Monster Labil

Monster Labil
Leveling


__ADS_3

Sebagai seorang yang masih memiliki kepribadian labil aku menyukai banyak hal yang bersangkutan tentang pengenalan diri. Segala macam  hal, baik itu tentang materi, fisik dan kepribadian.


Ilmu itu luas dan bertaburan dimana-mana. Kita hanya perlu melihatnya dengan pandangan pelajar yang haus akan ilmu. Pertanyaan akan sering muncul bila kita ragu terhadap sesuatu. Bila terjadi sesuatu pasti ada sebabnya. Mulai dari hal yang besar tentang pengenalan diri. Bertahap sampai hal yang paling kecil. Kita hanya perlu menyadarinya.


Hampir saja aku menginjak seekor siput. Sekitar tiga ekor siput menyeberang di jalan halaman depan rumahku. Biasanya tidak pernah ada siput yang berada dekat ataupun di jalan ini.


Apakah masih ada siput lainnya ya di rerumputan samping jalan?


Bayangan dari pohon langsat menutupi sebagian cahaya lampu jalanan. Aku tak mau membunuhnya. Gerakan siput yang lambat membuatku harus hati-hati bila hendak pulang atau pergi tiap malam. Oh berarti siput adalah hewan nokturnal ya? soalnya jarang sekali lihat hewan ini pas terang atau ada cahaya matahari. Kadang aku menemukan mereka ada yang bersembunyi di bawah batu atau rerumputan.


Jumlah siputnya banyak juga. Mungkin rerumputan samping jalan ini jadi rumah baru buat mereka. Aku harus mengubah pola kebiasaanku bila lewat jalan sini dengan membuat cahaya pengingat.


Kegiatan yang kita kerjakan butuh 40 kali atau lebih melakukannya agar menjadi kebiasaan. Otak akan mengenali dan menghafalkan kondisinya. Permulaan mencoba memang sulit tapi lama kelamaan akan terbiasa dan kenal. Cepat atau lambatnya tergantung tekad kita yang kita punya.


Apa pesan sesungguhnya dari kejadian ini untukku?


Inti poinnya adalah kebiasaan.


Apakah ada kebiasaan yang harus aku perbaiki? jelas saja banyak.


Intropeksi diri. 


Begitu rupanya. Sambil belajar dan memperbaiki diri aku juga harus meningkatkan kemampuan belajarku. Menjadi lebih baik tak hanya sekedar tekad saja. Tanpa diiringi kemampuan-kemampuan ampuh belajar akan sangat lambat meningkatkan kualitas diri.

__ADS_1


Begitu ya. Ada banyak hal yang harus ditingkatkan.


Memaksimalkan penggunaan waktu untuk hal yang berguna saja. Sebelum belajar fokuskan niat untuk belajar saja. Membuang kegiatan yang tidak penting. Selalu ingat disetiap kegiatan pasti ada pesan pelajaran. Selalu ingat nilai pelajaran akan selalu bertambah walaupun pelajaran itu sudah kita kuasai.


Hmm apalagi ya?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kecanduan


Biasanya kalau air sungai dalam pasti yang paling antusias mau memancing ialah bapaknya Ira. Yang paling hebat mancing juga dia. Sulit rasanya bisa menang jumlah melawannya. Ya~ soalnya aku ini pas-pasan aja dalam segala hal. Kecuali aku mau memakai kemampuan perfect ability untuk meningkatkan semua stats. Tapi.. Itu pun perlu syarat ha ha haa..


Ah ini bukan soal menang. Sekarang ini paknya Ira sedang kecanduan internet!


Serius! ini masalah!


Apakah sudah berakhir masa-masa semangat kita bertarung dengan ikan Sanggang!? *uhh..


Beater: Heboh banget..


Memang sih ikan-ikan yang besar belum banyak karena ini baru musim penghujan. Yap, masalahnya ikan-ikannya. Jika sudah banyak ikan besar mungkinkah paknya Ira mau memancing lagi dan melupakan internet?


Aku khawatir dia sudah tua seharusnya diumur segitu memperbanyak beribadah bukannya- Ah sial! lagi-lagi aku menilai dan melihat kepribadian orang lain. Tak boleh. Belum tentu tiap orang tidak memiliki kelebihan. Iyap, aku beda dengannya. Mungkin dengan menafkahi anak-anaknya atau apakah itu yang belum terlihat di mataku bisa jauh bernilai dibandingkan dengan perjuanganku selama ini.

__ADS_1


Huftt.. fokus ke diri sendiri saja.


*ekhemm!


Batuk? kenapa pak Ira batuk-


"Kalau gak mengakui aku sebagai Allah.. maka aku  akan bilang pada air laut..-" dari hp pak Ira


Eh? Yo*tube kah yang sedang dibuka pak Ira???


Jadi batuk tadi sengaja sebagai kode untuk menarik perhatianku agar mendengarkan suara dari video yang dimainkan pak Ira.. Eh?!!! apa aku salah dengar?


Uhh.. masih ada aja yang mengaku Allah. Ya ampun geregetan pengen menyadarkan orang kek gitu dengan kekuatan. Misalnya dengan kekuatan gravitasi supaya dia berlutut lalu bilang


"gimana gak bisa bergerak kan?.. kalau kamu gak bisa bergerak dengan kekuatan yang secuil ini bagaimana bisa kamu jadi Tuhan?"


Dan dia pun ter- Ahh!..


Belum!.. itu sama saja menyombongkan diri. Hanya sekitar 30% saja peluang yang bisa membuatnya sadar diri. Lagian gak bakal mau seseorang yang memiliki sifat sombong diri mendengarkan kalimat dari si sombong juga. Ya~ soalnya kata-kata yang keluar dari mulutnya mengandung sifat tinggi diri. Aku ini hebat dan kuat.. gitu.


Menyadarkan seseorang karena ingin imbalan sangat sangat kurang tepat, tak bernilai sama sekali.


"-aku akan bilang pada air laut.." lagi dari hp pak Ira

__ADS_1


Lol.. kenapa diulang-ulang?


Ahaha males aku menanggapinya. Mending diam. Aku gak perlu menanggapi hal kek begituan. Iya benar juga. Buang-buang tenaga. Mendingan belajar atau beribadah.


__ADS_2