Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 21


__ADS_3

_Di kediaman Mattew.


Pria itu bangkit dari lantai. Dia meninju tembok sekeras mungkin.


"Aaaarrgghh... Kurang Ajar! Padahal hampir saja aku bisa memiliki gadis itu seutuhnya. Awas saja kau Excel! Aku akan membuat perhitungan dengan Mu! Aku akan merebut Gadis itu dari mu.! Hahaha..!" umpat Mattew menyeringai seperti iblis dengan tawa menggelegar.


Acara jamuan pun langsung di bubarkan kala itu juga. Semua rencana Pesta berantakan karena Excel.


"Lucas, cari informasi tentang gadis itu. aku tak ingin kehilangan dia. Jika perlu, kita culik gadis itu segera. Aku ingin melihat, bagaimana ekspresi Excel, saat Gadis itu resmi menjadi milik ku." titah Mattew pada Asisten kepercayaannya.


"Baik Tuan!" jawab Lucas patuh.


Mattew benar-benar sudah jatuh hati pada Vay. Dan mengambil Vay dari Excel adalah rencananya untuk menghancurkan Musuh nya itu.


.


.


_Pagi menjelang.


Kini Excel dan Vay sedang berada di Ruang kerja milik Excel.


Sedangkan Bi Ani sudah di antar oleh supir untuk mengambil barang-barang nya di kediaman Wijaya.


Hening tidak ada pembicaraan di antara Excel dan Vay.


saat ini Vay sedang di minta Excel untuk meretas File-File penting milik pesaing Bisnis nya. Terutama pada Musuh besarnya yaitu pembunuh dari kedua orang tuanya.


Vay hanya melakukan tugas nya saja saat ini. Tak ada niat sama sekali untuk bertanya tentang bisnis yang di geluti oleh Excel.


Karena sudah Dua Kali dia di selamatkan oleh Tuannya itu, maka kali ini Vay akan melakukan yang terbaik untuk tuannya sebagai apresiasi.


Lama Vay meretas file itu karena mereka memiliki alat canggih untuk melindungi semua aset penting.


Namun Vay tidak menyerah. Dia akan terus mencari cara untuk mengambil alih File penting itu.


Sementara itu, Excel yang melihat Vay sangat serius saat ini mengulas senyum kecil. Rambut Vay yang tergerai membuat kerja Vay merasa terganggu. Beberapa kali Excel melihat Vay nampak menyelipkan rambutnya ke daun telinga.


Excel yang melihat itu pun jadi gemas. Dia berdiri dari duduk nya mendekati Vay.

__ADS_1


Vay yang terlalu serius, tak menyadari jika Excel sudah berada di samping tempat nya duduk.


"Ekhemm.." Excel berdehem agar Vay ternotice.


Dan Benar, Vay langsung mendongakan kepalanya menatap Excel.


"Tuan, ada apa?" tanya Vay.


Tanpa mejawab pertanyaan Vay, Excel langsung meraih Rambut gadis itu lalu mengumpulkannya menjadi Satu dan mengikatnya dengan karet gelang, yang biasa dia gunakan untuk mengikat rambut nya sendiri yang gondrong.


GLEK!! Excel menelan ludahnya susah payah, saat melihat leher Vay yang ada bekas tanda kepemilikan yang semalam dia buat.


Tak ingin khilaf lagi, Excel mengikat rambut Vay dengan cepat dengan ikatan yang di cepol ke atas.


"Terimakasih Tuan." ucap Vay tersenyum pada Excel.


JLEB! Seolah terkena panah Asmara.


Jantung Excel menjadi tak karuan karena mendapat senyuman dari Vay.


Excel menganggukan kepalanya pelan sebagai jawaban. Dia langsung duduk kembali di kursi kebersarannya. Yang berhadapan dengan Vay saat ini.


"Iya Tuan, mereka memiliki Admin yang handal. tapi tenang saja, aku akan mendapatkan nya untuk Mu Tuan." jawab Vay kembali tersenyum menatap Excel.


"Baiklah, jika kau berhasil aku akan mengabulkan satu permintaan mu." seru Excel lagi.


Dia sengaja berbicara seperti itu agar Vay semakin semangat meretas File penting dari musuhnya.


"Sungguh Tuan?" tanya Vay dengan mata membelalak sangat lebar.


Excel mengangguk.


"Baik tuan, aku akan berusaha lebih giat lagi sekarang.!" ucap Vay sangat berbinar.


30 menit kemudian...


Vay telah berhasil mencuri File penting milik musuh Tuannya Excel.


"Yess Finally." teriak Vay sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Apa sudah berhasil?" tanya Excel.


"Coba Chek Tuan." titah Vay sambil menyodorkan Laptop pada Excel.


Excel melihat dan mengecek nya. Dan Benar, Vay sudah mengambil alih File penting itu dari musuh Besar nya.


"Good Job!" ucap Excel seraya mengacak pelan puncak kepala Vay.


Hati Vay meleleh seketika mendapat perlakuan manis dari Tuannya.


"Katakan, apa keinginan mu?" tanya Excel pada Vay.


"Aku hanya ingin jalan-jalan dan makan Es krim Tuan." jawab Vay dengan penuh semangat.


"Hanya itu?" tanya Excel lagi.


Vay mengangguk cepat. "Aku bosan Tuan. Aku hanya ingin merefresh pikiran ku saja. Mengahadapi kasus kemarin dan Insiden semalam membuat ku sedikit Stress." ucap Vay menundukan wajahnya.


"Baiklah.. nanti jika ada waktu, aku akan membawa mu keluar. dan soal insiden semalam, aku juga minta maaf sudah..." Excel tidak melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba lidahnya terasa kelu.


"Ah, tidak apa-apa Tuan, harusnya saya yang berterimakasih." sanggah Vay dengan cepat.


"Tapi aku sudah membuat leher mu ...." ucap Excel terpotong.


"Ah, ini. bukan masalah tuan, aku bisa bilang jika ini bekas gigitan serangga." serobot Vay memotong pembicaraan Excel.


Suasana jadi canggung. Vay buru-buru keluar untuk menyelamatkan Hatinya yang gusar tak karuan.


"Ya sudah, saya permisi Tuan." ucap Vay langsung berlari keluar dari ruang kerja Excel.


Excel masih terdiam mencerna ucapan Vay.


"Gigitan serangga? Dia pikir aku ini serangga apa.?" gumam Excel tidak jelas.


Namun pria itu mengulum senyum nya saat melihat Vay gugup dan salah tingkah.


"Apa ini Ciuman pertama nya?" tanya Excel dalam hati.


Dia menggelengkan kepalanya mengingat lagi Insiden semalam.

__ADS_1


__ADS_2