Monster Labil

Monster Labil
Harga Diri


__ADS_3

Bukannya aku tidak mau bekerja. Tentu saja aku ingin bekerja. Namun untuk saat ini aku masih belum bisa. Ada beberapa alasan yang membuatku tertahan untuk melakukannya. Sebelum menjelaskan alasanku yang belum bisa bekerja aku ingin bertanya


Kenapa bekerja begitu dipermasalahkan sekali?


Sampai aku muak mendengar kalimat yang didalamnya ada kata bekerja. Aku menjadi sensitif dan berusaha menjauhi orang-orang yang mencoba untuk memaksaku. Sedikit saja gerak-geriknya terlihat akan langsungku jauhi.


Aku berniat menjelaskan alasanku bukan untuk mengubah pemikiran orang-orang tentangku, bukan juga untuk mengubah orang-orang berbuat sama sepertiku.


Termasuk dari bagian kisah si Monster Labil alasannya belum bisa bekerja merupakan gejala labil.


Memang kebutuhan keluargaku tercukupi, malah lebihan.


Apakah itu yang membuat pikiranku kaku kalau bekerja bukanlah hal yang penting untuk sekarang ini?


Bukan juga.


Jika aku menemukan suatu pertanyaan jati diri, pertama aku akan mencari jawaban sesuai pemikiranku. Kemudian mencari jawaban lain dari berbagai sudut pandang dan menyimpulkannya sesuai logika dan landasan ilmu.


Bekerja bagiku adalah suatu pekerjaan yang memiliki tanggung jawab yang besar. Walaupun pekerjaan itu hanya sebagai tukang pemecah batu aku tetap menganggap pekerjaan itu memiliki nilai yang besar.


Aku telah mendapatkan pandangan baru dari kemampuan Beater untuk 


menilai kepribadian seseorang dari usahanya bekerja. Bukan melihat dari hasil melainkan seberapa ikhlasnya ia berusaha.


Seseorang menginspirasiku.


Pekerjaannya memang tak seberapa tapi melihatnya tetap tersenyum tulus ketika bercanda dengan temannya membuatku terpesona. Keringat dan baju kotornya sebagai tanda kalau ia telah bekerja keras.


Keren..


Iya, itu ungkapan kagum dari hatiku yang paling dalam.


Udah ganteng pekerja keras lagi. Keren abis dah.


Ingin sepertinya?


tentu saja aku mau tapi.. aku juga sudah pernah melakukan hal yang sama sepertinya. Bedanya aku dengannya mungkin hanya tujuan saja. Tujuan untuk bekerja.


Aku ingin tujuan yang lebih realistis. Bekerja hanya untuk mengumpulkan uang kurang tepat sasaran. Ini alasan kecil saja. Aku tahu suatu saat nanti aku akan sangat membutuhkan uang untuk segala macam keperluan. Seperti yang ku bilang tadi tujuan yang realistis. Masa depan itu tidak ada yang tahu.


Terdengar konyol sekali alasan kecilku ini. Ya memang seperti itu kelihatannya. Tapi pernah terbesit apa penyebabnya kalau alasan yang kecil saja sudah membuatku terlihat konyol. Bagi kebanyakan orang hal kecil seperti tujuan yang jelas nyata sering diabaikan. Secara acak menempatkan suatu tujuan merupakan tanda jati diri yang belum sempurna. Hal kecil saja aku permasalahkan apalagi hal yang besar.

__ADS_1


Yang aku maksudkan adalah Labil..


Seseorang yang terbelenggu oleh kepribadian yang tidak stabil cenderung bingung dalam memilih pilihan. Memang aku sudah mendapatkan jati diriku dan tujuan utama ku saat ini ialah


"Menyempurnakan karakterku"


Mendapatkan jati diri belum tentu telah menyempurnakan karakter seseorang. Masih banyak bagian-bagian lainnya yang perlu ku cari dan disatukan.


Sub kepribadian belum sepenuhnya ku ketahui. Emosi yang kadang melonjak dan mudahnya tenggelam dalam kesedihan. Banyak hal yang ingin ku pelajari tentang diriku. Semua pasti ada penyebabnya.


Misalnya aku berkerja sambil melengkapi bagian diriku, mempelajarinya dan melakukan percobaan.


Apa yang akan terjadi pada sekitarku?


Labilnya seseorang dapat membuat sekitarnya merasakan dampak dari kelabilan tersebut.


Banyak sudah respon ekspresi dari berbagai orang yang telah ku temui.


Ada yang bingung. Marah. Tersadar. Ikut merasa sedih. Ceria ketika bersamaku. Jatuh cinta. Merendahkanku dan lainnya.


