
_Di Pemakaman Elite keluarga Alexander.
Excel dan Vay kini tiba di pemakaman tempat peristirahatan terakhir Papa dan Mama Alexander. Mereka di makamkan bersebelahan.
Vay menabur bunga mawar yang dia beli bersama Excel di makam keduanya. Dan Excel yang menyiram Air mawar nya.
Lalu Excel dan Vay mulai mendoakan Papa dan Mama Alexander.
"Pa, Ma, Excel datang bersama Gadis pujaan hati Excel. Dia adalah Gadis yang Baik, namanya Vayola. Papa sama Mama, bagaimana kabarnya? Excel harap Papa sama Mama Baik-baik saja disana. Pa, Ma, Restui Excel untuk menjalani kehidupan Excel yang baru. Maaf jika keputusan Excel untuk melempar bisnis, membuat Papa dan Mama Kecewa. Excel hanya ingin kehidupan yang normal saja Pa, Excel hanya ingin bisa hidup tenang tanpa rasa takut nyawa terancam. Excel akan buktikan sama Papa dan Mama, bahwa Excel akan sukses dengan kerja keras Excel sendiri." Curhat Excel pada Papa dan Mama Alexander.
Vay mengusap lengan Excel dengan lembut, ketika Pria itu mulai menangis saat curhat pada Papa dan Mamanya.
"Excel pamit ya Pa, Ma.. jika Excel ada waktu, Excel akan datang lagi bersama Vay. Papa sama Mama baik-baik ya. Excel sayang sama Papa dan mama." Pamit Excel seraya mencium kedua Nisan bertuliskan Nama Papa dan Mama nya bergantian.
"Pa, Ma, Vay pamit. Vay janji akan menjaga Excel dan menemaninya saat dia susah maupun senang." Ucap Vay tulus dari dalam hati.
Mereka akhirnya pergi dari makam dan melanjutkan perjalanan Ke Rumah Kontrakan Excel.
Tak berselang lama, mereka akhirnya sampai di rumah kontrakan Excel.
__ADS_1
Vay membantu Excel menurunkan barang-barang nya, membawanya masuk ke dalam Rumah minimalis berlantai satu itu.
Vay dan Excel menata semua barang bersama. mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang tengah memulai hidup berumah tangga.
"Dear, sepatunya biar di dalam kardus saja biar tidak kotor karena debu." ucap Vay memberi arahan.
"Baik Nyonya Alexander." jawab Excel seraya mencubit gemas pipi Vay.
Vay kembali di buat tersipu malu saat Excel mem
menyebutnya seperti itu.
Usai membereskan semua barang, mereka pun beristirahat bersama. Membaringkan tubuh mereka di karpet, seraya mengobrol dan memakan camilan yang sebelumnya sudah mereka beli di mini market.
"Dear, apa kau sudah memikirkan rencana pekerjaan?" tanya Vay pada Excel.
"Menurut mu, lebih baik bekerja di kantor atau buat usaha saja?" Excel meminta pendapat dari Vay.
Vay nampak berfikir sejenak.
__ADS_1
"Kamu mau membuat usaha apa? Memangnya tabungan kamu masih cukup?" tanya Vay lagi.
"Aku ingin mendirikan usaha Cafe kekinian. Sekarang kan banyak konten kreator yang mencari spot keren untuk membuat Video. Aku ingin Cafe itu di desain seunik dan sebagus mungkin agar konsumen tertarik. Dan untuk biaya pembuatan, aku butuh investor agar bisa membangun Cafe tersebut." jelas Excel secara rinci.
Vay manggut-manggut paham dengan penjelasan Excel. Ide yang sangat cemerlang menurut Vay.
"Aku bisa menawarkan pada Daddy untuk jadi investor kamu Dear, apa kau setuju?!" Vay menyampaikan usulnya pada Excel.
Excel mengangguk sebagai jawaban.
"Semoga Tuhan beri kelancaran untuk usaha kamu." ucap Vay penuh harap.
"Amiinn..." seru Excel dengab harapan yang sama seperti Vay.
************
Yuk Kuy, Kita Doakan Usaha Excel berjalan lancar,😊
Jangan lupa kasih dukungannya ygy😘
__ADS_1
Terimakasih😍