Monster Labil

Monster Labil
Mengalah Bukan Berarti Menyerah


__ADS_3

Aku masih marah dengan dia yang sok sekali menyuruhku untuk berbuat sesuai kehendaknya. Baru ketemu sudah kek gitu gimana kalau sudah menjalin hubungan. Tapi wajahnya agak familiar. Hmm.. Oh! jadi teringat kalau dia juga tinggal di rumah Irfan.


Apakah dia kakaknya?


mengganggu sekali. Habis ini makan-makan ya.. males ah mending aku pulang duluan aja dari pada ketemu sama dia lagi. Emosiku sudah tidak stabil dan kondisi tubuh yang kelelahan meningkatkan peluangku akan berbuat salah. Kalau bikin kesalahan di depan orang yang tidak suka dengan kita  tau sendiri kan akibatnya. Tapi ya aku juga tidak berharap pengen jadi perfect person di mata orang lain. Aku hanya ingin ketenangan dalam hubungan tanpa ada perasaan saling merendahkan ataupun ingin menjatuhkan. Hal yang paling sering dilupakan dari kebanyakan orang termasuk aku, adalah tujuan dalam menjalin hubungan itu apa? benar..


Seenak jidatnya aku memutuskan hubungan dengan orang-orang yang pernah melakukan kesalahan besar terhadapku.


Kesalahan seperti apa sampai-sampai aku memutuskan hubungan dengan orang lain?


Benar kesalahan seperti apa?


Waktunya berkeliling masa lalu lagi.


Tiap pengalaman yang mengundang emosi selalu berakhiran pada kebencian. Dulu aku sering men-judge orang lain karena cara yang mereka gunakan tidak sama seperti yang aku lakukan. Pada dasarnya cara yang sering aku lakukan memang terbukti baik. Berpikir jauh lebih suci dari mereka aku pun mencampakkan mereka agar mereka sadar atas apa yang mereka lakukan. Sampai aku muak dan berhenti menjadi yang terdepan. Padahal yang aku yakini belum tentu bisa dipastikan sendiri.


Kesalahan pada tindakan yang tak sesuai harapan..


Berhenti dengan cara mencampakkan orang lain aku pun mengabaikan mereka dan akan bersikap biasa terkecuali jika mereka yang menyerangku. Aku akan mem-black list mereka. Aku tidak suka diganggu. Kenapa tidak ingin diganggu? benar kenapa? Jika tidak ingin diganggu itu artinya ada sesuatu yang sedang aku pertahankan.


Aku menengahi tiap prinsip dan ideologi orang-orang. Salah dan benar tergantung pada kesimpulan dari informasi yang ku dapat, tak lupa dengan Kepercayaan yang aku pegang. Permasalahan ini sudah cukup jelas mengapa aku tidak suka dengan orang lain yaitu adanya prinsip tersendiri.


Tiap individu yang kurang berpengalaman dalam bergaul atau menjalin hubungan pasti sering melakukan kesalahan, aku tahu itu. Tapi ada juga kasus pada orang lain yang sudah bagus berpenampilan, tutur bahasa, sikap, menampilkan tata krama yang sopan justru memiliki hati yang busuk, saling menikam dari belakang. Ini jauh lebih ku benci dari pada kesalahan yang tak disengaja.


Aku sangat teliti melihat jauh dalam lubuk hati orang lain. Trik psikologi yang ku pelajari dari tiap pengalaman juga memudahkanku untuk langsung mengambil kesimpulan terhadap sifat orang lain.


Apakah gunanya prinsip dan cara melihat kondisi orang lain? ya aku gunakan untuk bertahan, aku tidak mau mencampuri urusan orang lain. Aku tahu aku punya banyak kekurangan.


"urusi diri sendiri dulu baru urusi orang lain"


Tapi ketika kita mencoba mengurus  kehidupan orang lain di sana di dalam lubuk hati terdapat adanya kesombongan.


