengeluarkan beberapa lembar uang seratu ribuan dari dompetnya.


"Ini, semoga membantu. Jangan pernah jadi orang jahat lagi, karena kejahatan mu akan berbalik pada mu sendiri. Vay sudah bertemu dengan orang tua kandung nya satu tahun yang lalu, orang tua Vay adalah Rizal Dan Melinda Bramasta, pebisnis ternama di London. dan Vay adalah kekasih ku, bukan Budak ku. Dulu memang aku yang menolong nya, dan dia bekerja dengan ku. tidak ada yang tahu takdir akan membawa kita kemana. dan siapa sangka jika kehidupan Vay akan berubah." jelas Excel pada Jesie.


Excel beranjak dari duduknya dan meninggalkan Jesie yang masih shock mendengar penuturan Excel.


Jesie menyesal pernah berbuat jahat pada Kakak Tirinya itu. Hukum karma memang jelas ada.


Kini Jesie dan orang tuanya tengah menjalani hukuman dari Tuhan.


Menyesalpun tidak ada gunanya, Semua sudah terjadi. Dan berubah jadi manusia baik adalah solusi dari masalahnya saat ini.


*********

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya ygy😎


Terimakasih😘😘


__ADS_2