
Gerimis hari aku berjalan menuju tempat kerjaku. Berupaya menutupi kepalaku dengan tudung jaket yang sedang, tak muat. Ini bulan kedua aku magang dan memasuki hari terakhir. Serasa begitu lambat. Di simpangan jalan menuju tempat kerja aku melihat Pam-pam, sebenarnya dia orang tua, sudah punya anak. Tubuhnya rendah dari aku, gendut tapi gak terlalu gendut. Dia berhenti dan melihat ke arahku. Oh ayolah jangan membuatku menyusul mu. Akhirnya aku berjalan bersamanya. Karakter aku di tempat kerja ini adalah polos, rajin kerja aja bukan hadirnya dan agak pendiam.
"Ampih kah garing mu dah?" Tanya dia tentang kesehatan ku
"
Ah lumayan sudah" jawab ku agak maksa
Setelah percakapan tadi kami terdiam. Terdiam menunggu siapa yang akan bicara berikutnya. Aku paling tak suka akan hal ini apalagi sama orang tua. Mungkin aku menjadi introvert.
"Uhh dingin" mencoba bicara
Tetap tak ada yang bicara hingga akhirnya sampai ke workshop. Dalam hati ku lega sekali keluar dari keadaan menjepit seperti tadi.
__ADS_1
Di pekerjaan aku memang sering di bully yah memang karena tingkah ku yang aneh. Aku mencoba untuk menahannya dengan karakter polos. Misalnya kalau mereka membodohi ku aku diam saja dan tak perlu terlalu menanggapinya.
Pengalaman pernah aku di kerjai oleh pak Rahimi dia menyuruh ku untuk membangunkan Pam-pam apabila jam istirahat selesai, aku pun membangunkannya. Kata Pam-pam "ihh.." setengah sadar tapi dia tau kalau aku yang sedang membangunkannya. Memasuki jam setengah dua om Pam-pam menasehatiku dengan baik layaknya percakapan biasa kalau jangan membangunkan ku lagi. Aku pun meng-iyakan saja, aku masih belum tau kalau aku ini sedang dikerjai dan aku sadar ketika pak Rahimi berbicara ke om Pam kalau ..ya begitulah. Aku tidak sedang melihat
mereka, aku berpura-pura tak mendengar.
Mengenai pak Rahimi sebetulnya dia agak marah dengan ku, saat magang pertama beberapa minggu aku dan karyawan lain ingin mengangkat mesin pemotong karet mentah, sayangnya tangan ku yang kecil kesulitan sekali. Jika perbandingannya dengan lengan karyawan yang membantu ku power nya 1 : 3 ,aku bagian satu. Mirip lengan cewe pokoknya. Kami kesulitan dan minta bantuan dengan pak Rahimi yang sedang bekerja, kesal sekali dia, dan bilang kepada ku "*******" hahaha aku lupa, yang pasti dia kesal. Dan pertengahan bulan puasa juga, pengalaman yang ini butuh kesabaran extra. Waktu itu kami mau rapat di kantor workshop,kami masuk namun masih ada yang nyatai di penyimpan barang yang sering kami pakai buat sholat. Aku pun ikut juga santai sambil memutar kursi kantor, lalu kesal lah pak Rahimi dan dia bilang "mandiri dikit bisa gak" katanya. Nancep sekali aku berusaha tidak memikirkannya saat ini. Aku langsung memasuki mode super was was.
Pulangnya aku berusaha menjauh dari orang orang dan berpikir keras. Di jalan, saatberkendara, saat main game, mandi.. apa salah ku coba. Aku berpikir kenapa dia bisa bilang begitu umur tua kok pemikiran sempit, judge orang situ punya anak sendiri.. aku memang sedang memainkan peran polos.. hmm dirumah kalau masak sih gak bisa.. hmm ... hmm.. judge.. judge.. situ lagi M ..
berpikir hal seperti ini sudah kebiasaan ku... jangan marah..
jangan dendam.. judge
__ADS_1
"Oh aku tau!!!"
Kenapa dia sikap begitu ini menyangkut karma kata orang biasanya. Dulu aku memang sering men-judge orang seperti ngambek dan gak mau bicara sampai orang tersebut mengakui kesalahannya. Betul.. aku memang sering melakukannya dulu. Sebagai seseorang pemikir keras sepertiku. Kalau tebak kan ku salah berarti karena dia peduli? .. gak mungkin.. mana ada orang yang peduli denganku.. yah yang tadi jawaban paling masuk akal.. oke aku akan sedikit memodifikasi karakter ku. Seminggu kemudian arghh karakter polos ku terlalu melekat, yaudah aja terserah. Tapi dia datang saat aku sedang membersihkan mesin forklift, paling mau judge gua lagi yaudah deh. Tetapi dia justru baik padaku. Oh aku tau .. aku tau maksud lu.. mumpung mau lebarankan. Pikiran ku bentrok dengan hati.
"Bro bersihkan yang di celahnya sudah gak?" auranya cmiww penuh maksud
"Oh sudah.." ekspresi datar namun bentrok di hati
"Nah disini belum" agak kaget
Aku pun ke sebelah sisi mesin yang ia hadap.
"Wah iya.. emm" ucap ku agak bersalah
__ADS_1
Dia pun masuk ke workshop. Aku tertawa hahaha mau minta maaf eh kagak jadi karena lihat kesalahan gua hahahaha.. tertawa aku dalam hati, dan aku lupa kalau aku sedang puasa.
"Uhh masa aku bersihin lagi sih hari sudah sore pula.. uhh"