
Aku melihat sesosok makhluk tinggi bersayap berjalan di dalam hutan tepat di belakang rumah-rumah. Tinggi banget, tinggi daripada rumah. Mengatasinya bakalan sulit. Sedikit takut dan gugup namun aku akan tetap berniat melawannya. Setengah efek dari Enchanter membuat merasa tertantang. Setengahnya lagi keinginan untuk menghancurkan.
"Dia mulai bergerak berjalan menjauh"
Tak boleh dibiarkan sampai ada korban. Sial aku tak punya senjata. Aku berlari mengikutinya sambil menjaga jarak.
Mulut terbuka lebar seperti monster di film Jumper Creeper atau hero Night Stalker di Dota 2.
Mode pemburu buas aktif.
Eh? Malah jadi Batman..
Ya..
Tadi itu hanya mimpi..
Di dalam mimpi pun karakter labil tetap aktif. Tergantung bagaimana ceritanya apakah asik, bawa perasaa, emosi, seram dan lainnya. Pernah aku bermimpi menyaksikan ledakan bintang, UFO dan yang seru lainnya. Karakter asli lah yang aktif menanggapinya.
Seru, emosi, tenang dan sedih.
Tapi ku sadari aku masih punya kelemahan dalam karakter labil ku ini yaitu saat menghadapi ketakutan.
Memang sebelum kuatnya karakter Beater aku masih sangat lemah. Bisa ku pastikan pada pengalaman di dalam mimpi ketika dikejar setan, dihantui dan ketindahan.
Setan adalah musuh yang sebenarnya. Belajar dan bertambahnya pengalaman aku sadar apa yang harusku lakukan ketika menghadapi ketakutan.
Ya.. aku harus melawan baliknya.
Alam bawah sadar adalah bentuk visual dari pikiran sendiri. Jika kita berpikir takut mungkin akan semakin takut dan semakin berpikir untuk takut. Pengalaman pertama ketindahan aku takut dan serasa seperti akan mati.
__ADS_1
Pengalaman kedua ketindahan aku berpikir semakin takut lalu muncul bayangan hitam seolah-olah ingin memenggal kepalaku.
Pengalaman ketiga aku bisa berpikir setengah tidur dan Beater aktif karena ingin lebih kuat lagi. Tubuh masih takut ketika melihat sosok hitam lagi. Tapi, kali ini berbeda. Aku takkan biarkan satupun yang boleh membelengguku.
Lawan!!!
Bergeraklah!!!
Aku harus jadi lebih kuat!!!
Tak sengaja aku menggerakkan jemariku. Tubuhku langsung merespon seluruhnya dan meluncurkan serangan jari rapat layaknya tombak ke arah bayangan hitam tadi.
Uh.. apa aku mengenainya?
Rasanya kayak nyerang angin aja. Ya itu memang halusinasi. Aku berbaring lagi lalu tertidur.
Sekarang kalau bermimpi setan aku yang akan mengejarnya, memukulnya, menendangnya, segala macam jurus untuk langsung melumpuhkan target aku pakai.. yep brutal banget, pokoknya kalau belum sampai hancur gak bakalan berhenti.
Kekuatan yang didasari oleh amarah, tekad dan dendam. Mereka adalah tempat yang paling cocok untuk menerimanya.
Hmm.. kurasa ada baiknya kalau aku melatih pikiran alam bawah sadarku ketika ketindahan. Supaya? Yaa berjaga-jaga kalau saja nanti ada yang berusaha menghipnotisku atau mengacaukan pikiranku.
Aku tak ingin menjadi orang yang diinginkan orang lain.
>>>The Monster<<<
Malam sabtu sehabis sholat sunnah sesudah magrib di langgar kami juga diadakan pengajian. Kalau malam selasa pengajian Guru Ilmi. Jadi dalam seminggu aku tak pernah bosen. Kalau pernah, iya, itu karena kurangnya ikut pengajian. Berasa kurang ini djiwa kalau gak ikut pengajian. Trust me! Kalau kalian sering ikut karena ingin belajar pasti bakalan ketagihan. Asik dan menyenangkan. Ilmu agama itu mencakupi seluruh pelajaran. Kebanyakan puzzle ilmu yang aku cari ialah ilmu agama.
Memahami diri sendiri. Kekurangan dan kelebihan. Sehingga menjadikan karakter jauh lebih baik lagi. Jika sudah bisa memahami diri sendiri pasti lingkungan sekitar bisa kita pahami. Dalam artian sudah pernah kita alami.
__ADS_1
Si Pandi yang merupakan tetanggaku telah lulus sekolah tahun ini dan akan memasuki BLK setelah bulan puasa nanti. Karna punya waktu senggang ia menjadi lebih aktif dalam urusan beribadah. Meramaikan langgar.
Bagiku ia cukup berbeda karena punya pengalaman spiritual yang hebat yang belum pernah aku punya. Hmm.. pengalamannnya, kurasa adalah privasi jadi aku akan merahasiakannya, maaf ya.
Dia bisa jadi lebih baik lagi. Kekurangannya saat ini hanyalah pengalaman yang kurang. Kelebihannya adalah semangat belajar yang luar biasa. Beda denganku yang masih memahami diri sendiri sembari belajar agama. Fokus yang terbagi-bagi.
Sama halnya dengannya yang aku lakukan dahulu ketika masih sekolah yaitu berkeinginan untuk memiliki kemampuan metafisika mm..
"Sebenarnya buat apa sih ingin belajar ilmu laduni?" Ucapku dalam hati. Benar, aku sadar, sekarang rasanya seperti melihat diriku yang dulu, dan tentu saja keinginannya itu hanya akan merusaknya jika terpenuhi.
Pernah guru di sekolahnya berbicara 4 mata dengannya. Membahas tentang dirinya kemudian menawarkan pelajaran tentang ilmu metafisika padanya.
"Ehh tolak saja!" Ucapku spontan. Sudah aku tolak kata Pandi. Hal yang berhubungan dengan dunia pasti datangnya dari setan.
Aku juga pernah belajar tenaga dalam, tujuannya berkeinginan untuk bisa melakukan hal yang luar biasa. Dan aku tahu itu salah makanya aku berhenti.
Tapi sedikit bisa bagaimana caranya melepaskan sedikit aura(sebut saja begitu) dari telapak tangan.
"Uahh panas" kata Rehan, anak kecil keluarganya Pandi.
Nah gimana kalau gini.
Aku memutar jari telunjukku di atas telapak tangan Rehan.
Sekejap setelah beberapa kali putaran ia menarik tangannya. Reaksi yang mengejutkan. Aku bertanya bagaimana rasanya?
"Seperti kesemutan.." katanya.
Wahh mungkinkah aku sudah diperbolehkan hahaha mana mungkin. Ea kalau saja aku bisa mengeluarkan listrik dari tangan, kan bisa charge Hp pas listrik padam haha .. keinginan yang cukup aneh.
__ADS_1