
Hari ini aku, Abdi, Aldy, Erpan dan Yahya akan pergi ke Goa Liang Tapah, Jaro. Aku mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan dan yang akan dibutuhkan. Baju, celana, handuk, air minum, cd, deodoran dan uang secukupnya, aku membuat semuanya dalam tas, lumayan berat. Oh iya kami juga akan mandi di sana makanya aku membawa handuk. Semua lengkap, cuman kondisi fisik ku kurang sehat, yah kalau tenaga ku habis aku bisa makai tenaga Beater. Tinggal menunggu yang lain saja lagi.
Hari sebelumnya pak Iin dan ibuku datang kesini sekaligus menginap, kaka ibuku juga datang kemarin malam dengan kaka Mona, rumah jadi heboh penuh canda tawa. Aku jadi tersadar begitu banyak hadiah dari Tuhan sementara diriku kurang mengucapkan rasa terimakasih atas nikmat yang telah diberikan, aku masih diingatkan atau ditegur itulah nikmat sesungguhnya. Aku harus lebih kuat lagi, semangat.
Kemarin maupun sekarang ibuku terus menolak dengan halus kalau aku harus berlibur bersama teman ku "ma aku sudah berjanji hari ini berlibur dengan mereka" selain itu kemarin aku sudah menunda liburan kami dan mengganti kesempatan itu untuk jalan-jalan dengan sahabat ku Nisa, tidak ada alasan lagi untuk menunda."baiklah tapi hati-hati ya jangan berbuat sembarangan di tempat orang" akhirnya ibuku mengizinkan ku. "yes!" debat dengan ibuku berakhir.
__ADS_1
Semua berjalan mulus. Sebelum pergi aku bersalaman dengan pak Iin dan juga ibuku soalnya mereka berdua juga akan pulang, aku mendoakan keselamatan mereka dulu sebelum keselematan ku itu sudah jadi hak semua orang tua. Kalau orang tua kita sendiri tidak di do'a kan berarti kita sombong dong kepada orang tua kita sendiri. Semua pelajaran tentang keselamatan dunia dan akhirat harus kita amalkan tiap hari. Semoga pagi ini berjalan mulus lagi.
Mereka lambat sekali padahal sudah janjian jam 7 sudah kumpul. Kami janjian di depan rumah Abdi. Kalau Aldy menunggu di rumahnya jadi kami akan bertemu di perjalanan. Nah Abdi muncul dari persembunyiannya. Sisanya menunggu si Erpan dan Yahya. Abdi sempat bertanya "pis kemarin kamu jalan sama Nisa ya?" aku kaget sedikit, ya tentulah kan rumah Abdi dengan Nisa berdekatan alias nyatu gimana gak ketahuan. "ah iya" kalau sudah ketahuan gak papa lah lagian aku juga gak bohong kalau kemarin aku kelelahan dan malamnya aku istirahat total. Oke semuanya sudah lengkap waktunya pergi.
Masuk lebih dalam akhirnya kami melihat bukit membentang di sisi kami terlihat seperti dinding besar. Persawahan yang luas, udara yang segar memberi sedikit semangat untukku dan menghilangkan ke khawatiran. Sebentar lagi kami akan sampai.
__ADS_1
Dan akhirnya kami sampai di lokasi. Aku turun dari kendaraan dan merasakan lututku lemas sekali, mungkin kelelahan terlalu lama duduk. Aldy mulai merekam video. Kali ini kami berjalan sedikit lagi untuk sampai. Nah ada spanduk yang lebih besar seharusnya di letakan di persimpangan luar sana tadi. Kami sampai. Wah aku tercengang melihat air sungai dari bukit ini jernih dan biru. Hanya ada beberapa orang saja, apakah liburan di sini tak terlalu seru? kami bayar lagi untuk menyewa seorang pemandu kali ini kami harus bayar sepuluh ribu, mahal juga untuk setiap orangnya.
Kami menuju mulut goa, aku kira mulut goanya yang di sungai ini. Wahh jadi ini stalagmite kerenn aku gak nyesal bayar uang untuk melihat ini. Erpan bilang kita berada dalam perut bumi dan aku menyanggahnya kita hanya di dalam perut gunung saja haha. Bau poop kelelawar dan tanah liat yang becek karena terlalu sering diinjak tak membuat image kagum tentang goa ini pudar. Ketahuan ya kalau ini pertama kalinya aku masuk goa haha. Selagi kesempatan kami mengambil banyak foto untuk kenang-kenangan. Kami banyak bercanda tawa dan itu sedikit menyadarkan ku untuk berhati-hati supaya tidak salah ngomong ataupun membuat hati ku mati. Kami mengambil foto berlima dan Erpan merangkul pundakku sebelum berfoto. Tidak papa aku gak keberatan toh sifatnya yang dulu sudah ku hancurkan. Ketika kami kembali orang-orang yang ingin berlibur mulai berdatangan, rupanya kami datang terlalu cepat doang hahha.
Matahari semakin menunjukkan jati dirinya. Langit biru yang terlihat dari celah ranting pepohonan membuatku merasa wahh indahnya Kuasa-Nya. Aku tak menyesal berlibur ke sini bersama mereka.
__ADS_1