Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Extra Part Four


__ADS_3

Excel dan Vay akan melaksanakan haji bulan depan. Ya, Hadiah yang di berikan oleh Dave putra pertamanya ia terima.


Namun mereka tak hanya pergi Haji dan Umroh berdua saja, Excel sudah memesan peket Haji dan Umroh untuk kelima Anak nya. Bahkan Untuk Dad Rizal dan Mom Melinda juga.


Tak pernah bermimpi memiliki Anak-anak yang baik. Namun masa Lalu Excel membuatnya belajar menjadi orang tua yang Baik untuk kelima anaknya.


Excel tak ingin jika mereka sampai menjalani hidup sepertinya dulu.


"Dear, kenapa melamun?" ucap Vay sambil membawa secangkir kopi untuk suami kulkas nya.


Mereka tengah duduk di ruang tengah saat ini.


"Lovely,, ah, tidak.. Aku hanya sedang mensyukuri Nikmat Tuhan saja. Tuhan memberikan kita lima Anak Baik, dan mereka adalah Harta paling berharga untuk kita." jawab Excel tersenyum pada sang istri.


Mereka selalu memanggil dengan sebutan kesayangan itu saat tak ada putra putrinya.


"Kau Bahagia Dear..?" tanya Vay sambil bersandar ke dada bidang suaminya.


"Sangat... Lalu, apa kau bahagia Lovely?." jawab Excel seraya bertanya balik dengan suara lembut.


"Kebahagiaan ku ada pada mu Dear, dan juga anak-anak kita. Kalian adalah sumber kebahagiaan untuk ku." jawab Vay sambil mendongak menatap suaminya.


Excel mendaratkan ciuman kilas di bibir Vay.


"Usia kita sudah setengah abad. Jika aku mati lebih dulu, apa kau akan menikah lagi?" tanya Excel pada Vay. Dan itu berhasil membuat Vay kesal. Dia tak suka jika membahas hal ini.

__ADS_1


"Dear, kau bicara apa? Aku tak suka." ketus Vay langsung beranjak dari dada bidang suaminya.


"Jika aku mati, aku tak akan melarang mu untuk menikah lagi Lovely. Tapi, jangan pernah lupakan aku jika aku adalah Cinta pertama mu." Ucap Excel sambil mengusap pipi istrinya.


"Lalu, jika aku yang mati lebih dulu, apa kau akan menikah lagi?" tanya balik Vay dengan nada kesal dan bibir manyun.


"Tidak, Kau adalah Hidup ku Lovely. jika kau mati, maka aku akan ikut bersama mu." jawab Excel dengan serius.


"Maka aku juga akan melakukan hal yang sama seperti mu Dear. Sudahlah, lebih baik aku ke kamar saja." ucap Vay yang ingin beranjak dari samping Excel.


Namun di tarik oleh Excel hingga Vay jatuh ke pangkuan suaminya.


"Aaa... Dear kau jahil sekali." pekik Vay saat tubuhnya melayang menimpa suaminya.


Excel langsung menyambar bibir istrinya yang manyun karena kesal pada nya.


Mereka memejamkan mata saat ciuman itu semakin dalam dan menuntut. Decapan keduanya memenuhi ruangan.


Meskipun sudah tak muda lagi, namun permainan lidah mereka masih sangat Ahli.


Vay menndessah pelan saat Ciuman Excel turun ke Leher putih mulus Vay.


"Emmhh Dear.." lirih Vay sambil mengacak dan meremat rambut Excel.


Excel menarik sudut bibirnya saat mendengar suara serak istrinya.

__ADS_1


Dia pun membawa sang istri ke kamar terdekat yaitu kamar tamu.


Excel meletakan tubuh Vay di atas kasur empuk dengan hati-hati.


Excel membuka pakaian Istrinya dan juga pakaiannya, Hingga mereka polos


Excel mencumbui istrinya, aroma tubuh Vay selalu menghipnotisnya.


Kecupan manja Vay selalu menjadi candunya.


Excel membenamkan wajahnya di sela pangkal Paha mulus Vay.


Dia menyesap, menjil*t dan mengigit kecil biji kacang milik istrinya itu. Membuat Vay pelepasan..


Setelah itu, Excel melakukan penyatuan. Pusaka Excel masih tetap sama, besar panjang dan berurat. Itu selalu membuat Vay nikmat.


Tak ada yang berubah dari permainan panas mereka. hanya saja, sekarang tak sesering dulu.


Excel mulai menghujam istrinya hingga lembah ketat sang istri membuat nya meracau tak karuan.


Excel mempercepat gerakannya saat merasakan miliknya akan keluar.


Hingga keduanya melenguh halus saat sampai di puncak nirwana bersama.


*******

__ADS_1


Ayok kasih dukungannya😘


__ADS_2