
Pagi menjelang, Vay bangun pagi-pagi buta karena semalam tidur lebih awal.
Vay yang merasa tubuhnya sudah lebih baik pun langsung bergegas mandi dan memakai lembali dres yang di pakainya kemarin.
Dia belum memiliki baju ganti saat ini. Tapi bukan masalah bagi Vay yang penting ada baju untuk dia pakai.
Setelah mandi Vay pun keluar dari kamar. Melihat rumah yang masih sepi, dan para pelayan juga blm bangun Vay jadi bingung harus melakukan Apa.
Dia turun ke lantai bawah, dan menuju Garden yang berada di samping Rumah mewah milik Excel.
Para penjaga yang berada di luar hanya memperhatikan Vay dari Pos yang ada di dekat gerbang.
Vay duduk di sebuah Ayunan yang tersedia di garden itu. Vay menarik nafas menghirup udara segar di pagi hari.
Dia juga memetik bunga mawar putih dan menyelipkan nya di telinga. menambah Ayu pada wajah cantik Vay.
Vay juga melantunkan sebuah lagu, dia sesekali menyanyi untuk menghibur dirinya sendiri.
Lama Vay berada disana. Vay juga tidak mengetahui jika ada Sepasang mata yang tengah memperhatikannya.
Excel merekahkan senyumnya saat melihat pemandangan indah itu. Puas melihat Vay dari atas Balkon kamarnya, Excel pun segera mandi dan bersiap karena dia akan ke rumah sakit untuk mengambil hasil Visum kemarin.
Usai mandi dan bersiap kini Excel turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi dan menemui Vay tentunya.
Excel menyuruh salah satu pelayan untuk memanggil Vay dan menyuruhnya Sarapan Pagi.
Tak butuh waktu lama, Vay sudah berada di meja makan.
"Duduk dan makanlah, kita akan segera kerumah sakit." titah Excel pasa Vay.
Vay menganggukan kepalanya Patuh, dan segera melaksanakan perintah tuannya.
Excel memperhatikan Vay masih mengenakan dres yang sama seperti yang dikenakan nya kemarin.
Dia mencebik kesal pada Daniel. "Kenapa hanya membelikan satu pakaian?" gumam Excel dalam hati.
Mereka makan dengan tenang kali ini. Hening... Tidak ada pembahasan apa pun disana.
Setelah mengisi perut, kini Excel dan Vay siap menjalani serangkaian aktivitas yang akan menguras energi hari ini.
__ADS_1
Excel dan Vay pergi meninggalkan rumah mewah itu. Di sepanjang jalan juga tidak ada percakapan Apa pun.
Tak berselang lama, Mereka tiba di salah satu mall terbesar di jakarta.
"Kenapa kesini?" tanya Vay pada Excel.
"Turun, kita akan membeli beberapa pakaian untuk mu." ucap Excel memberi perintah.
Vay langsung mengulas senyum mendengar hal itu. Tuannya benar-benar baik padanya. Pikir Vay.
Vay pun semakin di buat jatuh hati pada Pria datar dan dingin itu. Tak ingin berharap lebih, Vay pun membuang pikiran konyolnya jauh-jauh.
Mereka sudah berada di dalam Mall, tak lupa mereka memakai topi dan masker saat berada di tempat umum.
"Ambilah kebutuhan yang kau perlukan!" titah Excel pada Vay.
Ini kali pertama Vay berbelanja di Mall, biasanya dia hanya membeli pakaian di pasar. Vay tidak sanggup jika harus membeli barang mahal mengingat dia bekerja untuk biaya kuliahnya.
Bahkan dia sering mengenakan Baju Bekas Rani yang sudah tidak di kenakan oleh Rani lagi. Meskipun bekas, Vay tak pernah malu mengenakan baju pemberian Rani itu.
Rani juga sering membelikan Vay baju, namun dia selalu menolak karena tak ingin merepotkan Sahabatnya itu.
