
Hari ini adalah hari pernikahan Daniel dan Dokter Clari. Excel sebagai Atasan Daniel, tentu saja dia jadi tamu istimewa di acara pernikahan Asistennya itu.
Ya, Daniel dan Clari melanjutkan hubungan mereka sejak perkenalan nya beberapa bulan yang lalu.
Clari yang memeriksa Vay kala itu, mampu menarik perhatian Daniel.
Dan Daniel lah, pria yang mampu menyembuhkan trauma Clari. Kehilangan tunangan membuat Clari menutup pintu hatinya rapat-rapat.
Hingga Daniel Hadir membuat Clari merasakan jatuh cinta lagi stelah 2 tahun menyendiri akibat trauma.
Kini mereka menyatukan cinta mereka dalam ikatan janji suci di hadapan Tuhan.
6 Bulan, waktu yang cukup singkat untuk memantapkan hati melangkah ke jenjang pernikahan.
.
.
_Di kediaman Excel.
Seluruh keluarga Bramasta di undang, Dad Rizal, Mom Melinda dan Bi Ani sudah mengenal Daniel lama dan mereka juga menganggap Daniel seperti Keluarga sendiri.
Mereka akan pergi bersama Excel dan Vay ke acara pernikahan Daniel.
Kini keluarga Bramasta tengah berkumpul di Rumah Mewah Excel, menunggu sang putri yang tengah bersiap.
Excel membantu istrinya memakai dress berwarna Marun dengan penjang selutut memperlihatkan perut buncitnya yang super besar itu. Ya, usia kandungan Vay sekarang sudah masuk 9 bulan.
Meskipun tubuh Vay sudah seperti Gajah, namun kecantikannya tak luntur sedikit pun. Justru kecantikannya semakin bertambah semenjak Hamil.
Sejak hamil besar, Excel selalu memperlakukan Vay seperti Anak balita. Karena pergerakannya yang mulai terbatas hingga membuat Vay kesulitan melakukan aktivitas.
Kadang Excel merasa tak tega, saat istrinya kesulitan untuk tidur karena baby twins yang selalu aktiv di perut istrinya.
Vay juga sering mengalami keram di kakinya, pegal di bagian pinggang dan punggung nya. Namun Vay tak pernah mengeluh karena Excel selalu mengerti keadaanya.
__ADS_1
"Dear, aku tidak mau pakai sepatu cat ini. Terlihat aneh." rengek Vay saat Excel mengenakan sepatu Cat berwarna putih ke kaki nya.
"Lalu, kau mau pakai apa Lovely? Heels? No! Kau tidak boleh memakai Heels, nanti kaki mu sakit." jawab Excel masih terus memakaikan sepatu cat itu.
Vay mendengus kesal karena dandanannya tak sesuai keinginan hati nya.
Mereka Turun setelah selesai bersiap, Excel setia menggandeng sang istri menuruni tangga secara perlahan.
Semua orang terpana dan memuji penampilan Vay yang sangat anggun dan super cantik itu dengan perut bulatnya.
Setelah di rasa semua siap, mereka pun berangkat menuju pernikahan Daniel dan Clari.
Excel membawa mobil nya sendiri. Mobil sport hadiah ulang tahunnya waktu umur 17th pemberian Papa Alexander. Mobil yang selalu menemaninya dari dulu hingga saat ini. Menemani proses hidupnya sampai memiliki istri dan kini ia akan memiliki anak dan berstatus menjadi seorang Ayah.
30 menit, mereka tiba di Gedung pernikahan Daniel dan Clari. Acara akad di lakukan Sore Hari dan langsung Resepsi pada malam hari nya.
Namun Excel hanya menghadiri acara akad saja karena dia tak mau jika Vay kelelahan.
Excel dan Vay memasuki aula gedung dengan berjalan beriringan. Vay memeluk lengan suaminya yang super tampan kebangetan itu.
"Tuan Excel, Nyonya Vay, Dad Rizal, Mom melinda dan Bi Ani. Terimakasih sudah berkenan menghadiri moment bahagia ini." sambut Daniel saat melihat tamu kehormatannya datang bersama keluarga.
Daniel menyalami mereka semua satu persatu sebagai tanda hormat.
"Tentu saja kami datang, kamu kan sudah menjadi keluarga kami Daniel, jadi tak perlu sungkan." sahut Mom Melinda mewakili semuanya.
Daniel tersenyum mendengar penuturan Mom Melinda, dia sangat bahagia karena di kelilingi orang-orang Baik.
Mereka pun duduk di kursi khusus untuk menjadi saksi pernikahan Daniel dan Clari.
Tak berselang lama, Acara di mulai. Daniel nampak tampan dengan baju pengantin adat Jawa. Ya, ini adalah permintaan Clari karena dia asli orang Jogjakarta.
Calri pun nampak Cantik dengan baju pengantin adat jawa tersebut, dengan hijab yang menutupi kepalanya.
Daniel dan Calri duduk berdampingan, dengan Daniel menjabat Tangan Tuan Atmaja untuk mengucap janji Suci pernikahan.
__ADS_1
Daniel mengucap janji suci dengan tegas dan lantang sekali ucap. dan semua orang mengucap syukur saat saksi berkata 'SAH'.
suara tepuk tangan memenuhi gedung, mereka turut bahagia atas pernikahan Daniel dan Clari.
Perut Vay tiba-tiba bergejolak mulas dan terasa kencang. Namun dia tahan karena masih di acara pernikahan, dia tak mau membuat semua Orang panik.
Keringat dingin mengucur dahi Vay. Excel menjadi khawatir pada Istrinya.
"Lovely, Apa kau sakit? Kau berkeringat sedari tadi." tanya Excel yang sedang menunggu giliran untuk memberi selamat.
"Perut ku," ringis Vay sambil mencengkeram perutnya saat rasa sakit semakin kuat.
Excel pun menjadi panik. "Apa sudah saatnya?" tanya Excel yang lamgsung di angguki Vay dengan cepat.
Excel bergegas memapah istrinya kaluar dari gedung.
"Apa yang terjadi?" tanya Dad Rizal pada Excel dengan wajah panik.
"Vay kontraksi Dad." jawab Excel cepat.
Dad Rizal pun membantu Excel membopong Vay. Tubuh Vay yang besar harus di gendong dua orang sekaligus.
Mom Melinda dan Bi Ani pun mengikuti mereka dari belakang. Tak lupa mereka berpamitan pada Daniel terlebih dahulu.
Dad Rizal mengendari mobil Excel karena tak muat. Mom Melinda dan bi Ani tak mau meninggalkan Vay sendiri di mobil.
Sedangkan Excel membawa Mobil Dad Rizal yang cukup untuk 4 orang.
Bi Ani dan Mom Melinda duduk mengapit Vay di kursi penumpang.
Excel memaju mobil dengan kecepatan penuh dan sesekali melihat istrinya dari sepion yang ada di atas kepalanya.
**********
Baby Twins mau lahir...
__ADS_1
Yuk kasih dukungannya😘