
Pernah gak kalian mengalami bad mood yang luar biasa?
pasti pernah, rasanya gak enak banget, terpaksa berperilaku baik padahal hati lagi panas. Oh iya pertama kali aku mendapatkan karakter Beater ketika aku kelas 2 SMA, aku rasa ini peningkatan diri. Nama karakter ini aku ambil dari anime S.A.O saat Kirito berpura-pura menjadi tokoh jahat. Awalnya aku juga gak sengaja memakai nama ini, ah bukan lebih tepatnya julukan.
Aku menganggap diri ku ada dua, Hafidz dan Beater. Beater itu merah gelap, kekuatan(strenght), kokoh, hanya peduli diri sendiri dan berpihak pada keadilan. Beater hadir sebagai penyempuraan, banyaknya masalah dan tidak adanya sandaran membuat karakter ini bangkit. Coba kalian tebak apa kemampuan pertama kali yang ku dapat dari karakter ini, haha mana mungkin kalian bisa jawab. Kemampuan pertama kali yang ku dapat dari karakter ini adalah niat membunuh.
Peningkatan yang seharusnya tidak diperlukan dalam dunia pelajaran.
Aku kacau sekali bisa-bisanya kemampuan ini muncul dan aku telah banyak menggunakannya, ke siapa saja aku menggunakannya? pertama ke Ebet saat aku main game di warnet, jelas sekali dia panik sampai curhat ke teman-temannya oh bukan maksudnya teman nongkrongnya. Setelah aku membuatnya takut aku langsung sadar "dia ketakutan" kok bisa ya?
Kedua aku menggunakannya ke Via, yap reaksinya kurang lebih sama dengan Ebet. Ketiga ke Agus dan banyak lagi. Aku menggunakannya karena mereka terlalu mengganggu ditambah aku sedang frustasi karena berbagai alasan.
__ADS_1
Rasanya menakuti lawan? tidak enak sekali seolah-olah aku ingin merelakan segalanya kalau sampai niat membunuh mu tak terbendung, siapa yang ingin menjadi pelajar nakal di sekolah.
Oh iya aku juga pernah menggunakannya ke hewan, waktu itu kucing ku sering diserang oleh kucing gua juga cuman lebih tua, wajar setiap musim kawin selalu berantem. Tapi kucing ku yang satu ini masih kecil dan polos malah ikut terlibat, sampai-sampai pinggang kucing ku ini tergores seng tajam dan terluka, darah keluar. Aku sangat marah. Sedikitpun aku tidak akan membiarkannya masuk ke rumah ini lagi. Aku tau kebiasaan kucing preman ku yang satu ini panggilannya Uning jadi tiap kali dia bergerak aku sudah tau apa tujuannya karena aku yang membesarkannya.
Tiap kali kucing tetangga atau kucing ku sendiri yang diserang olehnya(yang jelas perbedaan kekuatan) aku langsung mengejarnya seperti mimpi buruk. Prediksi, kecepatan, insting, skill, aku akan mengejarnya sampai dia jera, inilah akibatnya menindas yang lebih lemah. Ya padahal sih dia juga lemah, namanya juga hewan, tapi entah kenapa hati ku sangat sakit kalau ada yang minta tolong, intinya kucing ku Si Uning hanya berniat menindas bukan- umm ah maksudnya si Uning itu aku yang telah membesarkan seharusnya dia tidak boleh berbuat jahat, ya~ walaupun saat kecil dia sering aku latih insting dan kekuatannya. Intinya Si Uning tidak boleh seperti ular yang memangsa kodok, kalau terjadi pastilah dia sudah dibuang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kenapa ingin cepat-cepat lulus? aku ingin menenangkan diri, setidaknya keluar dari masalah sekolah membuat ku lebih leluasa berkembang dan mencari sesuatu yang harus ku cari.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Aku tidak menyangka, semakin sering aku menggunakan kekuatan Beater semakin mudah fisik ku melemah. Aku tidak merasa karena faktor usia, jelas sekali karena berlebihan menggunakan kekuatan. Ketika kerja tenaga, pikiran, bakat benar-benar harus diuji. Terlebih lagi sedang aku puasa dan harus bekerja berat. Waktu itu hanya tanggung jawablah yang membuatku tetap bertahan. Rasa lelah, lapar, haus, sakit kepala, jantung kelelahan dan kurang tidur seandainya seseorang meninju dada kiri sekali saja mungkin aku akan mati atau aku menyerah oleh rasa sakit dan terjatuh bisa dipastikan aku akan mati, mati yang sesungguhnya.
Apakah aku takut? tidak justru aku ingin sekali dipanggil, aku merelakan segalanya karena aku berpikir telah melakukan hal yang benar.
Seminggu setelah hari raya aku jatuh sakit setiap kali jantungku berdetak akan menimbulkan rasa sakit seperti ditusuk jarum, ini menandakan aku telah melewati batasan ku. Aku berbohong kalau aku sedang sakit jantung, aku bolos magang lagi.
Keluarga ku memperlihatkan aura curiganya. Walaupun bukan sakit jantung aku bisa saja mati karena rasa sakit ini. Aku meminta kaka ku untuk menemani ku berobat tapi dia tidak mau alasannya kerja padahal aku telah menaruh kepercayaan ku pada kaka ku tapi jawabannya selalu saja, dan pasti karena peraturan Ushu ku atau adik ayah ku agar bekerja serius, mau nya~
Aku marah tapi Beater sudah melewati batas.. aku menjadi diriku dengan perasaan setengah campuran.
Aku berkendara melewati jalan rusak, ini jalan tercepat agar sampai. Setiap kali aku melewati lubang seminimal mungkin supaya tidak membuat getaran tapi tetap saja rasanya sakit sekali. Aku berobat ke menteri saja kalau ke rumah sakit rasanya ribet lagian aku sendirian dan- siapa yang peduli. Aku masuk ke ruang menteri dan ditanyakan berbagai pertanyaan Dia bilang kalau bukan sakit jantung, dia juga tidak tau pasti. Apa-apaan menteri itu kerjanya tidak becus cuman diberi obat penghilang rasa sakit dan obat lainnya. Aku tidak meminumnya, obat-obat ini mencurigakan dan juga menterinya, gadungan? entahlah yang jelas mencurigakan. Akhirnya aku hanya istirahat di rumah dan berhenti magang padahal orang disana tertarik dengan hasil kerja ku.
__ADS_1
Sayang sekali sih mungkin pekerjaan berat-berat tidak cocok untukku..