"Aku harus pilih yang mana? Ini terlalu banyak dan juga mahal." gumam Vay yang masih bisa di dengar oleh Excel.
Excel yang tak ingin membuang waktu, akhirnya dia turun tangan untuk membantu Vay memilih baju.
Excel mengambil banyak baju untuk Vay. Bahkan troli yang di dorong oleh Vay terlihat sperti gundukan Gunung.
"Ini terlalu banyak Tuan." ucap Vay pada Excel.
"Kau tenang saja, semua ini tidak gratis. Kau harus membayarnya dengan bekerja dengan ku." seru Excel dengan nada penuh penekanan.
"Tapi Tuan, aku akan bekerja sebagai pelayan di rumah mu, dan ini sangat berlebihan untuk seorang pelayan." sanggah Vay lagi.
Ya, Vay pikir dia akan bekerja sebangai pelayan seperti yang lainya.
"Siapa yang menyuruh mu berkerja sebagai pelayan?!" tanya Excel pada Vay dengan raut wajah mengerikan.
"Aku pikirr..." Vay tidak melanjutkan ucapannya, tenggorokannya tercekat.
__ADS_1
Excel berjalan lebih dulu ke meja Kasir. Vay pun langsung mengikuti langkah Tuannya buru-buru.
"Total nya jadi 135 juta Tuan," ucap Kasir menyebut nominal angka.
"Ha?!" Vay berteriak mendengar ucapan Kasir. matanya bulat sempurna dengan mulut mangap.
"Nggak salah mbak?" tanya Vay pada mbak Kasir.
"Tidak Nona," jawab mbak kasir itu tersenyum ramah.
Excel mengeluarkan Kartu Ajaib dari dompetnya, dan memberikan Black Card itu pada mbak Kasir.
"Ya Tuhan, bagaimana cara ku membayar hutang sebanyak itu?" ucap Vay lemas.
Excel mengulum senyum melihat reaksi Vay. Tentu saja tanpa sepengetahuan orang-orang termasuk Vay. Dia merasa Lucu melihat Ekspresi Vay saat ini.
Setelah membeli semua kebutuhan Vay, mulai dari baju hingga sepatu. Kini Excel mengajak Vay untuk membeli ponsel. Sadar jika gadis itu tak membawa ponsel saat dia datang ke rumahnya waktu itu.
"Ambilkan ponsel yang mahal dan canggih." titah Excel pada pelayan toko Handphone.
Pelayan itu langsung menyodorkan beberapa merk ponsel dan yang pasti canggih juga mahal.
"Pilih yang kamu inginkan.!" titah Excel pada Vay.
"Mas, yang harga 2 jutaan saja, saya nggak bisa pakai HP mahal ini." bohong Vay pada pelayan Toko.
Dia lulusan terbaik fakultas IT dan seorang Hacker, tidak mungkin jika Vay tidak bisa menggunakan Handphone itu.
Kata-kata Vay memang sangat Lucu. Hingga membuat Excel kembali menahan tawanya agar tidak pecah. Sumpah demi apa pun, Gadis polos yang nyaris seperti orang bodoh itu sangat-sangat menggelikan. Dia benar-benar lucu. menurut Excel.
Vay memang tak ingin hutang nya pada Excel semakin banyak, untuk itu dia memilih ponsel yang murah saja. Excel pun tau akan hal itu.
Padahal bagi Excel, uang yang dia keluarkan untuk Vay itu tidak seberapa. Dengan kecerdasan Vay, Excel akan mendapatkan uang yang jauh lebih banyak dari itu.
setelah melakukan pembayaran, Excel dan Vay langsung menuju rumah Sakit. Belanjaan yang banyak membuat mobil mewah milik Excel penuh.
"Ingat, ini tidak gratis." ucap Excel kembali mengingatkan.
"Iya Tuan!" singkat Vay karena tak ingin berdebat. Namun hatinya gusar.
__ADS_1
Entah Pekerjaan Apa yang akan di berikan Excel pada Gadis itu.