Monster Labil

Monster Labil
Perfeksionis


__ADS_3

Siang ini aku dapat panggilan dari pihak atas untuk mengadakan briefing di kantor yayasan. Aku sempat bertanya-tanya dengan bu Fatim, apa maksud dari briefing?


Bu Fatim menjawab semacam pertemuan begitulah dan mungkin juga membahas tentang gajiku. Agak membuatku gugup misalnya ditanya-tanya berbagai macam pertanyaan sementara aku tak bisa menjawabnya uhhh bisa gawat.


Sekitar jam 2an aku datang ke kantor.


Aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"em anu- "


"oh Hafidz.. silahkan masuk, lalu duduk di ruang sana ya.." kata bu Saudah


Aku mengerti dan langsung ke ruangan yang dimaksud. Ada satu orang laki-laki brewok yang juga sudah menunggu. Kalau tak salah dia adalah guru olahraga di SMP.


Belum lama aku duduk, briefing pun akan dimulai karna pak Tri-nya sudah datang. Ketua Yayasan. Kedatangannya diikuti oleh rombongan ibu-ibu dan guru wanita lainnya. Semua tempat duduk terpenuhi dan briefing pun dimulai.


Pertama-tama perkenalan tiap orang pastinya lalu dilanjutkan mengenai sejarah tempat ini. Pak Tri cukup panjang lebar menjelaskannya, kisah-kisah tentangnya, guru-guru yang telah bertahan lama dan tentang Guru Jaro yang bagi beliau adalah guru mursyidnya. Aku cukup menikmati cerita beliau karna aku bisa mendapatkan cukup banyak informasi dari sudut pandangnya sampai tak terasa waktu hampir masuk adzan ashar.


Kabur? duhh tapi tidak sopan. Sebaiknya jika hampir iqomat saja aku harus mengambil tindakan terbaik, kalau sholat sunnah tak apalah aku lewatkan asal jangan sholat wajib berjamaah. Beberapa orang ada yang asik dengan handphone-nya karna mungkin bagi mereka cerita pak Tri membosankan. Mengenai pakaian, seorang guru ditegur karna pakaiannya begitu ketat sehingga kelihatan bentuk tubuhnya.

__ADS_1


Bertepatan dengan adzan syukurnya briefing hampir selesai dengan menandatangani kontrak. Aku melihat gaji pokokku rupanya hanya 1jt saja. Agak kecewa sih berbeda dengan apa yang aku dengar. Tapi jauh lebih aneh kenapa aku mempermasalahkannya? haha emangnya aku bekerja di sini buat cari uang??


Sedikit lama menunggu yang lain kemudian bu Saudah memperbolehkan aku duluan pulang. Aku senang karna masih sempat sholat berjamaah.


Mengantar kertas kontrak ini dulu ke sekolah untuk disimpan kemudian pergi lagi ke mesjid. Asalkan enak bekerja dan beribadah itulah yang paling penting.


...


Tiap hari begitu terasa kesibukan dan keasyikan bekerja. Baru pertama kalinya aku bisa merasakannya. Jika dibandingkan dengan kerjaan yang dulu, sekarang jauh lebih baik. Aku belajar banyak hal. Belajar memakai mesin rumput, belajar dengan melihat sudut pandang orang dewasa, belajar mengatur waktu dan berbagai macam pelajaran yang aku dapatkan.


"cepat banget kamu mengantar laporannya" Mila memujiku


Aku juga menerima tiap nasehat yang diberikan oleh guru-guru.


Rekor banget!


Pencapaian tertinggi yang selama ini aku lakukan.


Sore harinya jika aku masih sempat, aku akan pergi ke langgar untuk adzan seperti biasanya. Subuhnya pun juga begitu. Lelah memang, tapi mau bagiamana lagi, hanya aku yang bisa diandalkan dan selalu aku.

__ADS_1


Setitik kesombongan mulai menunjukkan dirinya, memutar balikan pikiran. Beranggapan bahwa hanya aku yang bisa.


Coba lihat sekarang siapa yang rendahan. Agama sudah aku kuatkan. Pekerjaan sudah aku dapatkan. Punya segalanya. Jika aku ingin sesuatu bisa saja langsung terkabulkan.


Inilah hasilnya..


Aku tetaplah diriku. Aku berjuang sendiri. Aku punya tujuan sendiri. Dan selalu aku. Mana mungkin mereka bisa mengalahkanku.


...


Hahaha.. bodoh ya..


...


Aku tak bisa mengakui semua itu. Semuanya adalah milik Allah swt. Karna aku sudah belajar ilmu Tasawuf dan akalku masih waras, ilmu yang sudah diingat harus dipakai.


Rasa kesal dengan orang-orang yang pernah menyakitiku memang masih ada. Namanya juga luka hati takkan mudah untuk sembuh.


Lupakan saja mereka.

__ADS_1


Bukanlah urusanku untuk membalas perbuatan mereka.


__ADS_2