
_Rumah sakit.
Mobil yang di kendarai oleh Daniel tiba di Rumah sakit tepat nya di depan UGD. Tim medis bergegas mendorong brankar untuk pasien.
Excel keluar lebih dulu, lalu setelahnya dia menggendong Vay keluar dari mobil dan meletakan gadis itu di atas brankar.
Tim medis mendorong brankar Vay dengan cepat masuk ke dalam ruang UGD. Dokter pun langsung berlari untuk segera memeriksa pasien.
Excel mengumpat dirinya sendiri. Dia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Vay. Andai saja dia tidak datang bersama Vay di jamuan Mattew beberapa waktu yang lalu, Vay tidak akan mengalami nasib malang nya hari ini.
"Aaaarrrggghhh!!!! You'r Stupid Excel!!!" ucap Excel merutuki dirinya sendiri seraya meninju tembok Rumah Sakit.
Daniel menghampiri Tuannya, mencoba menenangkan Excel dan membawanya ke ruang prakterk dokter untuk di obati lukanya dan di periksa.
Sedangkan Vay di dalam sana, sudah di berikan tindakan dan Vay akan di pindahkan ke ruang operasi untuk pengangkatan peluru yang bersarang di dada tubuh gadis malang itu.
Bi Ani yang sebelum nya sudah di hubungi oleh Daniel untuk menjaga Vay, saat ini sudah sampai di rumah sakit di kota A, dan di antar oleh Supir.
Kini Bi Ani tengah menunggu di ruang Operasi seorang diri karena Excel sedang di rawat juga di rumah sakit itu, dan Daniel menemani Tuannya.
Excel juga mengalami luka yang cukup parah. perut, bahu dan lehernya cidera akibat serangan dari anak buah Mattew.
Sedangkan pertempuran di Villa Mattew telah berakhir seketika saat Mattew telah tewas disana. Sedangkan anak Buah Mattew dan Para Body guard sudah kembali ke markas masing-masing di Kota jakarta.
__ADS_1
Jasad Mattew juga di bawa oleh para anak buah Mattew, untuk di kebumikan di jakarta.
Tindakan kriminal ini memang tidak melibatkan pihak berwajib, karena perang ini sudah biasa terjadi di kalangan Mafia dan pebisnis haram.
Tak ada hukum apa pun dalam Dunia Hitam, mereka bebas membunuh siapa pun musuh mereka. Siapa yang paling kuat, itu lah yang berkuasa.
.
.
2 Jam berlalu, Kini Vay sudah selesai melakukan Operasi pengankatan peluru.
Saat ini Vay sudah di pindahkan ke Ruang Rawat satu Ruangan bersama Excel. Daniel yang meminta pada pihak Rumah sakit untuk menaruh Pasien dalam kamar yang sama.
Pria itu duduk di samping barnkar milik Vay. Dia meraih tangan Vay yang terpasang Invus, menempelkannya di pipi milik Excel.
Excel menatap sendu wajah Vay, air mata nya luruh kembali. Tak ada yang lebih berharga di dunia ini selain Gadis itu.
Vay membawa semangat baru dalam hidup Excel. Kehidupan Excel yang datar dan kelam setelah kepergian orang tuanya, kini mulai menemukan kembali warna dalam hidup nya setelah Vay datang.
3 bulan bersama Vay, mampu mengubah hati nya yang keras menjadi lebih lembut. Vay, Hanya Vay tujuan Hidup nya saat ini.
"Maafkan Aku Vay.." hanya itu yang keluar dari mulut Excel.
__ADS_1
Bi Ani dan Daniel meninggalkan mereka berdua dalam kamar rawat itu. Mereka akan memberi waktu untuk Tuannya dan Vay.
Tak di pungkiri, Bi Ani dan Daniel juga merasa Haru melihat kedua sejoli itu. apa lagi Bi Ani tahu betul perasaan Non Vay nya.
Tanpa Vay mengatakan isi hatinya yang mencintai Tuan Excel, bi Ani sudah paham jika Vay telah jatuh hati pada Excel. dari tatapan mata Vay saat menatap Excel, gadis itu mendambakan Pria datar dan dingin itu.
Dan dengan kejadian ini, Bi Ani jadi tahu, bahwa perasaan Vay tidak bertepuk sebelah tangan. Excel juga mendambakan Vay dalam hidupnya.
"Semoga Tuan Excel adalah orang yang tepat untuk Non Vay." gumam bi Ani dalam Hati.
Sementara itu di dalam kamar rawat, Excel masih setia megenggam tangan Vay, tubuh nya yang cidera tidak di rasa oleh nya.
Seolah tidak ada bosannya menatap wajah Vay. Dan sesekali Excel mendaratkan ciumannya di wajah Gadis itu.
"Cepatlah bangun, aku merindukan mu Vay.." Ucap Excel pada Vay yang masih betah dengan tidur nya.
**********
Author minta dukungannya ya Ygy. Kasih jempolnya, komen, vote, dan juga beri hadiah nya untuk Author.
Jangan lupa Subscribe dan Follow agar tak ketinggalan dengan kisah Excel dan Vay.
Terimakasih sudah mampir ke karya Author. Lov yu Readersπππππ
__ADS_1