
Sangat berbeda dengan suasana di SMP sekarang aku sudah menjadi anak SMA di kelas X-1 atau di kelas sepuluh satu. Ada beberapa kelas untuk angkatan baru dan karna belum ada jurusan makanya penamaan kelasnya bagitu. Yap, aku sudah jadi anak SMA.
Setelah bulan ramadhan 2012 ini kami mulai kembali belajar. Suasananya tidak jauh berubah dengan minggu pertama kami bersekolah, masih ada rasa canggung. Aku duduk bersama teman baru ku yang agak gemuk dan tinggi. Nama panggilannya Dayat. Mudah-mudahan aja ia gak mukul jika aku ajak ke koprasi. Pikirku ia itu orang yang jahat dengan postur tubuh tegap tapi saat aku ajak ia kesana kemari dan meminjam uangnya, ia mau mengasihani aku hehe. Selain Dayat, banyak juga orang-orang asing yang sangat kutakuti dikelas ini. Seperti si Rama, si Gody, si Ade.
Hoho... aku masih ingat saat pertama Ade menyapa Dharma si gadis cantik yang duduk disebelah teman yang belum ku kenali itu.
Di mana?!
Ekspresinya itu loh hehe.. Wajar gadis cantik pasti disukai cowo ganteng.
Dilihat dari percakapan Ade dengan Ikhsan kurasa mereka berdua sudah beteman sebelumnya, terlihat mereka cukup akrab saat mengobrol. Tiba -tiba guru masuk keruangan kami.
"Good morning.."
"Morning!" serentak kami.
Dalam hatiku gelisah "pasti bakalan perkenalan nih.."
__ADS_1
"Sebelum kita belajar alangkah baiknya memperkenalkan diri kita dan kalian maju ke depan ya.."
Ha! sudah kuduga.
"Okeh mulai dari absen pertama ya"
Masalahnya setiap kali pekenalan ,aku merasa sangat gugup ,gugup bukan main.. kemampuan berbicaraku sangat rendah, ditambah degupan jantung yang gak beraturan ini membuatku tak karuan.
"Absen pertama silakan maju"
Bla.. bla.. bla..
"Absen berikut nya Raga. di mana Raga? silahkan maju ke depan..."
Bla bla bla...
Aduh, aku masih saja belum bisa tenang, kadang aku terbawa hayalan jika nanti teman-temanku akan melempariku dengan bola. Duh, sementara itu yang lain nya sibuk menanyai pacar Raga ,katanya sih ada di kelas ini ,namanya Mitha. Tapi ku lihat dari ekspresi si Raga nampaknya ia tidak menunjukan tatapan asmaranya. Hmm begitulah..
__ADS_1
Selanjutnya Gody, saat Gody tampil kedepan ,ia memberikan penampilan berbahasa Inggris yang hebat kami pun memberi tepuk tangan kepadanya ,mungkin karena ia yang terbaik.
Absen berikut dan berikut nya sampai diujung tanduk, panas dingin rasanya. Yap! akhir nya aku maju kedepan ,aku coba memberanikan diri dan tetap teguh. Ku tarik nafas dalam dalam dan...
tamat...
Eh belum ya.. Okeh.. Aku mulai memperkenalkan diri ku ,sebenarnya gugup sekali berada di depan ,cengar cengir sendirian ketika salah seperti orang yang gak sehat. Sesi pertanyaan dibuka, berapa jarak kamu dari rumah kesini ? naik apa kamu kesini? apa kamu punya pacar? ngapain kamu sekolah? siapa nama nenek moyangmu? berapa umur budi? apa nama istri budi? berapa umur budi saat dia nyemplung di kali?
Pertanyaan demi pertanyaan itu melesat bagaikan tombak yang menusuk tembus dada ini, perlahan ku jawab semuanya walaupun sedikit bisa berbahasa Inggris. Alhamdulillah semua terjawab dan aku bisa kembali ketempat duduk. Aku tanyakan ke Dayat bagaimanakah muka ku saat berada di depan tadi, apakah pucat?... Dayat menjawab "bukan pucat lagi tapi bagaikan mayat hidup" Waduh..
Setelah jam bahasa Inggris selesai, ternyata tidak ada guru yang masuk ke kelas kami ,tandanya bisa dilihat dari perangkap yang kami pasang di dekat pintu yang tidak menunjukan reaksi sama sekali. Ya, inilah saat-saat dimana kami bisa manfaatkan untuk saling mengenal, bersanda gurau dan lainnya. Tapi aku lebih memilih menggambar dihalaman belakang buku ,gambar monster, alien, dan senjata-senjata. Serunya menggambar disaat guru tidak ada, asik sekali. Tak terasa hari ini sampai pulang sekolah, cukup melelahkan. Aku mendapat teman baru.
Di lain hari ketika guru sosiologi masuk ke kelas kami dan menerangkan pelajarannya, berberapa menit kemudian guru bertanya kepada kami semua dengan sebuah pertanyaan yang mungkin bisa mengubah sejarah umat manusia, pertanyaannya adalah..
"siapa diantara kalian yang sudah menemukan best friend di kelas ini?"
Aku kaget dan berkata dalam hati "aku punya best friend disini" ingin sekali aku ungkapkan, kalau aku punya best friend disini, pasti dia juga berkata dalam hati "fidz mana pertanggung jawaban mu tentang persahabatan kita sebulan ini" semua teman-teman ku pada diam termasuk dia yang menurutku best friend, tapi apa dia juga menganggap begitu terhadap ku, tidak tentunya, karna dialah yg selalu menolongku, sementara aku sedikit membantu, sehingga pandanganku bahwa dia adalah best friend mungkin hanyalah fatamorgana.
__ADS_1
Prinsip ku adalah impas, saling membalas budi. Lalu kukurungkan niatku untuk mengungkapkan semua itu dan mendapat satu kewajibanku terhadapnya. Sejak saat itu pemikiran bocah ku mulai memudar dan akan menunjukkan sikap kedewasaan. Berhari-hari dan berbulan-bulan, sampai aku mulai memperbaikinya bersama mereka, teman sekelas. Rupanya mereka teman yang baik. Setiap masalah diselesaikan dengan bersama-sama, setiap hari sabtu jadwalnya, jelas aku tambah senang sekelas dengan mereka. Mungkin baru kali ini aku bertemu dengan teman yang seru seperti mereka. Namun apakah itu benar-benar arti dari berteman yang sesungguhnya..
enyahlah.. eh.. entahlah . . . .