Monster Labil

Monster Labil
Dunia Paralel


__ADS_3

Jumat ini aku hanya bisa berbaring terlelap di kasur tidurku, hari ini aku tidak bisa magang karena sakit jantung ku kumat lagi, akibatnya aku hanya bisa istirahat dirumah. Keluarga ku tak ada yang tau tentang hal ini, wajar saja mereka hanya mengira kalau aku sedang kelelahan. Sebelumnya aku meminta maaf kepada Fahmi teman magang ku karena tidak dapat membantunya jumat ini beralasan sakit. Sayang sekali aku tidak bisa membantunya, rasa cemas dan kesal yang hanya bisa ku bawa kedalam tidur ku ini "aku berharap bulan depan bisa full kehadiran" ucap tekad ku didalam tidur.

__ADS_1


Gelap aku merasakan diri ku sudah 2 kali bermimpi, dan sekarang ini adalah mimpi yang ke tiga kalinya.. aku bangun dari tempat tidur ku dengan setengah sadar dan tak bisa mendengar apa-apa, berjalan menuju ruang tamu, aku kaget ketika tubuhku berpaling dan melihat sosok kepala melirik ku dari bawah asal kamar ku, sosoknya seperti manusia yang sedang mengintip saja. Pandangan yang masih buram tau-taunya aku sudah melempar buku kearah sosok itu, dia pun menghindarinya. Dan aku terkejut saat sosok itu menunjukkan dirinya "mama" ucap ku lembut, aku pun menghampirinya dan bertanya-tanya sejak kapan dan mengapa dia sudah pulang kerumah. Aku hanya bisa senang karena ibuku sudah pulang, lalu aku bertanya mengapa ibu bisa berada di kamar ku, ibuku mengajakku kebawah ranjang tidur ku yang tinggi dan melihatkan alasan mengapa ibuku bisa berada disana.

__ADS_1


Setelah kejadian tadi aku menuju ke kamar mandi, ketika di ruang dapur aku melihat nenek ku, adik ku dan loh? Kakak ku dimana? Oh iya dia sedang kerja aku pun melanjutkan langkah ku ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi nenek ku menyuruh ku membuang sesuatu, aku pun menyetujuinya kemudian nenek ku membawa ku ke kamar ku. Nenek ku menunjukkan sesuatu di luar jendela sana tepat berseberangan dengan rumah Abdi, aku melihat lewat jendela apa yang dimaksud nenek dan aku bingung benda apa itu, sebuah kayu bercat merah danbentuknya aneh seperti huruf M kecil terbalik dan ditengah bagian bawahnya terdapat satu garis lagi, mirip bentuk kaktus. Benda apa itu ujar ku dalam hati dan sejak kapan benda itu ada. Nenek ku kembali ke ruang dapur menyusul aku, dan aku berpas- pasan dengan ibuku, aku terkejut rupanya ibuku habis mandi, di balut handuk putih dari atas dada hingga tengah paha, rambutnya pendek hitam dan wajah yang masih cantik, aku mulaimembuka topik pembicaraan, kapan mama mau pulang ucap ku tenang dan berpikir di dalam benak menyimpan jawaban pertanyaan yang sudah pasti jawaban itu adalah besok atau malam ini, namun aku terkejut ketika jawaban itu di patahkan oleh suara lembutnya "masih lama kok" ujarnya dengan senyum kecilnya mengingatkan ku kembali dengan perasaan sayang ku kepada ibuku yang telah lama ku kurung. Akugembira tiada tara lewat ekspresi kecil ku seperti seseorang yang telah menyelesaikan satu soal ulangan, aku menuju ke kamar ibuku dan membuka lemari baju, aku memilih baju yang bagus dan dapat, sebuah baju yang hitam bergambar merk volcom, setelah ku raih baju tadi.. aku terdiam.. tersadar.. kenapa tubuhku rendah??

__ADS_1


Aku terbangun kenapa aku sampaimemimpikan ibuku, terlihat cahaya dari ventilasi jendela ku, cahaya hijau, coklat dan putih.. hijau dari daun salak, coklat dari beberapa daunnya yang mati dan putih dari langit, suasananya yang beda setelah memimpikan ibuku. Oh? Rupanya aku masih hidup, aku pikir aku sudah mati dan berada di dunia paralel ucap ku tersenyum kecut, benar ini adalah diriku yang sebenarnya, dirumah ini hanya ada nenek, kakak, adik dan aku. Ibukuberada disana bersama suami barunya demi kami, aku tak merasa keberatan, begitu banyak rasa kasih sayang dari ibuku itulah alasan yang tepat atas diriku, aku tidak boleh cengeng, aku tidak boleh goyah, aku tidak boleh bergantung terlalu banyak, menjadi kuat pilihan satu-satunya, tetapi setelah bermimpi tadi aku sadar telah melalui banyak rintangan tanpa kedua orang tua, tidak ada yang bisa menenangkanku ketikaaku bersedih, aku hanya bisa terus melangkah, mata ku membendung air mata, aku tak boleh nangis.. aku berbaring lagi dan mencoba menafsirkan mimpi yang barusan ku alami. Bakat untuk mengartikan sesuatu muncul ketika aku beranjak dewasa ya tetapi aku tidak boleh terus-terusan bergantung dengan itu. Sekitar lima belas menitan aku hanya bisa mengartikan 1 dari dua pertayaan, yaitu kasih sayang orangtua, kaliantau selama ini aku selalu memendam rasa itu supaya bisa melangkah maju dan sampai sekarang aku bisa berjuang sendirian akan tetapi aku melupakan kerja keras orangtua dan kasih sayang, aku bersyukur Allah telah memberikan mimpi tadi kepada ku, dengan kondisi ku yang sekarang ini mungkin aku bisa meningkatkan karakter ku yang baru..

__ADS_1


__ADS_2