Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 16


__ADS_3

"Halo Non Jesie, Tuan dan Nyonya di tangkap polisi. Non jesie cepatlah pulang." ucap Bi Ani dari sambungan telpon.


Ya, Bi Ani memberitahu jesie apa yang baru saja menimpa orang tuanya.


Sudah dapat di pastikan jika Jesie saat ini sedang Panik. Dia yang sedang liburan bersama teman-temanya memutuskan untuk pulang malam itu juga.


Sedang di sisi lain, Kini Papa Agung dan Mama Retno sudah berada di Sell. Mereka di tahan untuk memudahkan Proses penyidikan.


2jam berlalu, Jesie sudah tiba di jakarta dan langsung menemui kedua orang tuanya di Rutan.


"Pa, Ma, apa yang terjadi?" tanya Jesie pada Papa Agung dan Mama Retno.


"Ini gara-gara Gadis sialan itu, dia melaporkan kami pada pihak berwajib. Bahkan dia sudah membawa bukti Visum. Kami tidak bisa melakukan pembelaan. Hanya kamu dan Bi Ani yang bisa menolong kami. Kalian harus jadi saksi bahwa Mama sama Papa tidak melakukan penganiayaan itu Jes, dan kamu Hubungi pengacara papa, minta bantuan padanya untuk menyelesaikan kasus ini." jelas Papa Agung pada Jesie.


"Baik Pa, Jesie akan menghubungi pengacara Papa segera." jawab Jesie patuh.


"Kamu jaga kesehatan ya Sayang." ucap Mama Retno pada Jesie.

__ADS_1


"Papa sama Mama juga ya." balas Jesie.


Setelah menemui orang tuanya, Jesie pun bergegas menjalankan perintah Papa Agung untuk segera menghubungi pengacara keluarga Agung Wijaya.


Kini semua orang tengah di sibukan oleh kasus Vay. Semoga saja Vay mendapat keadilan yang seadil adilnya.


.


.


_Di tempat lain di Luar Negeri, Tepatnya di London.


Pasangan suami istri itu bernama Rizal Bramasta dan Melinda. Mereka kehilangan putri tunggal nya yang masih Bayi 24th yang lalu. Hingga saat ini, mereka belum menemukan keberadaan Putri tunggalnya itu.


Berbagai cara telah di lakukan, bahkan mereka sudah menyewa banyak detektif handal, namun tetap Nihil.


Setelah peristiwa penculikan itu, mereka memutuskan untuk pindah ke Luar Negeri. Karena banyak nya pesaing Bisnis di Indonesia yang menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan mereka.

__ADS_1


Padahal, kalah dan menang dalam Tender itu hal yang wajar. Namun sifat manusia yang tamak, selalu ingin jadi penguasa, yang tak pernah bersyukur atas nikmat Tuhan membuat mereka gelap mata.


"Queen, Mommy Rindu.. 24th Mommy dan Daddy mencari mu, Namun kami tak kunjung menemukan mu Honey.. Kamu dimana Queen?" ucap Wanita Paruh baya itu sambil menangis mengingat Putrinya yang hilang.


"Mom.. Jangan seperti ini, jika Tuhan mengijinkan, pasti kita akan bertemu dengan Queen lagi. Jika Mommy mau, kita bisa kembali ke Indonesia agar bisa mencari Queen dengan Mudah." Seru Daddy Rizal menenangkan istrinya.


"Tapi Dad, disana Banyak orang jahat, mereka sudah menculik Queen, bahkan kita tidak mengetahui siapa pelakunya hingga saat ini. Mommy takut akan terjadi hal buruk pada kita jika kembali ke Indonesia." timpal Melinda pada suaminya.


"Mom, jika kita terus disini, kemungkinan untuk menemukan Queen itu sangat sulit. 24th kita mencarinya dari sini, tapi Nihil. Lagi pula Dad juga sudah menjual perusahaan Dad yang ada di Indonesia, jadi tidak perlu takut akan musuh bisnis Dad. Kita akan tinggal di Apartemen selama di Indonesia, okey?" Jelas Rizal lagi untuk membujuk istrinya.


"Baiklah.. Lalu bagaimana dengan Bisnis Dad di London?" tanya Melinda lagi.


"Biar Erdward yang Hendel, Dad Akan meninjau dari jauh. Dan sesekali datang kesini." jawab Rizal sambil mengusap rambut istrinya.


Erdward Adalah tangan kanan Dadddy Rizal Bramasta.


Ya, Setelah menjual perusahaan nya yang ada di Indonesia, Rizal mencoba peruntungan dengan membangun bisnis di London. Bisnis itu bergerak di bidang Periklanan.

__ADS_1


Rizal yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dengan mudah membuat bisnis itu berkembang pesat. Hingga saat ini bisnis itu masih berjalan dengan lancar.


Sedangkan Melinda menganggukan kepalanya pertanda Setuju. Dan Lusa mereka akan terbang ke Indonesia. Berharap mereka akan segera menemukan Queen disana.


__ADS_2