Monster Labil

Monster Labil
Akan Mendapatkan


__ADS_3

Perutku sakit sekali ketika ada pergerakan di usus. Penyebabnya belum aku ketahui, aku kesulitan berpikir karena kesakitan. Jika muncul rasa hendak bab segeranya aku harus langsung ke wc kalau tidak bisa-bisa aku mencret dicelana. Susah sekali mengingat apa yang sudah aku makan kemarin. Seingatku, aku tidak memakan makanan yang aneh. Mungkinkah pencernaanku terkejut karena aku ingin berpuasa dengan sahur kopi dan mie pedas? Ataukah ada suatu hal yang luput dari perhitunganku?.. uhh sulit sekali berpikir, pikiranku dipenuhi dengan rasa sakit.


Ini rintangan yang cukup berat.


Sorenya, berpikir bagaimana cara supaya aku bisa sholat Ashar berjamaah.


Bisikan setan mulai terdengar di dalam hati, membisikkan agar aku sholat di rumah saja.


Hampir terpengaruh.


Rasa sakit bila bergerak masih bisa aku tahan, tapi kalau mendadak ingin bab terpaksa harus ke wc. Masalahnya wc di mesjid sudah gak layak dipakai. Butuh waktu yang sangat banyak untuk teliti jika ingin keluar dalam keadaan bersih tanpa najis.


Mencoba sebisa mungkin tenang dan menerka dengan insting untuk memilih pilihan yang tepat.


Perasaanku lebih berpihak jika aku sholat di rumah saja tanpa perlu memperjelas alasan alay. Aku tahu kondisiku tak memungkinkan tapi bukan berarti aku memilih untuk menjadi lemah.


Sayang sekali, rugi besar, ini takdir..


Akupun sholat di rumah dan benarnya perasaan menebak yang akan terjadi, pada pertengahan sholat perut makin sakit karena ingin bab. Kalau tadi aku milih ke mesjid mungkin saja gak sempat lari keliling mesjid untuk pergi ke wc dan langsung mencret di tengah jalan ..


Jika dihitung mungkin lebih sepuluh kali aku bab dalam waktu seharian penuh, jam tidur malam tak dihitung. Pencernaanku seperti ingin membuang racun makanya sering bab. Entahlah apa yang sudah aku makan. Rasanya benar-benar menyakitkan sampai aku terbaring lemas karena kesusahan menahan rasa sakit. Tetapi di tengah kesakitan itu aku merasa bersyukur. Bersyukur karna mungkin ini ujian yang mampu aku sadari lebih cepat dari sebelumnya dan menambahkan kekuatan iman. Pelajaran yang sangat bagus. Tapi yaa tak selamanya harus sakit, aku harus sembuh untuk bisa leluasa beribadah.


_


>>>Monster Labil<<<


Setiap hariku terkadang memang biasa saja. Itu karena mungkin aku masih terjebak dalam zona aman. Sebutan bagi seseorang yang pengangguran. Di saat kondisi kita nyaman lalu tiba-tiba masalah datang menyerang akankah kita menanggapinya dengan baik atau sebaliknya? Berlaku khusus padaku, yaa karena ini memang khusus masalahku.

__ADS_1


Aku perjelas. Sebelumnya aku pernah menjelaskan kenapa aku belum mau bekerja. Padahal aku punya potensi untuk belajar cepat namun saat ini bukanlah keadaan yang tepat untuk fokus menghasilkan harta benda.


Aku masih punya banyak masalah terhadap kepribadianku sendiri makanya lebih baik aku memperbaikinya sebelum bertambah parah.


Ketika seseorang kehilangan kendali dia tak jauh lebih dari binatang. Mengikuti hawa nafsu dan tujuan yang tak pernah berujung. Sampai lelah dan mati. Berharap mati itu hanyalah mati menghilang, padahal kenyataannya tidak. Itu salah satu kondisi yang paling ingin ku hindari.


Terus belajar dan teliti memperhatikan pelajaran hidup yang bisa diambil untuk melengkapi kepingan puzzle ilmu, untuk melengkapi bagian diriku.


