
Sudah Satu Minggu, Namun Excel belum menghubungi Vay sama sekali.
Gadis itu Gelisah memikirkan kekasihnya. Tak di pungkiri jika saat ini Vay sedang mengkhawatirkan Excel.
"Aku harus ke tempat Excel. Ya, aku harus memastikan keberadaan Excel di rumahnya." gumam Vay berbicara seorang diri di dalam kamar.
Dia langsung bergegas mengambil Tas serta dompet dan Ponsel pintar nya.
Vay keluar dari kamar nya, sekarang pukul 14.00 siang, semua orang tengah beristirahat untuk tidur siang pada jam tersebut.
Vay yang terburu-buru, hingga lupa berpamitan pada Orang rumah. Dia akan pergi naik taxi untuk ke rumah Excel.
30 menit kemudian, Vau sudah tiba di kediaman kekasihnya. Rumah itu nampak sepi sekali, para penjaga yang biasa ada di gerbang, juga tidak ada. Gerbang nya pun terkunci.
Vay mencoba menekan Bell di tembok samping Gerbang, namun tak ada siapa pun keluar dari rumah itu.
"Excel... Apa kau ada di rumah?" teriak Vay dari depan gerbang.
Tak ada sahutan sama sekali dari arah dalam. Hingga tiba-tiba...
GREEEPPPP..!!!
Tubuh Vay di dekap oleh seseorang dari belakang, mulutnya pun di bekap hingga Vay tak bisa berteriak minta tolong.
"Mmmpphh... Mmpphh..." teriak Vay dari balik tangan orang misterius itu.
__ADS_1
Ingatan akan kejadian penculikan yang di lakukan oleh anak buah Mattew pun terlintas kembali. Saat ini dia sangat ketakutan kejadian itu terulang kembali.
Sesaat dalam dekapan tubuh pria misterius itu, Vay sangat mengenali aroma maskulin dari seseorang itu. Bau itu seperti aroma tubuh Excel.
Dan Benaarrr...!!!
Orang itu adalah Excel.
Setelah memasukan Vay ke dalam mobil, Excel langsung bergegas melajukan mobil nya menjauh dari rumah nya itu.
"Dear.. kenapa kau tidak memberi kabar pada ku?" tanya Vay dengan rasa penuh penasaran.
"Kau membahayakan nyawa mu dengan datang ke rumah itu Vay.!" Bukannya menjawab pertanyaan dari Vay, Excel malah memarahi Vay.
Vay semakin di buat bingung akan penuturan Excel.
Excel menepikan Mobilnya di tempat yang lebih aman dan agak sepi.
Mungkin sudah saat nya Vay tahu tentang siapa diri Excel sebenarnya.
Excel menghela nafas dalam-dalam mencoba mengatur nafas nya agar lebih tenang, sebelum membicarakan hal penting ini.
Setelah merasa Lega, Excel mulai pembicaraan.
"jika aku adalah seorang Pebisnis haram, apa kau akan meninggalkan ku?" tanya Excel pada Vay dengan raut wajah datar, dingin dan sangat serius.
__ADS_1
Vay tertawa mendengar pertanyaan yang di ungkapkan oleh Excel.
"Aku serius Vay, aku adalah seorang pebisnis Haram, aku sering melakukan transaksi barang haram dan senjata ilegal. Aku juga seorang pembunuh berdarah dingin. Semua body guard yang membantu ku saat penyerangan Mattew adalah anak buah ku. Kau ingat saat aku meminta mu untuk memberikan sebuah koper pada sekelompok orang yang ada di sebuah bangunan lama, Koper itu berisi Ganja." jelas Excel tetap dengan wajah datar dan dingin.
Vay menggelengkan kepalanya tidak percaya. Pria yang selama ini di anggap Baik Oleh Vay, ternyata hanyalah seorang Iblis yang berkedok malaikat. Vay menangis terisak merutuki kebodohannya yang mudah percaya pada seseorang.
"Aku memang pria jahat Vay, aku pria yang buruk. Tapi aku melakukan semua ini karena ingin membalaskan dendam orang tua ku pada Musuh besarnya yang kini menjadi musuh ku. Jika aku bisa merubah takdir, aku juga tidak ingin di lahirkan sebagai anak dari seorang pebisnis haram. Tapi Tuhan memiliki rencana untuk ku Vay. Aku juga tidak bisa menghentikan bisnis haram ku ini. Jika aku Stop, aku akan di buru oleh semua orang, dan sudah di pastikan, bisnis haram ku akan di laporkan pada pihak berwajib dan aku akan mendekam di penjara seumur hidup ku, bahkan aku juga bisa di hukum mati." Ucap Excel penuh emosi yang meluap.
"katakan pada Ku Vay! Aku harus apa?! Apa yang bisa ku lakukan agar bisa berhenti dari dunia hitam ini?!" tanya Excel seraya mencengkram kedua lengan Vay dan menatap kedua mata Vay dalam-dalam.
Vay menatap Excel dengan wajah yang basah penuh air mata, dia juga bingung harus memberikan jawaban apa pada Excel.
Gadis itu menubruk tubuh Excel, dia memeluk erat pria yang selama ini menjadi malaikat penolong nya. Dan sampai kapan pun, Excel tetaplah malaikat Vay.
Excel membalas pelukan Vay, Hingga daniel mengintruksi dari sebuah Alat Canggih yang bisa melakukan Komunikasi jarak jauh.
Benda itu terlihat seperti Headset kecil yang terpasang di telinga Excel. Terdengar suara Daniel dari kejauhan.
"Tuan, tinggalkan tempat itu segera!!"
*********
Ayok dong kasih dukungannya..
Author naangeess nih, views uda sampe ribuan masa like nya cuma seuprit?ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Like, Komen, vote dan kasih gift nya😘