Ku yakini itu salah. Karena kebanyakan yang ku lihat selama ini adalah orang-orang yang sok sekali mencoba memaksakan kehendaknya sendiri seolah-olah mereka ingin bilang


"jadilah seperti aku" atau jadilah seperti dia. Bising sekali, bikin telinga sakit mendengarkannya. Terserah sebaik mana cara dia menyampaikan bila niat hatinya hanya untuk menjatuhkan atau memaksakan sesuai kehendaknya aku akan menolaknya. Sedikitpun mereka tidak tau apa saja yang telah aku alami dan apa saja kekurangaku. Menceritakan tentang kepribadianku pun hanya akan dianggap sebagai orang aneh di mata mereka.


Ya seseorang yang punya kepribadian aneh memiliki caranya tersendiri dalam menangani suatu masalah.


Lalu tindakanku melawan mereka yang mencoba menyerangku? dengan menjauhi? iyakan? mana mungkin aku mau melawan dan berdebat dengan mereka yang buta diri. Rakus, tinggi diri, keraguan, hati yang tidak tenang.


Berada dekat dengan mereka hanya akan memperpanjang masalah. Aku tidak suka mencampuri urusan orang lain apalagi mencoba untuk merubah mereka. Hahaha.. merepotkan saja.


Ada sih satu cara lain untuk melawan mereka tapi tetap harus mengalah.


Dengan cara~

__ADS_1


..menjadi perfect person! supaya mereka bisa hormat denganku kemudian mereka akan mendekatiku dan aku bisa menyelinap ke hati mereka. Memperbaiki sifat mereka dari dalam dan membereskan banyak permasalahan. Jadi aku akan dianggap sebagai penolong buat mereka.


Pffft... hahaha! kocak sekali haha, mana mau gua ngelakuinnya niatnya saja udah salah haha..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hey! perkenalan aku adalah si Monster Labil


(/ ̄(エ) ̄)/


Banyaknya pengalaman telah memberikanku kemampuan untuk merasakan niatan orang lain. Pendengaranku juga tajam yang bisa menangkap banyak sumber suara. Perasaan yang tajam yang dapat merasakan perubahan mendadak. Penglihatan yang lebar. Yeah kemampuan yang sangat berguna tapi.. kalau terlalu peka..


*suara kendaraan lalu lalang


*anak kecil berlari sana sini di luar langgar


*suara berisik dari plastik yang dimain-mainkan


*suara jemaah perempuan berbincang-bincang


*kening ustadz yang mengerut


*salah seorang bapak yang gelisah, gerak-gerik mengatur posisi duduk


Ahhh berisik sekali! aku tidak bisa konsentrasi. Enggak sadarkah mereka. Cobalah sedikit hormati ustadz kita yang lagi berceramah. Apalagiiii..


Jemaah perempuan di belakang yang banyak bicara. Volume suaranya dikondisikan pls.


Iya aku paham sekali kalau kaum perempuan itu suka bicara dibanding pria makanya banyak-banyaklah berdzikir atau bershalawat agar nafsu bicara terpuaskan. Atau cobalah untuk dilatih menahannya. Itu kebiasaan buruk yang perlu ditangani dengan serius. Misalnya pas lagi nyerocos berbicara tersulut emosi kan bisa salah langkah. Ahh tau ah.. bukan urusanku.


"bila seseorang memutuskan hubungan dengan orang lain tidak bakalan masuk surga orang itu" kata ustadz Ilmi


Iya aku menyadari itu tapi aku kan berusaha untuk menyadarkan mereka..


"memangnya kamu Tuhan?"


Lagian siapa juga yang betah bertahan dari cemoohan mereka..


"doa orang terdzolimi lebih cepat terkabul loh"


Aku hanya berusaha menjauh dari mereka saja bukan memutuskan hubungan..


