Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 41


__ADS_3

_Kini Excel dan Vay sudah tiba di sebuah Markas.


Markas itu adalah Tempat persembunyian Excel jika dia sedang di intai oleh musuh. Ya, Dunia hitam memang mengerikan. Seolah Nyawa bukan lah hal yang penting bagi mereka. Semakin banyak lawan mereka terbunuh, maka akan semakin mudah mereka menjalani bisnis haram itu tanpa penghalang.


Entahlah, hanya mereka yang paham.


Sementara itu Excel dan Vay sudah turun dari mobil lalu masuk ke dalam Markas tersebut. Dan menemui 2 Pria yang ada di foto laknat itu.


Disana juga ada banyak Body Guard yang bertugas menjaga tawanan tersebut.


2 pria itu duduk di lantai dengan kondisi tangan di borgol dan kaki di rantai dengan Besi yang di beri beban puluhan kilo agar mereka tidak bisa kabur.


Meskipun tubuh mereka berotot namun Body Guard Excel terlalu banyak hingga tak bisa melawan nya.


Excel menjambak rambut salah satu pria tesebut hingga wajahnya mendongak menatap Excel.


"Katakan, siapa yang menyuruh kalian untuk memfitnah Kekasih ku?" tanya Excel datar dan dingin.


Vay hanya menyaksikan dari jarak yang cukup jauh karena takut dengan Excel yang sedang marah seperti itu.


"kami memang melakukannya dengan gadis itu." jawab pria itu dengan tersenyum miring.


sesuai perjanjian, Mona sudah membayar mereka dengan mahal dan mereka juga berjanji untuk menutup mulut rapat-rapat.


"Baiklah, aku akan membuat kalian mengatakan siapa penyuruh kalian dengan sendirinya." ucap Excel lalu beranjak dari jongkoknya.


Dengan satu gerakan tangan dari Excel, para Body Guard itu menyerang 2 pria laknat itu.


Mereka memukul dan menendang nya tanpa ampun.


Tak tahan dengan rasa sakit akhirnya mereka mau mengakui siapa penyuruh mereka.


"Baiklah kami mengaku, kami di suruh oleh Nona Mona untuk memfitnah gadis itu." ucap salah satu pria laknat itu.

__ADS_1


DEG! Vay terkejut mendengar jawaban pria tersebut.


Dia langsung mengingat kejadian Tadi siang saat Mona mengajaknya makan di Resto Hotel bintang lima.


"Dear... Aku mengingat sesuatu. Siang tadi aku memang pergi makan siang bersama Nona Mona, dia mengajak ku makan di Resto Hotel bintang lima. Namun setelah aku menyantap makanannya, kepala ku terasa pusing dan mengantuk parah. Dan setelah itu aku tidak mengingat apa pun. saat aku sadar aku sudah berada di mobil berjalan pulang." jelas Vay pada Excel.


"Kau pergi bersama Mona? Kenapa tidak mengatakannya pada ku terlebih dahulu?" ucap Excel yang cukup terkejut.


"Nona Mona bilang aku tidak perlu meminta ijin pada Mu, karena dia sendiri yang akan meminta ijin dengan mu. Apa dia tidak menghubungi mu?" jelas Vay kembali bertanya pada Excel.


Excel menggeleng sebagai jawaban. Dan Excel mengatakan jika Mona laha yang mengirim Foto panas itu pada Nya.


"Kau sudah di jebak oleh Mona, awas saja kau Mona, aku akan membalas perbuatan mu pada Vay.!" gumam Excel seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Vay masih tak menyangka dengan Mona yang tega memfitnah dirinya. Obsesinya untuk mendapatkan Excel sangat berlebihan. Dia sampai melakukan segala cara demi menjatuhkan nama Vay di mata Excel. Sungguh jahanam.


Setelah mendapat jawaban, Excel mengajak Vay untuk pergi dari tempat itu dan pulang karena malam semakin larut.


Daniel yang akan mengurus 2 pria laknat itu. Menyuruh mereka untuk mengakui perbuatan mereka dan mengatakan dalang di balik aksi yang mereka lakukan.


Tak butuh waktu lama mereka sudah kembali tiba di rumah Excel. Excel mengantar Vay menuju kamarnya.


Setelah sampai kamar, Tak lupa Excel membantu Vay mengobati Luka di wajah nya hasil perbuatanya tadi Sore.


Excel mengoles luka itu dengan Salep secara perlahan.


"Aaawh.." pekik Vay meringis merasakan perih saat Excel memberikan obat di lukannya.


"Tahan sebentar ya Lovely?" ucap Excel lembut seraya meniup luka Di dahi Vay.


Vay mengulas senyum, Excel adalah satu manusia dengan kepribadian ganda. Dia akan berlaku Hangat saat bersama orang yang di cintainya saja. Dan Dia akan berlaku Datar, dingin dan kejam saat di hadapan orang lain.


"ah, sudah." Ucap Excel setelah selesai mengobati luka Vay. Dia mencium Luka tersebut sebagai tanpa permintaan maaf.

__ADS_1


"Terimakasih Dear..." ucap Vay sambil tersenyum manis pada Excel.


Excel mengangguk pelan. Dan menangkup kedua pipi Vay denga kedua tangannya.


"Lovely, maafkan aku ya? Aku sungguh menyesal telah menyakiti mu tadi." Excel meminta maaf untuk kesekian kalinya pada Vay. Lalu mendaratkan Ciuman di Bibir Vay sekilas.


"Aku sudah memaafkan mu Dear, lain kali jangan seperti itu, okey?" jawab Vay sambil mencubit gemas hidung mancung Kekasihnya.


"Tapiii... Kau Benar masih Gadis kan?" celetuk Excel dengan ragu menanyakan hal itu pada Vay. Tapi dia benar-Benar penasaran.


Senyum Vay langsung puda mendengar pertanyaan dari Excel.


"Jika Aku sudah tidak Gadis. Apa kau tidak akan mencintai ku lagi?" tanya balik Vay pada Excel.


"No! I'll Always Love you! Maaf jika aku menyinggung perasaan mu Lovely.." ucap Excel menundukan pandangannya merasa bersalah.


Vay mengangkat pandangan Excel lalu menempelkan keningnya pada kening milik Excel seraya menangkup kedua pipi kekasihnya itu.


"Aku akan menjaga nya untuk Mu Dear." balas Vay menjawab pertanyaan Excel.


"Seriously?" tanya Excel menegaskan.


"Sure. Karena itu adalah mahkota seorang Perempuan." jawab Vay dengan tersenyum lembut.


Excel melengkungkan senyumnya lebar. Seolah mendapat keberuntungan Double. Selain cantik, kekasih nya juga masih Gadis.


Di jaman sekarang, sangat sulit mendapatkan Gadis yang masih Asli Gadis, Bukan status saja.


*********


Akhirnya masalah terungkap.


Nantikan kisah Excel dan Vay selanjutnya ygy😎

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan kasi hadiahnya untuk Author.😘


Love you Readers😍


__ADS_2