Tak banyak teman yang mau berlama-lama bersamaku.


Nah bagaimana jika dampak labilku membuat teman kerja ataupun sekitarku merasakannya.


Ini masalahku yang paling serius dan alasan sebenarnya mengapa aku tidak bisa bekerja untuk sekarang. Di tambah lagi tenagaku tak sekuat laki-laki pada umumnya. Kekuatan Beater itu ialah tenaga cadangan tubuh. Memaksimalkan itu artinya bisa menggunakannya secara baik. Misalnya aku berlebihan memakainya artinya gak ada lagi tenaga buat pertahanan tubuh. Imun tubuh menurun. Penyakit pun mudah masuk. 


Makanya aku sering sakit-sakitan.


Aku tahu juga kalau ada banyak di luar sana pekerjaan yang sedikit memakai tenaga. Misalnya berjualan. 


Lagi aku mencoba menggugurkan saran tersebut karena ingin belajar banyak hal. Mengaji saja masih banyak salah padahal nama ku Hafidz, seharusnya penghafal Al-Qur'an.


Beginilah.. alasan-alasan yang terus memutari otakku.


Pernah aku membaca jikalau seseorang sudah berumur lebih 25 tahun yang kesehariannya hanya diisi untuk bersenang-senang tua nanti bakalan banyak mengeluh. Umuran remaja seharusnya diisi buat belajar.


Itu benar sekali. Aku bisa merasakannya.


Meraih semuanya dalam waktu bersamaan gak mungkin bisa.


Apa yang akan disesali nanti gak bakalan terulang..

__ADS_1


Banyak simulasi yang telah aku lakukan untuk mencari solusinya. Penghambatnya hanya dua saja yaitu gak ada dukungan dan banyaknya intimidasi yang bikin down. Aku memang diberi kebebasan untuk berbuat apa saja. Namun hati ini gak ingin membuat orang lain kecewa atas apa yang ku perbuat.


Apa yang ibuku berikan padaku akan ku balas nanti, sekarang dan sampai akhir hayat.


Poin penting hanya terletak pada ibuku. Bila ibuku telah menegurku untuk bekerja maka akan aku lakukan. Aku memang suka diberi perintah tapi secara baik dan benar. Bukan budak atau penyakit kepribadian. Diperintah oleh seseorang yang jelas bagus kepribadiannya atau diarahkan olehnya bisa saja aku lakukan. 


Kedudukan.


Karakter yang bagus diatasku bisa jadi inspirasi dan motivasi untukku. Tapi yahh gak semua orang punya karakter yang sempurna.. haha..


Aku takut berbuat salah pada orang lain. Takut mengecewakan. Ini ungkapan dari Zheill.


Apa yang sebaiknya aku lakukan atas keputusanku adalah tanggunganku sendiri.


Untuk sekarang aku tetapkan keputusanku untuk menyempurnakan karakter dan mengkaji ilmu agama banyak-banyak.


Situasi penentu yang pasti akan menggerakkan tubuhku untuk banting tulang ketika nanti jika nenekku... hmm.. kematian itu pasti tapi masih tidak tau kapan. Intinya aku juga masih terikat dengan rumahku. Banyak hambatan yang muncul dari orang lain.


Eh bukannya itu artinya aku belum bebas. Benar juga sih alasan lainnya aku ada di rumah ini karena ingin merubah orang-orang di dalamnya.


Terlalu banyak alasan. 


Ahhh!!


Si Hapis ingin belajar baca Al-Quran dan mengubah anggota keluarga, Zheill ingin menyempurnakan karakter dan Beater ingin sendirian tak ingin berbuat salah dengan orang lain.


Ahhhhh!!! labillll..


Jalan yang dipilih tak selalu sama dengan pikiran kita. Cobaan selalu datang disaat kita lengah. Gunanya agar kita selalu siap dan menjadi pribadi yang kuat.


Aku niatkan untuk saat ini berjuang menyempurnakan karakterku dan mempelajari dasar-dasar kemampuan mutasi agar bisa bertahan terhadap cobaan diri yang akan menerjangku.


Efek Enchanter!


Artinya bukan tentang penyihir.


Enchant artinya mempesona kan?


lalu "-er" kan orangnya haha


Jadi artinya yang sesungguhnya adalah seseorang yang mempesona wkwkwkw..

__ADS_1


Mempesona selalu percaya diri dan bawaannya bersemangat.


Gabungan dari dua karakterku Hapis dan Beater menjadi Enchanter ululululu~


__ADS_2