
Aku telah memfokuskan untuk menyelesaikan keraguan terhadap arti cinta yang selama ini aku cari. Tidak membutuhkan banyak pengalaman untuk menyelesaikannya, yang terpenting aku hanya perlu menyadarinya. Cukup melegakan. Jadi sekarang aku bisa berfokus untuk mencari keraguan dalah hal lainnya. Kalian tahu aku ini monster labil yang punya masalah dengan kepribadiannya. Kadang aku bisa marah tanpa sebab yang jelas, kadang bisa bersedih berlebihan dan kebiasaan buruk lainnya. Semuanya pasti ada penyebabnya atau memang aku sudah menyadarinya. Masalah ini akan memperjelas siapa aku.
Oke sudah waktunya.. ayo terjun..
Sengaja atau polos sih? aku marah dengan kakak ku yang sedang memanaskan kendaraan koplingnya. Rumahku dengan tetangga sangat berdekatan, diantara keduanya kendaraan kakak ku hidup mengeluarkan suara berisik dan polosi dari pembakaran bahan bakar. Aku marah dengan tindakan kakak ku yang mengganggu tetangga. Aku bilang gitu dong matiin pada kaka ku dan membuatnya marah. Hah? kenapa marah padaku? cihh kaka ku tidak mengerti juga kenapa aku memarahinya. Dia selalu saja bodoh dengan keadaan sekitarnya, aku tidak sedang merendahkannya, aku hanya ingin dia mengerti. Seandainya kakaku memanaskan kendaraannya di halaman rumah lalu lubang knalpotnya ke arah jalan maka tidak akan ada alasan untukku marah.
Fakta lainnya kalau kendaraan kakakku itu baru beli beberapa hari yang lalu. Bikin pusing saja, kenapa hanya aku yang memikirkan ini?
Kenapa aku selalu ragu? apakah ini cara bertahan?
Tiap kali aku ditawarkan pekerjaan oleh keluarga dan orang lain aku menjadi bimbang. Dari dulu sudah sering keluarga atau orang lain menawarkan pekerjaan tapi aku malah menolaknya karena ragu.
Ketidakpastian yang selalu menghantuiku.
Mengingatkanku dengan pengalaman waktu magang dulu yang sok! sekali ingin memperbaiki semuanya, ujungnya malah memperparah keadaan. Ingin jadi pahlawan huh? omong kosong apa yang sedang ku pikirkan. Aku selalu membuat semuanya menjadi runyam. Makanya aku hanya akan bekerja ketika aku sudah siap. Terdengar seperti sedang meragukan masa depan
Iya!
__ADS_1
Itulah cara pandangku. Berhadapan dengan sesuatu yang belum ku ketahui hanya akan membuatku ragu.
Keraguan adalah bentuk ketakutan.
Memikirkan bagaimana hasil kerjaku, memikirkan bagaimana sikapku, memikirkan bagaimana cara kerja samaku dengan yang lain, ini semua tentang caraku dalam menanggapi permasalahan.
Aku.. tidak ingin mengecewakan orang lain.
Itukah penyebabnya?
Aku mengisi formulir biodata alm kakekku yang akan dihajikan oleh nenekku. Aku mengingat jelas semua kejadiannya. Aku menulis nama kakekku sesuai yang diucapakan setelah itu ku perlihatkan padanya untuk memastikan semuanya. Kata nenekku benar iya benar gak ada yang salah tapi ketika laporannya muncul setelah dihajikan kaka ibuku bilang kalau namanya salah. Hahaha! iya beginilah keadaan yang paling aku benci saat dimana aku selalu disalahkan oleh keluargaku.
Aku bisa merasakan aura mereka yang sangat mengganggu.
Pelajaran yang bisa aku ambil adalah
"berhentilah untuk berharap padaku dan berhentilah untuk membangun hubungan denganku"
__ADS_1
Siapapun dia..
Aku menjadi pribadi yang tertutup. Semua bisa ku usahakan untuk menghindari pertanyaan atau jebakan yang akan mengungkapkan siapa aku. Aku benci dengan orang-orang yang mencoba untuk menggali informasi tentangku. Rata-rata tujuan mereka yang selalu aku tangkap pasti sebagai bahan gosip mereka. Itu mengganggu sekali.
Aku benci mereka.
Aku ingin hidup nyaman.
Aku punya caraku sendiri.
Apakah aku salah?
Semua permasalahan hanya berpusat tentang "hubungan" semua orang dan diriku. Semua masalah berawal dari kita. Semua masalah berawal dari kesalahan kita. Kesalahan dalam mengambil tindakan.
Jika semua ini benar berarti aku ragu karena akan direpotkan oleh masalah.
Aku direpotkan untuk selalu serius dalam berpikir. Tidak boleh lengah. Memang sih aku takut pada masalah yang akan menimpaku, aku selalu mengeluh. Ketidak ikhlasan hati dalam menerima cobaan.
__ADS_1
Tak selamanya aku bisa fokus. Beberapa masalah yang aku hadapi dan lalui banyak yang tidak terselesaikan karena kurangnya waktu untukku berpikir. Aku terlalu jauh berpikir juga penyebab keraguan dalam diriku. Aku harus menyederhanakan pikiranku. Buang poin-poin yang tidak pentingnya.