
Kali ini pun badanku masih gak enakkan.
Sebelum jam 10 aku harus sudah ada di SMA sana jadi aku persiapkan baik-baik semuanya. Pakaian rapi, sepatu dan tas. Biarlah apa yang akan terjadi nanti, tak usah terlalu dipikirkan.
Telah sampai di SMA, aku melihat dari luar sekolah ada beberapa siswa dan siswi yang melihatku. Aku terus melangkah menuju kantor sesuai arahan pak Rifki tadi di Yayasan.
"assalamualaikum.."
"waalaikumsalam silahkan masuk, kamu Hafidz ya?"
"iya bu.."
Beberapa detik setelah duduk bu Fatim langsung bilang kalau aku sudah diterima kerja di sini dan langsung kerja juga hari ini.
Eh?
"langsung diterima bu?"
"iya, langsung kerja ya.."
Ha.. ha.. haha..
Kayaknya pak Bani melakukan sesuatu dah.
Mendapat arahan dan tugas pokokku untuk kerja di sini. Hampir sama dengan pekerjaan rumah biasa seperti ngepel lantai, sapu-sapu, bersihin kaca yaa begitulah. Tak boleh bilang sanggup entar tahu-tahunya kejadian seperti dulu terulang lagi. Aku harus bisa sebaik-baik mungkin dan memperhatikan staminaku.
Benar!
__ADS_1
Asalkan sehat, semua bisa aku urus. Tak boleh memaksakan diri.
"perkenalkan namanya Hafidz dan mulai sekarang bekerja di sini" kata bu Fatim
Ya ampun canggung banget. Aku tak berani melihat guru-guru di ruang ini.
"jadi tempat hafidz di sana ya" menunjukkan tempat dudukku.
Yey dapat tempat yang paling tengah dah. Dari belakang dan depan mereka mudah memandangku. Kursinya gampang berdecit pula, aaw kritikal canggung.
"nah kalau ada pertanyaan bisa bertanya dengan yang lain ya"
"oh iya bu, kalau masalah rumput ini gimana?"
"nah kalau itu bisa tanya dengan pak Riza"
"baik bu.."
Baiklah, kemudian suasana jadi senyap.
Masih butuh lama kalau ingin berbaur. Aku bukan tipe yang suka cari masalah. Aku tipe yang penyendiri dan memahami semuanya secara perlahan.
Soal tugas yang harus aku lakukan masih belum tahu waktu kapan saja yang tepat untuk melakukannya. Tadi aku sempat mengira kalau daerah pesantren yang di samping sekolah ini juga merupakan bagian SMA. Konyol dah, seolah-olah pengen nantangin untuk membersihkan semuanya.
Aku keluar sebentar untuk melihat sekitar tapi enggak jadi karena ada siswi. Introver njirr. Bukan, bukan, aku hanya malu saja karena ini suasana baru.
Sampai jam pulang tiba barulah aku bisa kerjakan tugasku. Mencuci piring, mengepel lantai kantor, mengunci kelas dan menutup gerbang. Tak cukup waktu untuk melakukan tugas pokoknya. Kata bu Fatim yang paling penting adalah lantai teras, kantor dan ruang guru. Pulang sekolah jam 03:30 waktu yang sangat sedikit sampai sekiranya aku sudah di rumah jam 6 kurang. Anggap saja aku bersihkan ruang guru sekitar 30 menit, nyuci piring juga terus yaa anggaplah semuanya 30 menitan. Masih agak malu bila harus jadi perhatian orang-orang apalagi murid jadinya sulit untuk kerja. Aku juga tipe orang yang melakukan semuanya sendiri.
__ADS_1
Besok aku harus lekas datang untuk mengepel teras yang katanya dipakai untuk literasi. Entah buat apa.
Aku pulang ke rumah dan menceritakan semuanya pada nenekku.
Lagi aku mengingatkan pada diriku agar tidak memaksakan diri. Aku tidur lebih cepat agar seperti biasa bangun untuk melaksanakan sholat malam lalu membuka langgar. Sengaja aku bangun sejam paling enggak sebelum masuk waktu sholat subuh supaya tak ada niat lagi untuk tidur.
Anggaplah hari ini hari pertama aku kerja secara resmi. Sehabis sholat aku langsung pulang dan pergi kerja, gak berwirid seperti biasanya.
Haha sebelum jam 6 aku sudah tiba di sekolah.
Baiklah waktunya kerja.
Pertama aku menyapu sampai bersih debu dan kerikil. Ku temukan tiap sudut dinding terdapat banyak kotoran hitam-hitam. Tai kelelawar? sepertinya bukan karena kotoran kelelawar bisa berwarna warni sesuai yang dimakannya, buah-buahan. Aku melihat ke atas ada tali kabel panjang. Pasti, tai ini adalah tai burung. Aku coba untuk menghilangkannya dengan sandalku. Keras. Sudah lama rupanya tai ini. Aku mengambil air untuk melunakkannya kemudian ku bersihkan dengan sendal lalu ku siram.
Ah aku cukup banyak membuang waktu.
Sudahku sapu lantainya kemudianku pel.
Katanya pake sedikit air saja supaya cepat kering.
Tapi emang hari pertama ini aku masih belum bersih karna dalam proses menyesuaikan. Ruang kantor juga belum aku bersihkan. Tidak cukup waktu untuk mengerjakannya. Aku harus meningkatkan keefektifan kerjaku. Cepat dan bersih.
Jam pelajaran di mulai. Rupanya lantai teras digunakan buat mengaji tiap paginya. Begitu rupanya makanya jauh dilebih pentingkan. Aku harus teliti membersihkan tiap kotoran yang ada. Tak tahu apakah amalan diterima atau tidak jika lantai bekas kotoran dipakai buat mengaji. Paling enggak bau dan bekasnya hilang. Sip dah.
Seharian aku gunakan untuk mengamati dan mencari solusi tepat. Soal sholat aku tak perlu khawatir karena memang ini sekolah mengutamakan kewajiban agama.
Aku memperhatikan ekspresi salah satu siswi ketika berpas-pasan. Ekspresi seperti tak suka denganku. Kenapa ya?
__ADS_1
Aku menuju wc dan ku dapati di dalam wc tumpukan tanah hitam yang bau. Jadi itu alasannya kenapa siswi tadi tak suka denganku, ya kan wajar saja aku baru ke wc untuk pertama kalinya. Baiklah aku akan membersihkannya.