"masa? tapi respon mereka kan menganggap kalau kau itu pemutus hubungan, caramu masih salah"


Jika aku menjelaskan apa salah mereka hasilnya tetap sama, malahan mereka akan menganggap aku sok mengatur lalu menjauhiku. Aku tahu. Kalau aku tidak bisa hidup sendirian. Aku juga tahu memutuskan hubungan itu tidak baik. Tapi kenapa hanya aku yang jadi korban dari cemoohan mereka? mentang-mentang mereka memiliki apa yang tidak ku miliki..

__ADS_1


"apa kau berniat balas dendam pada mereka? jadi kaya atau mendapat jabatan yang tinggi?"


Hmm..


"ku perlihatkan padamu apa yang akan terjadi bila kau menginginkan suatu pencapaian besar untuk membungkam mereka.. tidak ada yang berubah mereka hanya akan menganggap kau pembuat masalah"


Sungguh, aku tidak suka direndahkan..


"apakah semua pujian yang dulu kau dapat membuatmu seperti ini? oh iya ya Hafidz itu cowok yang keren dan cool, disukai banyak wanita, hebat dalam pelajaran olahraga dan seni mana mungkin mau harga dirinya diinjak-injak"


Kau ingin bercanda?!..


"nah itu dia tatapan membunuhmu hebat sekali apa yang ingin kau lindungi dengan kemampuanmu itu, reaksi marah itu karena kau selalu ingin kabur dari masalahmu"


Ohh begitu rupanya..


"ketika ditegur reaksimu menunjukkan penolakan itu artinya kau memiliki penyakit hati yaitu.. malas"


Heehh.. aku bukannya malas hanya saja aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan rumah, kau tahu sendirikan?..


"ya ya aku tahu itu tapi cobalah sedikit gunakan akalmu g*lk!"


Ahhhh! ngajak gelud!!..


"elu bilang sendirikan dulu kalau mau sukses dunia itu mudah saja jadi atur waktu sebaik-baik mungkin sehingga kau sukses dan mereka tidak lagi meremehkanmu, jadilah orang yang sempurna dari sekarang, urusan hubungan akan lebih mudah terselesaikan karena mereka akan bergantung padamu, apabila ada masalah kau hanya perlu ingat nasehat untuk tidak memutuskan hubungan dengan orang lain.. semua urusan done done sisanya masalah perang dunia saja lagi"


cihhh.. belum waktunya aku belum bisa..


"kalau hanya bergantung pada ketepatan insting kau tidak akan tau dengan pasti apa yang bakalan terjadi, apa kau percaya? kalau di umurmu ke 24 kau akan tinggal di luar kota atau umur 27 kau akan sukses? mana ada yang tahu"


Melelahkan setiap hari harus menggunakan tekanan insting..


"daripada tidak melakukan apa-apa, di luar sana sudah banyak yang berjuang keras sementara kau duduk manis menimba ilmu agama tanpa diiringi ilmu dunia? ada yang bilang loh kalau terlalu santai di zona nyaman pas di umur 25an keatas nanti kau bekerja akan selalu mengeluh, KEBIASAAN BURUK!"


*klik menyalakan tv


""wahai anak-anak muda jangan kau sia-siakan masa muda-"" ustadz di tv


Uhhh!!! huaaa!!!..


"rasain tuh.. jadi dari sekarang kita harus berjuang menutupi semua kekurangan dengan kelebihan kita"


Kau terlalu berisik Zheill, kau tahukan cukup menyulitkan menghipnotis diri untuk meningkatkan semangat juang apalagi semangat itu akan melumpuhkan rasa sakit dari efek adrenalin jadi kita tidak tau kapan kondisi kita memasuki fase kekuatan Beater..


"kita perlu strategi g*blk"

__ADS_1


Jangan ngajak gelud!! sejak kapan ucapan lo kasar begitu  ah ini pasti gara-gara lo juga emosi dengan mereka sehingga ingin balas dendam kan dengan cara jadi sempurna!? jahad ya kamu..


" :v "


__ADS_2