Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 79


__ADS_3

Terik mentari bersinar terang hari ini. Membuat cuaca menjadi sangat panas.


Vay dan Excel tengah berada di perjalanan untuk mencari keberadaan Jesie saat ini.


Tak berselang lama mereka sampai di tempat dimana Excel bertemu dengan Jesie.


Excel memarkirkan mobilnya di tepi jalan, agak jauh dari lampu merah. Lalu dia dan Vay turun dari mobil, berjalan kaki ke arah lampu merah itu.


Excel mengelilingi sekitara lampu merah yang menemukannya denga Adik tiri kekasihnya.


Vay juga mengedarkan pandangannya mencari sosok Adik tiri nya itu.


Namun nihil, mereka tidak menemukan Jesie disana.


Vay dan Excel terus mencari menyusuri area sekitar lampu merah. Hingga Vay dan Excel memutuskan untuk beristirahat sejanak di Warung dekat lampu merah tersebut.


Excel memberikan air minum kemasan botol pada kekasihnya.


"Terimakasih Daer," Vay menerima air minum kemasan itu lalu meneguknya hingga habis setengah botol.


Excel membantu mengelap keringat yang membasahi dahi dan leher Vay.


"Capek Ya? Mau lanjutkan pencariannya besok?" tawar Excel di sela aktivitasnya mengelap keringat Vay.


Vay menggeleng menolak tawaran Excel. Dia ingin menemukan Jesie saat ini juga.


"Aku ingin bertemu dengan Jesie hari ini juga. Kasihan jika dia harus menunggu kita terlalu lama." ucap Vay tak tega jika jesie harus menderita lebih lama lagi.


"Baiklah, habiskan minumnya lalu kita cari lagi, Okey?" titah Excel seraya mengusap pipi Vay lembut.

__ADS_1


Saat tengah beristirahat, tiba-tiba Vay menatap ke arah sebrang jalan. Dia melihat sosok perempuan tengah menggendong bayi nya akan menyebrang jalan raya itu.


Vay sangat yakin jika itu adalah Jesie, dia menepuk lengan Excel dengan cepat.


"Dear itu...." Ucap Vay sambil menunjuk ke arah perempuan cantik dengan baju lusuh tengah menggendong bayi.


Excel menatap ke arah yang di tunjuk oleh Vay. Hingga Vay menjerit histeris saat melihat Perempuan dan bayi itu di tabrak oleh sebuah truk.


Ciiiiiittttt... BRUUUAAAKKKK....!!!


"Aaaaaaaaaaaa.......!!!!" teriak Vay sambil menutup kedua telinganya.


Excel membelalakan matanya menyaksikan tragedi mengerikan di jalan raya itu.


Saat Jesie tengah menyebrang, truk datang dengan kecepatan full menghantam tubuh ibu muda itu hingga terpental jauh.


Vay sudah menangis pilu saat ini. Hingga tangisan itu menjadi histeris saat dia melihat tubuh korban kecelakaan itu benar Jesie.


Tubuh kecil dan kurus itu mengeluarkan banyak darah dari kepala dan hidung nya. Tubunya pun di penuhi luka akibat tergores aspal.


"Aaaaaa.... Jesiee..." teriak Vay di sela tangisnya.


hingga Vay mengangkat kepala Jesie meletakannya di pangukan nya.


"K-ka-kak Vay.. I-ii-ni be-benar kau?" lirih Jesie bertanya pada perempuan yang dia yakini itu adalah kakak tirinya.


Vay Mengangguk menanggapi pertanyaan Jesie.


"Ma-aaf-iin Je-jes-sie kak, Su-sud-ah ja-hat deng-an kak Vay. Je-sie ti-tip Ra-quel, sa-mpaikan sa-lam ku pa-da Pa-pa d-an Ma-ma. Je-sie sa-yang sa-ma kak Vay." Jesie menyampaikan pesan terakhirnya pada Vay. Dan Jesie juga mengungkapkan rasa sayang nya pada Vay di nafas terakhirnya.

__ADS_1


Hingga Ajal benar-benar menjemput Jesie saat itu juga.


"Jesiieee.....!!!" teriak Vay menyeru nama Adik tirinya.


Vay menangis sejadi-jadinya sambil memeluk adiknya untuk yang terakhir kalinya.


Saat mereka masih kecil, Jesie adalah anak yang manis. Vay dan Jesie sering bermain bersama.


Bahkan Jesie sangat menyayangi Vay kala itu. Sampai Jesie mulai beranjak remaja, Jesie terpengaruh oleh Papa Agung dan Mama Retno Wijaya.


Ya, Mereka tidak mengijinkan Jesie dekat dengan Anak dari musuh bebuyutan mereka.


Sungguh orang tua biad*b yang tega memberikan pengaruh buruk pada Anaknya sendiri.


Polisi datang membawa jasad Jesie ke Rumah sakit untuk di outopsi.


Sedangkan Bayi Jesie sudah di bawa ke rumah sakit terlebih dahulu karena bayi itu berhasil lolos dari kecelakaan maut yang baru saja terjadi.


Ya, Jesie melindungi bayinya dengan mendekap bayi itu erat-erat agar tidak terlempar.


Seburuk apa pun Jesie, dia tetaplah seorang Ibu yang menyayangi buah hatinya.


************


Akhir hidup yang tragis bagi Jesie.


semoga Baby Raquel tidak mengalami cidera.


Jangan lupa kasih dukunganya😘

__ADS_1


__ADS_2