Levelku masih lemah. Faktanya aku bisa belajar maksimal ketika senang dan dalam kondisi prima. Waktu jeda yang lama bisa aku sadari sampai aku siap menerima pelajaran. Yaa beginilah aku. Takkan pernah ada guru sekolah yang dapat mengajariku dengan baik. Kalau memang ada, mereka harus jauh lebih memahami semua materi pelajaran hidup. Bukan hanya bertumpu satu titik tapi menyeluruhnya dalam aspek kehidupan.


Apakah ada?


Yep, jelas ada.


Agama islam tak hanya mengajarkan beribadah tetapi juga mengajarkan bagaimana setiap aktivitas menjadi bernilai ibadah. Mereka yang agamanya kuatlah yang bisa mengajarkanku agar lebih baik lagi.


_


Ada perasaan sedih yang muncul dan ada juga perasaan kagum yang muncul.


Aku menangkap pesan moral sesuai yang aku lihat dan sesuai pengalaman.


Perasaan sedih.


Keinginan hati ingin memuliakan seorang Guru terbesit dalam benak.


"Seandainya aku di sana melindungi Guru dengan payung dan menuntunnya sampai ketujuan" sedih karena diri tak bisa berbuat.

__ADS_1


Aku mengulas apakah sama perlakuan kita terhadap seorang Guru dan misal dengan seorang pejabat?


Sesuai apa yang pernah aku lihat pastinya seorang pejabat atau petinggi jabatan kebanyakan mendahulukan atau ada di sampingnya seseorang pengawal. Berharap dapat perlindungan dan sebagainya.


Tapi berbeda dengan Guru.


Malah Guru lah yang sendiri yang berjalan duluan.


Kenapa bisa begitu?..


Yaa karena pengalaman dan rintangan yang sangat banyak.


Perasaan kagum muncul.


Pelajaran bahwa kita tak bisa berharap pada makhluk karena makhluk bisa roboh, berkhianat dan juga mati. Akan tetapi jika kita bersandar dan berpegang pada Allah swt. Yang Menguasai alam semesta ini akan mustahil takut pada dunia dan isinya. Di tambah dengan pelajaran diri untuk mandiri, tak harus bergantung pada orang lain atau berharap dapat pertolongan dari orang lain.


Maaf karena kemampuan observasiku bertumpu berdasarkan logika sendiri jadi akan selalu ada kekurangan.


Mereka yang sudah sangat bagus agamanya pastinya telah banyaaak mengalami rintangan, pengalaman dan ilmu yang didapat. Bisa dibilang dari ujian cobaan yang hampir mustahil diatasi oleh orang awam. Levelku? Yep lemah, sekali kena bully aja rasanya sudah pusang banget.


Memilih untuk mengikuti arus saja ataukah ingin bermiat dan berusaha sendiri untuk maju?


Hati bertanya padaku.


Kau tahu? Setiap kali aku sujud terakhir sholat aku selalu bingung ingin minta apa selain ampunan untuk sendiri dan ke empat orang tua. Aku orang yang mudah puas. Ditambah kebutuhan yang selalu terpenuhi dan perbedaan kepribadian dari orang biasa membuat jalan pikirku berkata "semua ini sudah cukup, aku tak ingin meminta apapun untuk kehidupan dunia". Salahnya jalan pikirku ialah hanya terfokus pada kondisi saat ini. Seharusnya aku berpikir kepuasan tersebut harus mencapai jangkuan akhir hayat. Dengan melihat jauh aku bisa sadar sebuah hamparan kosong bekal dan rencana yang seharusnya akan dipakai untuk menghadapi cobaan masa depan.


Aku sadar kini sebenarnya buat apa semua banyaknya waktu luang dan penunjang kehidupan selama ini yang tak lain demi melatih diriku.

__ADS_1


Jadi, aku harus banyak meminta apapun permintaan itu yang ditujukan untuk beribadah. Termasuk meminta untuk bisa lebih baik lagi. Demi kepribadian lebih baik. Demi masa depan yang lebih baik.


__ADS_2