Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 30


__ADS_3

_Di Kediaman Wijaya.


Jesie tengah bingung saat ini. Baru beberapa bulan di tinggal oleh orang tuanya, hidupnya sudah berantakan.


Jesie yang awalnya senang karena dapat melakukan hal apa pun dengan bebas tanpa adanya larangan dari orang tuanya, kini menangis di bawah guyuran air shower.


Gadis itu tengah Hamil di luar nikah! Dia melakukan Dosa itu bersama dengan pacarnya. selain itu perusahaan yang di percayakan oleh papa Agung pada nya, kini mengalami kebangkrutan.


Selain investor yang menarik saham nya, jesie yang tak pernah menjalankan perusahaan dengan baik membuat perusahaan jadi amburadul.


"Pa, Ma, Jesie harus apa sekarang?" gumam jesie frustasi.


Setelah puas menangis, kini jesie memutuskan untuk menemui pria yang telah menghamili nya. Pria itu bernama Brian, seorang pewaris tunggal Glory Group. Perusahaan yang bergerak di bidang Elektronik.


Jesie bertemu dengan pacar nya Brian di sebuah Hotel tempatnya biasa menghabiskan waktu berdua.


Brian belum mengetahui jika Jesie hamil, dia membuka pintu hotel dan langsung memeluk kekasihnya itu.


"Heii sayang, aku merindukan mu." ucap Brian sambil mencium bibir jesie.

__ADS_1


Namun Jesie memundurkan wajahnya dari Brian.


"Kenapa sayang? Ada apa katakan?" tanya Brian saat jesie menolak ciumannya.


"Aku Hamil.!" jawab Jesie singkat.


"What?" pekik brian. Matanya membulat sempurna.


"Iya, aku Hamil Brian. Dan aku sudah melakukan Test kehamilan di rumah tadi pagi." jelas Jesie sambil menangis.


Brian tak memberikan tanggapan apa pun tentang kehamilan Jesie. Mereka masih sama-sama kuliah dan apa kata orang jika brian ketahuan telah menghamili seorang gadis di luar nikah. Tidak, Brian tidak mau nama baiknya terdampak jelek.


"Kau Gila Brian? Ini adalah darah daging mu! Apa kau tega membunuhnya?" sahut Jesie marah pada Brian.


"Ya, lagi pula itu masih sebuah janin, dan semakin ceparr kau gugurkan, itu akan semakin baik sebelum janin itu membesar.!" jelas Brian dengan penuh penekanan.


"Tidak! Aku tidak akan melenyapkan Anak kita!" jawab Jesie sedikit berteriak seolah membentak.


"terserah, tapi aku tidak mau bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam perut mu! Mau di taruh mana wajah ku jika semua orang tau, aku menghamili mu di luar nikah! Aku tidak mau! Lagi pula, aku masih ingin menjelajah! Tidak ingin menikah muda!" sentak Brian.

__ADS_1


"Baiklah, aku sendiri yang akan datang menemui orang tua mu dan mengatakan apa yang terjadi pada kita.!" ancam Jesie.


Brian langsung mencengkram pipi Jesie kencang.


"Berani kau membuka suara, aku tidak akan segan untuk melenyapkan mu dan juga janin yang ada dalam perut mu!" teriak Brian berbicara di depan wajah Jesie seraya mendorong gadis itu.


Jesie terjungkal jatuh ke lantai. Begitu sadis Brian memperlakukan nya seperti sampah.


Brian marah pada Jesie yang mengancam ingin melaporkannya pada orang tua Brian.


Setelah mengancam Jesie, Brian berlalu pergi dari kamar hotel itu meninggalkan Jesie yang masih terduduk di lantai dan menangis.


"Brian Jahat!" teriak Jesie.


Dia kecewa dengan kekasihnya itu. Padahal dulu Brian berjanji akan mempertahankan hubungan mereka apa pun yang terjadi. Namun Brian berbohong. Brian tidak menepati janjinya.


Jesie memutuskan untuk pulang dan tidak memberitahukan hal itu pada Papa Agung dan Mama Retno. Dia takut orang tuanya kecewa.


Hingga Jesie memutuskan untuk menutupi masalah ini dari semua orang.Dia akan mempertahankan Janin itu dan merawat nya seorang diri jika bayi itu sudah lahir.

__ADS_1


Benar-Benar malang nasib Jesie saat ini. Dan Keluarga Agung wijaya telah menerima Karma nya. kejahatan yang mereka lakukan pada Vay, kini berbalik pada Mereka sendiri.


__ADS_2